12 December 2017

Apakah Israa Abed Ditembak Tentara Israel Karena Mempertahankan Hijabnya?



Konflik antara Israel dan Palestina kembali pecah pasca keputusan presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengesahkan kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Gelombang protes disuarakan dari berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sebuah kabar kembali merebak dimana tentara Israel telah menembak seorang wanita Palestina,  Israa Abed (28), karena ia menolak melepaskan hijabnya.


Penembakan Israa Abed yang dilakukan tentara Israel terjadi pada 9 Oktober 2015, terjadi di stasiun bus Afula, utara Israel. Insiden tersebut berhasil diabadikan dalam rekaman video, kabar yang beredar mengatakan Israa ditembak hingga tewas.


Jika Anda melihat video di atas, mungkin Anda berpikir Israa tewas setelah dihujam timah panas oleh pasukan Israel. Namun faktanya Israa mampu bertahan hidup. Pasca insiden tersebut Israa ditangkap oleh pihak Israel dan dituntut ringan atas kepemilikan pisau di tempat umum.

Tuduhan bahwa Israa berupaya menyerang pasukan Israel dengan menggunakan pisau tidak terbukti. Media Israel Haaretz melaporkan bahwa Israa menderita gangguan jiwa setelah bercerai dan kehilangan hak asuh atas anaknya. Ia mencoba menyerang polisi dengan menggunakan pisau

Asra’a Zidan Abed, a divorced mother who lost custody of her child after attempting suicide, was shot and injured by police gunfire. She suffers from mental illness and has a history of hospitalizations, the Shin Bet and police noted in their evaluation of her submitted to the district attorney on Wednesday.

Ayah Israa Abed, Zeidan Abed membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa putrinya tidak berniat menyerang siapapun saat itu. "Klaim itu tidak benar," kata Zeidan kepada situs Arab48. "Dia dibesarkan dengan baik dan berprestasi dalam pendidikannya."

Setelah sembuh Israa akhirnya dituntut di pengadilan Israel, pihak jaksa dan pengacara bersikeras dengan keyakinannya masing-masing. Namun klaim bahwa Israa melakukan teror dan hendak melukai orang lain saat kejadian tidak terbukti.


Kabar penembakan Israa Abed oleh tentara Israel kembali diedarkan untuk memperkeruh suasana. Bagi yang tidak mengetahuinya pasti mengira kejadian tersebut terjadi setelah pengakuan Trump atas kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Gambar wanita berkerudung coklat banyak beredar mengklaim sebagai Israa Abed.


Faktanya wanita tersebut bukanlah Israa Abed. Foto tersebut digunakan di Linked in oleh pemilik akun Ayesha Usman.


Berikut foto asli Israa Abed:

Israa Abed (Gambar: Radionisaa.ps)

Israa Abed bersama ayahnya, Zeidan Abed (Gambar: Arab48)

Israa Abed bersama ayahnya, Zeidan Abed (Gambar: Arab48)

Gambar: Almasar.co.il

Berikut video Israa Abed saat dibebaskan oleh Pengadilan Militer Israel dan menjadikannya sebagai tahanan rumah sampai masa hukumannya selesai.


Kesimpulan: Insiden penembakan Israa Abed oleh tentara Israel terjadi pada Oktober 2015. Israa sangat beruntung karena penembakan yang terjadi pada dirinya tidak mengakibatkan kematian. Klaim bahwa Israa ditembak oleh tentara Israel karena dirinya menolak melepaskan hijab adalah tidak benar. Gambar wanita berkerudung coklat yang diklaim sebagai dirinya (Israa) adalah orang lain, bukan Israa Abed.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!