11 November 2017

Video: Modus Pencurian Pecah Kaca Mobil Menggunakan Garam dan Ludah: Hoax


Klaim: Video reka ulang modus pencurian menjebol kaca mobil hanya dengan garam dan ludah.

Sumber klaim: Tribunnews.com, Okezone.com.


Untuk mengetahui modus pencurian, polisi meminta pencuri tersebut untuk mengulang kejadian yang biasa ia gunakan untuk mencuri barang dari dalam mobil.

Ternyata pencuri tersebut mencuri barang yang ada di dalam mobil dengan cara memecahkan kaca mobil.

Lebih mengerikannya lagi, kaca tersebut dipecahkan hanya dengan bantuan garam dan air liur saja.


HOAX

ANALISIS

Laporan berita modus kejahatan membobol kaca mobil hanya menggunakan garam dan ludah berdasarkan dari klip video, seorang maling yang ditangkap diminta mempraktekan cara memecahkan kaca mobil hanya dengan melemparkan garam yang sebelumnya dicampur dengan ludah. Video tersebut nyata, namun klaim bahwa garam dan ludah yang digunakan untuk memecahkan kaca mobil tidak benar.

Video tersebut menjadi viral dengan deskripsi garam dan ludah untuk memecahkan kaca mobil, klaim bahwa potongan benda kecil putih adalah garam hanya berdasarkan asumsi. Terlihat dalam video tersebut seorang pencuri yang diborgol melakukan reka ulang cara mudah memecahkan kaca mobil.

Orang itu memegang potongan kecil (klaim mengatakan garam) di tangannya, lalu menempelkan di mulutnya hingga basah dengan ludahnya, dan kemudian melemparkannya ke kaca mobil bagian samping hingga pecah. Kemudian hanya dengan sedikit dorongan menggunakan kedua tangan, kaca mobil terlepas, dengan demikian pencuri dapat leluasa masuk ke dalam mobil


Jika Anda melihat video itu dengan cermat, setelah pria tersebut melempar bahan ke kaca jendela mobil, potongan berwarna putih yang diklaim garam tidak menempel melainkan terpental jauh  setelah terbentur dengan kaca mobil.

Benda putih yang terlihat dalam klip video bukan garam, melainkan potongan keramik dari busi bekas yang dipecahkan. Modus memecahkan kaca mobil menggunakan pecahan keramik busi bukan hal baru, setidaknya sudah digunakan sejak tahun 1995. Cara ini dikenal dengan teknik ninja rocks, bekerja secara senyap namun mematikan.


Kepadatan tinggi dan ketajaman dari fragmen keramik busi sangat efektif untuk memecahkan kaca jendela mobil, namun tidak cukup efektif untuk kaca depan jika pecahan keramik kurang tajam. Kaca mobil bagian depan umumnya terbuat dari jenis Laminted Glass (terbentuk dari tiga lapisan bahan), dua kaca dan satu lembaran film (Polyvinyl Butiran Film/PVB) yang berada di tengah-tengah terjepit diantara dua kaca tersebut. Kekuatan kaca jenis ini terletak pada bagian filmnya yang kuat dan sangat lekat, sehingga dapat menambah kekuatan kaca.

Sedangkan kaca mobil bagian samping umumnya menggunakan bahan Temperred Glass, kaca jenis ini sulit dipecahkan memiliki kekuatan tiga kali dibanding kaca biasa, namun akan mudah pecah jika terkena benda tajam. Pecahan keramik busi yang tajam jika dilemparkan ke kaca jendela mobil akan pecah berkeping-keping seperti kristal, jika menggunakan kaca film maka pecahan kaca menempel pada kaca film, hanya dengan menekannya dengan tangan dapat dengan mudah melepaskannya.

Berikut video serupa demontrasi menggunakan pecahan keramik busi untuk memecahkan kaca jendela mobil.


Berikut video pembuktian dari National Geographic, kaca jendela mobil sangat kuat ketika dipukul menggunakan palu, namun sangat mudah pecah ketika dilempar menggunakan pecahan keramik busi.


Kesimpulan: Klip video memecahkan kaca jendela mobil yang diklaim menggunkan garam dan ludah adalah hoax. Garam alumina memang memiliki kekerasan cukup tinggi, tapi tidak cukup tajam untuk memecahkan kaca mobil, sedangkan ludah entah fungsinya untuk apa?

Benda putih itu bukan garam melainkan pecahan keramik busi, dengan kekerasan dan ketajamannya dapat dengan mudah memecahkan kaca mobil. Jika hanya memiliki kekerasan tinggi tidak cukup efektif memecahkan kaca, bahkan benturan palu (terlihat dalam video National Geographic) tidak mampu memecahkan kaca, kuncinya ada pada ketajaman benda.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon