19 November 2017

Bayi Asal Colorado Tewas Akibat Overdosis Ganja: Hoax



Klaim: Bayi 11 bulan di Colorado, Amerika Serikat, tewas akibat overdosis ganja.

Sumber klaim: Liputan6.com


Dokter memastikan, penyebab kematian bayi 11 bulan di Colorado, Amerika Serikat, adalah overdosis ganja.

Meski terheran-heran, dua dokter ahli mengklaim, bayi yang tewas pada 2015 silam itu mengalami miokarditis (radang dinding otot jantung) yang langka dialami anak-anak.

"Satu-satunya yang kami temukan adalah ganja," kata Hoyte dan Nappe dari Poison Mountain and Drug Center, seperti dimuat Foxnews, Jumat (17/11/2017).

Hoyte mengatakan, dia dan rekannya tidak menemukan semua penyebab kematian lainnya pada anak tersebut, termasuk bakteri, Coxsackievirus, jamur dan parasit, demikian dilaporkan oleh Reno Gazette Journal.

"Ada konsentrasi tinggi ganja dalam darahnya," tukas Hoyte. Dan akibatnya, anak itu berhenti bernapas dan meninggal.

Melihat hal tersebut, para dokter menyimpulkan, ini adalah kasus pertama anak yang terpapar ganja. Namun ahli lain mengatakan, temuan ini masih rancu mengingat identitas korban tidak jelas. Dan lagi, studi pada 2016 mengungkap, ganja tidak dapat menyebabkan miokarditis.

Kendati demikian, para ahli sepakat kalau penemuan ini bisa membuka jalan bagi ahli untuk kembali meneliti miokarditis.

"Ada Tetra Hydro Cannabinol, yaitu senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Cannabis atau Ganja dalam darah dan urine, anak itu" ujar Hoyte kembali.

Di sisi lain, Dr Noah Kaufman, dokter spesialis kedaruratan mengatakan, pernyataan ini terlalu berlebihan. "Karena ini kasus pertama, kita baru punya satu kasus sehingga saya tidak setuju (dengan ganja menyebabkan miokarditis."

Kaufman juga mempertanyakan jenis produk THC yang terkandung di dalam tubuh anak itu dan bagaimana dia mencernanya. Sebab bisa jadi, kata dia, anak itu alergi terhadap zat lain yang memicu miokarditis.

"Tapi hasil ini merupakan peringatan penting bagi orang tua untuk menjaga zat membahayakan tersebut tetap jauh dari anak-anak," katanya.

"Bahkan jika saya tidak yakin bahwa ganja bisa membunuh anak Anda, Anda harus benar-benar berhati-hati karena mereka bisa benar-benar sakit dan menyebabkan masalah lain," katanya.


HOAX

ANALISIS

Kematian bayi di AS tercatat sebagai kasus overdosis ganja pertama di dunia yang dilaporkan, hal ini telah diverifikasi oleh dua dokter di Colorado. Klaim tersebut berawal dari laporan pada bulan Maret 2017 di mana seorang bayi di Colorado meninggal dunia pada 2015 silam. Pada November 2017, hasil forensik mengatakan bahwa bayi tersebut terpapar ganja dua hingga enam hari sebelum meninggal.

Laporan itu pertama kali dirilis oleh outlet berita AS, seperti Fox News dan New York Post, lalu menyebar secara global. Semua laporan bersumber dari artikel Reno Gazette Journal yang diterbitkan pada 16 November 2017, berdasarkan laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal Clinical Paractice and Cases in Emergency Medicine yang ditulis oleh dua orang dokter di Poison Rocky Mountain and Drug Center.

Two poison control doctors claim to have documented the first known case of death by marijuana overdose, sparking a medical debate over what killed an 11-month-old baby in Colorado two years ago.

The case report was published in the journal Clinical Practice and Cases in Emergency Medicine and is co-authored by a pair of doctors at the Rocky Mountain Poison and Drug Center, which is housed at Denver Health.

Klaim tersebut tidak benar. Penulis studi tidak mengatakan bayi tersebut meninggal karena overdosis ganja, mereka dengan jelas mengatakan "ini adalah kematian anak pertama yang dilaporkan terkait dengan paparan ganja".

Studi yang ditulis oleh Thomas Nappe dan Christopher Hoyte, dalam jurnal berjudul "Pediatric Death Due to Myocarditis After Exposure to Cannabis" (kematian bayi karena radang dinding otot jantung setelah paparan ganja), tidak menyebutkan penyebabnya overdosis ganja, tapi akibat "paparan ganja".


Sebelumnya kasus kematian anak disebabkan oleh paparan ganja belum pernah dilaporkan, penulis melaporkan kasus pertama kali seorang anak meninggal akibat paparan rokok ganja. Bayi lelaki 11 bulan mengalami gangguan sistem saraf pusat setelah mengalami kejang-kejang hingga meninggal dunia.

Since marijuana legalization, pediatric exposures to cannabis have increased.1 To date, pediatric deathsfrom cannabis exposure have not been reported. The authors report an 11-month-old male who, followingcannabis exposure, presented with central nervous system depression after seizure, and progressed tocardiac arrest and died. Myocarditis was diagnosed post-mortem and cannabis exposure was confirmed.Given the temporal relationship of these two rare occurrences – cannabis exposure and sudden deathsecondary to myocarditis in an 11-month-old – as well as histological consistency with drug-inducedmyocarditis without confirmed alternate causes, and prior reported cases of cannabis-associatedmyocarditis, a possible relationship exists between cannabis exposure in this child and myocarditisleading to death. In areas where marijuana is commercially available or decriminalized, the authors urgeclinicians to preventively counsel parents and to include cannabis exposure in the differential diagnosis ofpatients presenting with myocarditis.

Berbicara kepada Washington Post, Thomas Nappe mengatakan bahwa hasil studinya telah disalahtafsirkan. Ia menjelaskan bahwa dalam kasus bayi berusia 11 bulan, dia bersama rekan penulis Christopher Hoyte melihat urutan kejadian yang tidak biasa, mencatatnya dan menyarankan kepada komunitas medis bahwa perlu mempelajari kemungkinan hubungan antara ganja dan penyebab kematian bayi yang mengalami miokarditis (pembengkakan otot jantung). "Tentu saja, kami tidak mengatakan bahwa anak itu meninggal karena ganja," kata Nappe.

Jadi, laporan tentang bayi 11 bulan asal Colorado meninggal dunia akibat overdosis ganja adalah tidak benar. Studi asli membahas penyebab kematiannya dari paparan rokok ganja, hal itu disalahtafsirkan hingga beredar laporan berita sensasional tentang kasus pertama di dunia akibat overdosis ganja.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon