22 November 2017

Bukti Baru Pendaratan Apollo 17 Palsu: Hoax



Klaim: Bukti baru kalau pendaratan Apollo 17 hoax

Sumber klaim: CNN Indonesia


Para penganut teori konspirasi kembali mengajukan bukti baru yang menyatakan kalau pendaratan Apollo 17 adalah palsu. Hal ini menguatkan keraguan terhadap pendaratan bulan yang sudah berusia hampir setengah abad ini kembali mengemuka.

Sebuah gambar misi Apollo 17 yang diduga diambil pada Desember 1972 di Bulan telah beredar secara online. Dalam gambar itu, YouTuber Streetcap1 menunjukkan bayangan seseorang yang dia sebut sebagai "petugas pentas". Biasanya orang dengan pekerjaan itu bertanggung jawab untuk mengurusi properti selama pertunjukkan.

Fotonya diunggah dengan judul "Reflection in a Visor" atau dalam Bahasa Indonesia berarti "Refleksi dalam Kedok". Streetcap1 kemudian menyatakan keraguannya mengenai pendaratan di Bulan pada 1972.

Dia meyakini foto tersebut telah "diatur" karena ada orang yang tidak menggunakan baju astonaut ketika berada di luar angkasa.

"Anda bisa melihat sepertinya ada pria berusia di atas 70 tahun, dengan rambut panjang, memakai sejenis baju sepinggang," katanya. "Ini membuatku mulai bertanya-tanya. Di mana baju astronaut pria ini?"

Namun, tentunya mereka akan memerlukan baju astronaut untuk berada di ruang hampa Bulan. Video Streetcap1 sendiri mendapat beberapa komentar setuju, sementara yang lain menuduhnya melakukan edit foto dengan photoshop.

Misi Apollo 1972 sendiri bukanlah misi berawak pertama yang berhasil sampai ke bulan. Misi pertama dilakukan oleh Apollo 11 bersama Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Mereka diyakini sebagai manusia pertama yang melangkahkan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969, seperti ditulis News Week.

Namun selama bertahun-tahun pencapaian tersebut terus dipertanyakan. Oleh karena itu, gambar-gambar yang disebut diambil di Bulan diteliti selama bertahun-tahun untuk menemukan bukti baru.

Di tahun-tahun sebelumnya, foto-foto dari Bulan disebut palsu karena Bendera Amerika terlihat tertiup angin di ruang hampa udara. Selain itu, batu-batu yang disebut diambil dari Bulan juga diklaim hanya dicomot dari Antartika.

HOAX

ANALISIS

Kabar bahwa pendaratan Apollo 17 di Bulan adalah hoax berdasarkan bukti foto penampakan seorang pria berambut panjang tidak menggunakan baju astronot terlihat pada pantulan kaca helm. Bukti yang dilampirkan hanya berdasarkan dugaan dan asumsi dari pecinta teori konspirasi, bukan laporan ilmiah.

Semua itu berawal dari tweet outlet berita Fox News: "Anda yang menentukan: Orang-orang yang skeptis membongkar gambar pendaratan di Bulan." Tweet itu  memang sebuah pertanyaan, namun diamini oleh para pecinta teori konspirasi hingga disebarkan oleh outlet berita global dan dianggap kebenaran.


Foto itu berasa dari NASA, pendaratan Apollo 17 di Bulan pada 1972, diupload oleh pengguna StreetCap1, yang mereka klaim sebagai bukti baru di mana pendaratan di Bulan adalah palsu. Dalam video berdurasi empat menit, pengunggah mengklaim astronot tidak menggunakan pesawat ruang angkasa.

(Gambar: NASA)

"Apa yang kita lihat di sini adalah sosok manusia yang tidak menggunakan pesawat ruang angkasa, sekitar awal 70-an ... foto Apollo 17," kata Streetcap1 dalam video tersebut. "Ada beberapa pertentangan kembali ke tahun 2009 tentang legitimasi foto-foto ini."

Fox News telah mencoba mengesahkan sebuah dugaan yang jelas sangat tidak masuk akal, tapi sepertinya Streetcap1 mendapat angin segar mendapatkan perhatian bahwa bukti baru yang mereka ajukan menjadi viral.


Hanya dibutuhkan pencarian Google untuk mengetahui kebenarannya dan menelanjangi klaim StreetCap1. Penulis astronomi Jason Major telah menunjukkan bukti bahwa pria yang dimaksud sangat jelas pilot modul lunar, Harrison "Jack" Schmitt tercermin pada helm pelindung Komandan Eugene Cernan.


Seperti kebanyakan teori konspirasi pendaratan di Bulan, klaim yang mereka ajukan hanya berdasarkan prasangka dan dugaan, bukan laporan ilmiah. Klaim bahwa Amerika telah berbohong tentang pendaratan di Bulan telah dibantah menggunakan beberapa bukti, berasal dari pihak 1, 2 dan 3.

Bukti dari pihak pertama yaitu NASA dan AS telah memberikan bukti-bukti bahwa Apollo 11 pernah mendarat di Bulan, bahkan dengan beberapa misi Apollo selanjutnya. Bukti dari pihak kedua berasal dari otoritas independen, tidak ada ilmuwan yang meragukan pendaratan Apollo di Bulan, kecuali ilmuwan teori konspirasi. Bukti dari pihak ketiga yaitu negara-negara yang memiliki program luar angkasa sendiri, seperti Uni Soviet, Jepang, India, dan China.

Tuduhan bahwa AS telah melakukan kebohongan pendaratan manusia ke Bulan hanya berdasarkan alasan bahwa AS selalu ingin lebih unggul dari Uni Soviet. Faktanya pihak Uni Soviet mengakui bahwa mereka pernah memiliki program peluncuran roket berawak ke Bulan untuk menyaingi misi AS, namun dihentikan karena telah disalip oleh Apollo.

Modul Lunar Rusia

Sebuah pertanyaan yang selalu diajukan orang-orang yang meragukan pendaratan manusia di Bulan: "Mengapa sekarang tidak ada lagi pendaratan di Bulan, sedangkan teknologi lebih canggih dibanding saat itu?"

Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat sederhana: Saat ini tidak ada lagi misi pendaratan manusia ke Bulan karena tidak ada tujuannya, harus ada tujuan jelas agar biaya yang dikeluarkan dengan jumlah sangat besar tidak sia-sia. Saat itu tujuannya sangat jelas, selain persaingan teknologi, misi tersebut adalah awal sejarah peradaban manusia menjejaki Bulan dan untuk mengeksplorasi Bulan demi kepentingan ilmu pengetahuan.

Apollo 11 adalah sebuah misi luar angkasa berawak pertama yang berhasil membawa manusia ke Bulan pada 20 Juli 1969, namun itu bukan satu-satunya. Selanjutnya ada misi lain di mana Apollo melakukan beberapa kali pendaratan di Bulan, seperti Apollo 12, Apollo 13( gagal mendarat di Bulan), Apollo 14, Apollo 15, Apollo 16, Apollo 17.

Apollo 11
Diluncurkan 16 Juli 1969
Mendarat di Bulan 20 Juli 1969
Sea of Tranquility
Kembali ke Bumi 24 Juli 1969

Apollo 12
Diluncurkan 14 November 1969
Mendarat di Bulan 19 November 1969
Ocean of Storms
Kembali ke Bumi 24 November 1969

Apollo 13
Diluncurkan 11 April 1970
Karena ada masalah teknis, pendaratan di Bulan terpaksa dibatalkan
Kembali ke Bumi 17 April 1970

Apollo 14
Diluncurkan 31 Januari 1971
Mendarat di Bulan 5 Februari 1971
Fra Mauro
Kembali ke Bumi 9 Februari 1971

Apollo 15
Diluncurkan 26 Juli 1971
Mendarat di Bulan 30 Juli 1971
Hadley Rille
Kembali ke Bumi 7 Agustus 1971

Apollo 16
Diluncurkan 16 April 1972
Mendarat di Bulan 20 April 1972
Descartes
Kembali ke Bumi 27 April 1972

Apollo 17
Diluncurkan 07 Desember 1972
Mendarat di Bulan 11 Desember 1972
Taurus-Littrow
Kembali ke Bumi 19 Desember 1972

Tuduhan pendaratan Bulan palsu berasal dari presiden International Flat Earth Research Society, Charles K. Jhonson. Kepercayaan Flat Earth (Bumi datar) berusaha membantah pendaratan Apollo di Bulan dengan menggunakan teori konspirasi sebagai pendukungnya, apa yang mereka lakukan dikarenakan pendaratan di Bulan bertentangan dengan kepercayaan mereka bahwa Bumi berbentuk datar.

Jadi, dengan pelbagai bukti yang telah diberikan bahwa pendaratan di Bulan adalah nyata. Jika Anda tetap meyakini bahwa pendaratan di Bulan adalah palsu, itu artinya Anda harus menolak bukti-bukti valid dari para ilmuwan dan memilih mempercayai teori konspirasi dengan mengandalkan argumen dari dugaan dan prasangka.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon