01 November 2017

Benarkah Registrasi Ulang Kartu SIM Hoax?



Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengeluarkan kebijakan tentang registrasi kartu seluler berbayar yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 14 Tahun 2017. Namun, beredar pesan berantai yang mengatakan bahwa daftar ulang nomor handphone adalah hoax.

Berikut pesan yang beredar:

Pengumuman harus daftar ulang no.Hp adalah HOAX..

Barusan liputan trans 7 jam 07.05 menit KOMINFO tdk pernah memberikan pernyataan seperti itu ITU HOAXS

DAN DATA YG DIMINTA ITU BISA DISALAHGUNAKAN OLEH ORANG YG TDK BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN PER BANKAN KARENA KUNCI ADMIN KITA DI BANK ADALAH NIK. DAN NAMA IBU KANDUNG
TOLONG SHARE INI KE TEMAN2.

Pesan berantai tersebut menjadi viral dan meresahkan masyarakat. Apa yang benar? Kominfo memang benar tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat harus registrasi ulang kartu SIM paling lambat 31 Oktober. Tetapi, hal itu bukan berarti Kominfo tidak mengeluarkan aturan registrasi kartu SIM.

Hoax yang dimaksud terkait dengan pesan viral yang menyatakan bahwa "jika tidak melakukan registrasi hari ini, 31 Oktober, kartu SIM prabayar baru disebut bakal tak berfungsi dan yang lama bakal diblokir secara bertahap."

Pesan tersebut mengatasnamakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), mereka tidak pernah mengeluarkan himbauan seperti itu. Faktanya, kebijakan registrasi kartu prabayar sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri KOMINFO.


Registrasi kartu prabayar merujuk pada Peraturan Kominfo Nomor 14 Tahun 2017, Tanggal 5 September 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Link 1 Link 2


Bagi masyarakat yang baru membeli kartu SIM prabayar hari ini atau setelahnya, harus melakukan registrasi untuk keperluan validasi dengan mencantumkan NIK dan KK. Sementara bagi pengguna kartu SIM lama, bisa melakukan registrasi mulai hari ini hingga paling lambat 28 Februari 2018. Jika tidak melakukan registrasi hingga deadline yang ditetapkan, kartu SIM pengguna lama akan terancam diblokir.

Pesan hoax yang mengatakan bahwa batas akhir registrasi ulang kartu SIM pada 31 Oktober, berakibat situs web operator seluler sempat down karena tingginya trafik pengunjung yang ingin melakukan registrasi kartu secara online. Hal tersebut juga membuat pelanggan lainnya menjadi kesulitan registrasi.

VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengungkap kegagalan registrasi ini terjadi karena tingginya antusiasme pelanggan di hari pertama. "Sehubungan dengan adanya keluhan pelanggan yang kesulitan registrasi prabayar, dapat kami sampaikan hal ini merupakan dampak antusiasme pelanggan yang luar biasa di hari pertama registrasi," tuturnya.

Selain itu, kami juga mendapatkan pesan bahwa aturan registrasi ulang kartu SIM merupakan konspirasi menjelang pemilihan presiden 2019. Dalam hal ini kami tidak berwenang untuk menyimpulkannya, kami terlalu bodoh dalam hal politik. Yang pasti, setiap kecurigaan harus selalu menggunakan akal sehat dan jangan sampai sikap kritis Anda membutakan hati hingga kebencian menguasai pikiran Anda.

Kesimpulan: Kominfo tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa registrasi ulang kartu prabayar hoax. Sangat jelas dalam situs resmi Kominfo bahwa registrasi pelanggan jasa telekomunikasi sudah diatur dalam peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 14 Tahun 2017. Sedangkan pesan hoax yang dimaksud adalah himbauan registrasi ulang kartu prabayar paling lambat 31 Oktober 2017 yang mengatasnamakan Kominfo. Faktanya tanggal 31 Oktober bukan batas akhir, namun awal dimulainya aturan soal registrasi kartu SIM prabayar tersebut.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon