15 November 2017

Perang Propaganda: Rusia Memberikan Bukti Palsu Keterlibatan AS Dengan ISIS



Episode baru perang opini publik diluncurkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, mereka memberikan bukti lima gambar persekongkolan antara Amerika Serikat dan ISIS. Gambar-gambar dipresentasikan sebagai "konvoi kendaraan ISIS" yang bekerja sama dengan militer AS di Suriah.

Gambar ini telah dihapus di Twitter Kementerian Pertahanan Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia menerbitkan lima foto pembuktian konvoi kendaraan yang mengevakuasi pasukan ISIS dari Suriah menuju perbatasan Suriah-Irak, namun satu foto dihapus (gambar atas). "Bukti tak terbantahkan bahwa AS membantu pasukan ISIS untuk kepentingan mereka di Timur Tengah," cuitan Departemen Pertahanan Rusia di akun Twitter resminya (14/11/2017).


Menurut kementerian Rusia, serangan tentara Suriah dalam merebut kembali kota Abu Kamal, dilakukan dengan didukung oleh Angatan Udara Rusia akhir pekan lalu. Serangan itu mengungkap keterlibatan AS yang berkoalisis dengan ISIS. Dalam kalimnya mengatakan bahwa semua foto diambil dari drone Rusia pada 9 November 2017.





Apa yang benar?

Gambar yang ditampilkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia sebagai pembuktiaan koalisi AS dan ISIS adalah keliru. Salah satu gambar faktanya diambil dari video game AC-130 Gunship. Tuduhan yang sangat serius nyatanya palsu diambil dari sebuah video game, lima foto yang ditampilkan pihak Rusia tidak ada satu pun sesuai dengan tuduhan.


Berikut video dari Simulator Pertarungan Game AC-130 - Convoy engagement:



Tim Intelijen Konflik (kelompok penyelidik online Rusia) telah memeriksa semua gambar. Empat foto lainnya masih terpampang di Twitter Kementerian Pertahanan Rusia, faktanya semua foto itu diambil dari rekaman tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Irak - menggambarkan pemboman udara pasukan Irak menghancurkan konvoi ISIS di Falujjah, Irak.



Selama operasi dua hari (29-30 Juni 2016) pejuang ISIS berusaha melarikan diri dari pinggiran Fallujah dengan menggunakan konvoi kendaran hingga mencapai panjang beberapa kilometer. Helikopter Angkatan Darat Irak terbang menuju konvoi dan menghancurkannya dengan serangan udara.

Halaman Facebook resmi Kementerian Pertahanan Rusia segera menghapus postingannya setelah banyak orang meragukan dan membantahnya. Kami mendapatkan postingannya di Web Archive. Kementerian tersebut mengatakan akan menyelidiki insiden tersebut dan melemparkan kesalahan kepada seorang pegawai sipil (pengelola akun) yang telah menambahkan foto-foto dari pernyataan Menteri Pertahanan Rusia.

Kesalahan itu bukan yang pertama kali, sebelumnya seorang sutradara AS yang telah memenangi berbagai penghargaan, termasuk Oscar, Oliver Stone, dalam film dokumenter wawancara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menunjukan video serangan udara Rusia di Suriah kepada Stone. Video itu sebenarnya rekaman tahun 2009, sebuah serangan pasukan AS di Afganistan.



Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon