05 November 2017

Fakta Sebenarnya Rumor Pria Dideportasi Dari Arab Saudi Karena Terlalu Tampan



Pernahkah Anda mendengar nama Omar Borkan Al Gala, pria yang dideportasi dari Arab Saudi karena terlalu tampan? Cerita tentang Omar Borkan dimulai pada April 2013, ia bersama dua pria lainnya dikabarkan dideportasi oleh pihak Arab Saudi karena terlalu tampan. Alasan deportasi tersebut karena ketampanannya dianggap berbahaya bisa menyebabkan banyak wanita tergoda.

Omar menjadi sensasi internet hingga mendapat popularitas tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Kisahnya banyak dilaporkan oleh outlet berita dunia, hanya dalam haktu 48 jam setelah beritanya menjadi viral, Omar mendapatkan 800.000 followers di halaman Facebook-nya.

Cerita dimulai ketika Omar bersama teman-temannya berada di sebuah festival budaya di Riyadh, Arab Saudi. Omar merupakan seorang model, ia didatangi banyak gadis untuk meminta tanda tangan dan foto bersama, jumlah gadis yang datang semakin banyak hingga membuat polisi syariah menghampirinya.

Melihat Omar yang dikerumuni banyak wanita, polisi syariah tidak menyukainya karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Polisi syariah akhirnya meminta Omar untuk meninggalkan acara festival. Arab Saudi memiliki aturan ketat yang membatasi interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahramnya.

Omar Borkan Al Gala

Omar Borkan Al Gala

Omar Borkan Al Gala

Omar Borkan Al Gala

Cerita tentang Omar awalnya dia diusir dari acara festival, kemudian cerita semakin liar mengatakan bahwa ia diusir dari Arab Saudi. Selama beberapa bulan Omar selalu menolak saat dimintai konfirmasi, dia tidak pernah membenarkan cerita itu ataupun menyanggahnya. Omar yang merupakan model dan fotografer sengaja bungkam untuk mendulang popularitasnya. Omar berasal dari Abu Dhabi, setelah kejadian itu ia pindah ke Kanada bersama orang tua dan tiga saudara laki-laki.

Dalam sebuah wawancara CTV News dan E-Talk, Omar memilih tidak menanggapi kebenaran terkait beritanya. Ia malah membicarakan efek rumor tersebut yang mengubahnya menjadi selebriti internet, dia menolak membicarakan apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya berada di Arab Saudi.

"Saya tidak pernah mengklaim cerita itu," kata Omar. "Saya tidak mengatakan itu benar, saya juga tidak mengatakan itu tidak benar."


Namun akhirnya Omar mengatakan yang sebenarnya. Dalam wawancara dengan sebuah majalah Meksiko, dia membantah dan mengatakan "tidak pernah diusir dari Arab Saudi karena terlalu tampan". Namun berita itu telah membantunya menjadi populer hingga dikenal banyak orang dari seluruh dunia dan menaikan karirnya.

"Sebenarnya saya sedang berjalan-jalan, saya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah," kata Omar mengutip dari majalah tersebut, kata Latino Post, mengutip laporan lain dari Peru.com.

Omar cukup cerdas memanfaatkan rumor tersebut dimana dia berhasil memanfaatkannya dengan memilih bungkam hingga membuatnya menjadi tenar. Seandainya ia langsung membantahnya, mungkin ceritanya akan berbeda, ia akan kehilangan popularitas dan tidak akan mendapatkan followers di halaman Facebook-nya yang mencapai lebih dari 1 juta followers.


Berikut rangkuman cerita yang sebenarnya dari laporan Al-Hayat berdasarkan keterangan beberapa pihak berwenang:

Cerita awal berasal dari stand UEA yang berpartisipasi di Festival Budaya Nasional di Riyadh menarik tiga pemuda dari stand - bukan dilakukan pihak Saudi seperti cerita yang beredar. Alasan penarikan karena khawatir menimbulkan fitnah bagi wanita yang menghadiri festival. Tiga pemuda tersebut berulah dengan menari di luar stand hingga meresahkan. Akibatnya, mereka diinterogasi oleh anggota Garda Nasional, tapi dia tidak diminta meninggalkan festival, apalagi meninggalkan negara.

Ketiga pemuda tersebut akhirnya dipulangkan lebih awal ke Abu Dhabi oleh pihak UEA - bukan dideportasi oleh pemerintah Saudi. Juru bicara Festival Budaya Nasional, Kolonel Khalid bin Abdul Aziz mengatakan bahwa ketiga pemuda yang merupakan anggota stand UEA berperilaku tidak pantas hingga menimbulkan kericuhan. Pihak keamanan bertugas sesuai prosedur melakukan pengamanan dengan menindak lanjuti keluhan pengunjung atas perilaku tiga anggota stand UEA. Keputusan menarik dan memulangkan dilakukan oleh UEA karena tiga pemuda tersebut merupakan anggota yang mewakili UEA di Festival Budaya Nasional.

Ketiga pemuda tersebut tidak disebutkan identitasnya, namun tiba-tiba seorang pria bernama Omar Borkan Al Gala dikabarkan salah satu dari ketiga pemuda tersebut. Entah apakah nama Omar Borkan Al Gala dimunculkan oleh outlet berita atau dia sendiri yang mengklaimnya. Yang pasti, Omar mendapatkan keuntungan besar karena namanya menjadi viral, dan kedua pemuda lainnya tidak pernah diketahui.

Munculnya nama Omar terindikasi sengaja untuk menaikan popularitas dengan memanfaatkan berita tiga pemuda tersebut yang tidak disebutkan namanya, nyatanya hanya Omar yang muncul sedangkan dua pemuda lainnya tidak diketahui.

Kesimpulan: Cerita bahwa Omar Borkan AL Gala dan dua pria lainnya dideportasi oleh pihak Arab Saudi karena terlalu tampan terbukti hoax. Bahkan Omar telah membantahnya walaupun sebelumnya dia bungkam, dan cerita yang beredar tidak sesuai dengan cerita yang sebenarnya. Identitas kedua pemuda tidak diketahui, hanya nama Omar Borkan yang muncul hingga menjadi viral dan membuat dirinya mendapatkan popularitas tinggi.

Tidak jelas apakah nama Omar Borkan Al Gala dimunculkan oleh media atau Omar sendiri yang mengklaimnya dengan memanfaatkan masalah yang terjadi di acara Festival Budaya Nasional di Riyadh. Memang benar ada tiga pemuda yang ditarik dari acara festival dan dipulangkan lebih awal, namun tindakan itu dilakukan oleh UEA, bukan Arab Saudi. Yang pasti pihak yang paling diuntungkan dari rumor tersebut adalah Omar Borkan, sekarang dia sangat populer dan dikenal banyak orang di seluruh dunia.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon