16 December 2017

Apakah Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad?



Salah satu penerbit silsilah terbaik dunia, Burke Peerage, telah menerbitkan hasil studi dimana Ratu Elizabeth II dinyatakan memiliki darah Nabi Muhammad SAW. Hasil studi ini pastinya menggemparkan dunia Islam, berbagai pihak menanggapinya dengan cara yang berbeda.

Hubungan darah Nabi Muhammad yang mengalir pada tubuh Ratu Elizabeth II diketahui melalui raja-raja Arab di Sevilla yang tercatat pernah menguasai Spanyol. Al-Qasim menjadi penguasa Sevilla, sebuah wilayah di Spanyol Muslim sampai kematiannya pada tahun 1042. Lalu takhtanya diteruskan oleh anaknya, Al-Mu'tadid, lalu diteruskan oleh generasinya selanjutnya, Muhammad Al-Mu'tamid ibn Abbad yang menguasai Cordoba pada tahun 1071. Al-Mu'tamid menjadi yang ketiga dan terakhir menguasai Spanyol yang berasal dari Al-Andalus (Andalusia).

Berikut silsilah dari Nabi Muhammad SAW hingga Ratu Elizabeth II berdasarkan studi Burke Peerage:
Elizabeth II, Queen of the UK anak perempuan dari
George VI, King of the UK anak laki-laki dari
George V, King of the UK anak laki-laki dari
Edward VII, King of the UK anak laki-laki dari
Victoria, Queen of the UK anak perempuan dari
Edward, Duke of Kent and Strathearn anak laki-laki dari
George III, King of Great Britain anak laki-laki dari
Frederick, Prince of Wales anak laki-laki dari
George II, King of Great Britain anak laki-laki dari
George I, King of Great Britain anak laki-laki dari
Sophia, Electress of Hanover anak perempuan dari
Elizabeth of Bohemia anak perempuan dari
James I / VI, Raja Inggris, Irlandia & Skotlandia laki-laki dari
Mary, Queen of Scots anak perempuan dari
James V, King of Scots anak laki-laki dari
Margaret Tudor anak perempuan dari
Elizabeth of York anak perempuan dari
Edward IV, King of England anak laki-laki dari
Richard Plantagenet, Duke of York anak laki-laki dari
Richard of Conisburgh, Earl of Cambridge anak laki-laki dari
Isabella Perez of Castille anak perempuan dari
Maria Juana de Padilla anak perempuan dari
Maria Fernandez de Henestrosa anak perempuan dari
Aldonza Ramirez de Cifontes anak perempuan dari
Aldonza Gonsalez Giron anak perempuan dari
Sancha Rodriguez de Lara anak perempuan dari
Rodrigo Rodriguez de Lara anak laki-laki dari
Sancha Alfonsez, Infanta of Castile anak perempuan dari
Zaida (alias Isabella) anak perempuan dari
Al-Mutamid ibn Abbad, King of Seville anak laki-laki dari
Abbad II al-Mutadid, King of Seville anak laki-laki dari
Abu al-Qasim Muhammad ibn Abbad, King of Seville anak laki-laki dari
Ismail ibn Qarais anak laki-laki dari
Qarais ibn Abbad anak laki-laki dari
Abbad ibn Amr anak laki-laki dari
Amr ibn Aslan anak laki-laki dari
Aslan ibn Amr anak laki-laki dari
Amr ibn Itlaf anak laki-laki dari
Itlaf ibn Naim anak laki-laki dari
Naim II al-Lakhmi anak laki-laki dari
Naim al-Lakhmi anak laki-laki dari
Zahra bint Husayn anak perempuan dari
Husayn ibn Hasan anak laki-laki dari
Hasan ibn Ali anak laki-laki dari
Fatimah bint Muhammad anak perempuan dari
Nabi Muhammad SAW

Al-Mu'tamid memiliki seorang putri bernama Zaida, yang akhirnya berganti nama menjadi Isabella (Elizabeth). Zaida dari Sevilla inilah yang menjadi kunci keturunan Nabi Muhammad selanjutnya tidak lagi beragama Islam, Zaida masuk agama Katolik untuk menghindari penangkapan setelah kekalahan pada abad ke-11. Identitas Zaida menjadi kontroversi karena para sejarawan memiliki perbedaan mengidentifikasi identitasnya.

Lukisan Zaida dari Sevilla

Beberapa sejarawan mengatakan bahwa Zaida adalah menantu Al-Mu'tamid. Sedangkan sejarawan lainnya mengatakan bahwa Zaida sebenarnya adalah putri kandung Al-Mu'tamid. Pada tahun 1091, kerajaan Almoravid, kekaisaran Muslim yang berpusat di Maroko, menyerang Selatan Spanyol, Zaida akhirnya ditangkap.

Wilayah kekuasaan Andalusia di Spanyol

Zaida berhasil melarikan diri dan berlindung ke Sevilla. Namun Sevilla juga berhasil ditaklukkan oleh kekaisaran Almoravid, Zaida akhirnya tidak memiliki pilihan selain berlindung kepada Raja Alfonso VI, di Utara Spanyol. Raja Alfonso VI membawa Zaida ke istananya dan menjadikannya sebagai selir. Pada titik tertentu Zaida masuk agama Katolik dan mengganti namanya menjadi Isabella.

Alfonso VI diketahui memiliki beberapa anak, tapi hanya satu anak lelaki bernama Sancho, yang lahir dari rahim Zaida, Sancho tewas saat usia muda dalam pertempuran. Zaida juga memiliki dua anak perempuan, Sancha dan Elvira, namun sejarawan masih belum mendapatkan kesepakatan apakah mereka berdua benar-benar putri kandung Zaida. Dalam garis silsilah Kerajaan Inggris yang berasal dari Nabi Muhammad, darah Zaida diteruskan oleh Sancha Alfonsez yang menikah dengan Rodrigo Gonzalez de Lara dari Kastilia. Darah Sancha kemudian mengalir ke keturunan selanjutnya hingga ke keluarga Kerajaan Inggris.


Studi yang menyatakan bahwa Ratu Elizabeth II merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW masih belum disepakati oleh para sejarawan. Dalam hal ini sejarawan masih berbeda pendapat mengenai identitas Zaida alias Isabella. Beberapa sejarawan membantah bahwa Zaida pernah mengganti nama menjadi Isabella, yang lainnya juga menyangkal bahwa Zaida bukan putri dari Arab, melainkan putri dari Raja Louis VI dari Prancis (namun silsilah Raja Louis tidak ditemukan nama Isabella).

Prasasti makam Zaida dipindahkan ke Leon, dalam prasasti batu nisannya tertulis dalam bahasa Latin: HR Regina Elisabeth, uxor regis Adefonsi, filia Benabet Regis Sevillae, quae prius Zayda, fuit vocata (Ratu Isabella, istri Raja Alfonso, putri dari ibn Abbad, raja Sevilla, yang sebelumnya disebut Zayda.)

Berita mengenai Ratu Elizabeth II memiliki darah Nabi Muhammad SAW menjadi perbincangan berasal dari laman Observer. Berdasarkan hasil rilis siaran pers oleh Persatuan Pers Internasional (10 Oktober 1986), keluarga Kerajaan Inggris merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad tidak dapat menjamin dapat melindungi keluarga kerajaan dari teroris. Observer dalam akhir artikelnya masih mempertanyakan keakuratan garis silsilah terbebut.

Kesimpulan: Kabar bahwa Ratu Elizabeth II memiliki darah Nabi Muhammad SAW masih dianggap kontroversi. Secara garis silsilah dari Nabi Muhammad SAW hingga ke Ratu Elizabeth II mungkin cukup masuk akal. Namun kontroversi terjadi pada identitas Zaida hingga Sancha, para sejarawan masih belum mendapatkan jawaban pasti apakah Zaida putri dari Al-Mutamid merupakan Isabella, istri dari Raja Alfonso VI. Dan identitas Sancha juga masih belum diketahui secara jelas oleh para sejarawan, apakah ia putri kandung Zaida atau putri dari istri Alfonso VI yang lainnya (Alfonso VI menikah lima kali).

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!