06 January 2018

Batuk CPR Saat Serangan Jantung Tidak Dianjurkan, Berpotensi Berbahaya



Klaim: Pertolongan pertama pada serangan jantung dengan membuat batuk secara berulang-ulang.



Tidak Dianjurkan (Berbahaya)

ANALISIS

Pesan kesehatan cara penanganan pertama pada serangan jantung dengan batuk CPR banyak dibagikan di internet dan jejaring sosial, mengandalkan informasi dari pseudoscience (ilmu semu). Saran itu tidak direkomendasikan oleh otoritas medis manapun.

Faktanya, batuk pada saat terjadi serangan jantung bisa menjadi kontraproduktif dan bahkan bisa memperburuk kondisi penderitanya, itu artinya menyebarkan saran ini berpotensi berbahaya. Batuk dalam beberapa jenis aritmia jantung bisa bermanfaat, tapi ini hanya boleh dilakukan oleh profesional yang terlatih atau di bawah pengawasan medis yang tepat.

Pesan itu yang telah menyebar lebih dari satu dekade mengklaim mampu mengatasi serangan jantung untuk pertolongan pertama pada penderitanya dalam keadaan sendirian. Dalam pesan mengatakan bahwa dengan batuk berulang-ulang dapat membantu penderita serangan jantung memberi jalan oksigen mencapai paru-paru.dan mengembalikan detak jantung kembali normal.

Saran itu tidak ada dasar ilmiahnya. Bahkan tidak disarankan oleh institusi medis terpercaya. Sebagian besar ahli medis internasional menyatakan bahwa batuk CPR dapat membuat kondisi penderita menjadi lebih buruk, dan malah bisa berpotensi mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan dengan segera mencari bantuan.


British Heart Foundation mengatakan: Tidak ada bukti medis untuk mendukung 'batuk CPR' saat mengalami serangan jantung ketika Anda sendirian. Mitos 'batuk CPR' telah beredar di internet sejak lama, terutama di situs media sosial seperti Facebook. Jika Anda menemukannya pesan itu, mohon jangan menyebarkannya dan beritahu bahwa saran itu tidak benar.


American Heart Association mengatakan: American Heart Association tidak mendukung "batuk CPR," sebuah prosedur batuk yang dipublikasikan secara luas di Internet. Seperti yang tercantum dalam Asosiasi Pedoman Jantung Amerika 2010 untuk Resusitasi Kardiopulmoner dan Perawatan Kardiovaskular Darurat, "batuk CPR" tidak berguna bagi korban dan tidak boleh diajari kepada regu penyelamat.


Mengingat bahwa British Heart Foundation dan American Heart Association merupakan otoritas terpercaya dibidang kesehatan jantung, metode batuk CPR tidak boleh Anda bagikan di media sosial. Peringatan itu bukan berarti 'batuk CPR' tidak berguna sama sekali atau berbahaya untuk segala kondisi.

Metode 'batuk CPR' sejatinya tidak boleh diajarkan kepada orang yang bukan ahlinya, apalagi penderita serangan jantung yang awam akan pengetahuan medis. Jika dilakukan secara sembarangan akan berisiko fatal bagi penderitanya.

Seperti yang telah dijelaskan oleh American Heart Association di atas, batuk CPR bisa dilakukan oleh ahli medis dalam pantaun ketat (misalnya dengan mesin EKG - elektrokardiografi).

Kesimpulan: Batuk CPR pada penderita serangan jantung tidak dianjurkan oleh para ahli medis, pesan itu tidak boleh disebarkan karena berpotensi berbahaya bagi penderita. Batuk CPR hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis yang tepat atau oleh orang yang telah mendapatkan pelatihan medis berdasarkan keahlian.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!