03 December 2017

Foto-foto perdagangan Budak di Libya: Disinformasi



Baru-baru ini beredar foto-foto yang diklaim sebagai perdagangan budak di Libya. Foto-foto mengerikan yang menggambarkan budak asal Afrika yang dijual ke Libya menyebar dan dilihat oleh jutaan pasang mata di seluruh dunia, foto-foto tersebut diedarkan oleh outlet berita utama Indonesia.

Tempo.co dalam artikel berita berujudul "Libya Bentuk Tim Investigasi Perdagangan Budak Imigran Afrika" menampilkan beberapa foto yang diklaim terkait dengan perdagangan budak di Libya. Pemerintah Libya yang didukung PBB mengatakan, pihaknya telah menyelidiki laporan tentang imigran asal Afrika yang dijual sebagai budak.




Ketiga foto yang ditampilkan oleh Tempo yang diklaim terkait dengan perdagangan budak Afrika di Libya nyatanya tidak ada korelasinya dengan isi berita. Berikut fakta dari foto-foto yang diklaim sebagai perdagangan budak di Libya



Foto ini tidak diketahui sumber awalnya, banyak digunakan dalam artikel berita tentang insiden dan kondisi buruk di penjara Mali, Guinea, Kamerun, dan Togo. Salah satu artikel tertua yang menggunakan foto ini dirilis pada tahun 2014. Sangat jelas foto tersebut tidak ada hubungannya dengan perdagangan budak di Libya 2017.


Foto ini memang terjadi di Libya tetapi tidak ada korelasinya dengan perdagangan budak. Pria berkaos putih yang ditodong senjata adalah pemberontak anti-Gadaffi yang ditangkap pasukan loyalis Gadaffi saat terjadi perang sipil di Libya pada tahun 2011. Foto ini diabadikan oleh fotografer konflik dan perang Remi Ochlik pada 25 Agustus 2011 di Tripoli, Libya.



Tiga pria kulit hitam kakinya diikat di atas bukanlah budak di Libya. Foto tersebut beredar di internet pada Oktober 2017 mengatakan bahwa mereka adalah kelompok pencuri yang ditangkap di Nigeria. Mereka dianiaya oleh para pemuda setelah kepergok mencuri sebelum diserahkan kepada polisi. Cerita tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya karena mengandalkan informasi dari blog pribadi dan pengguna Facebook tidak dikenal, namun setidaknya foto itu sudah ada sebelumnya yang tidak ada hubungannya dengan perdagangan budak di Libya.

Tidak dipungkiri bahwa perdagangan budak asal Afrika di Libya tahun 2017 benar-benar terjadi, karena para imigran dari seluruh wilayah di Afrika harus melewati Libya menuju Eropa. Organisasi Internasional untuk Imigran telah mendokumentasikan di mana para imigran dari Afrika yang mencapai Libya dilaporkan dijual sebagai budak.

Jadi, berita tentang penjualan budak di Libya yang dilaporkan adalah nyata. Namun, gambar-gambar yang ditampilkan oleh Tempo tidak ada korelasinya dengan isi berita alias "disinformasi".

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon