01 November 2017

Apakah Peradaban Atlantis Yang Legendaris Benar-benar Nyata?



Pernahkah Anda menedengar legenda tentang kota Atlantis yang hilang hanya sehari semalam? Ataukah Anda mempercayai legenda tersebut? Legenda kota Atlantis merupakan karya seorang filsuf Yunani kuno Plato, yang menceritakan tentang kehancuran dahsyat peradaban Atlantis. Cerita tersebut selalu diulang-ulang selama 2300 tahun setelah kematian Plato.

Atlantis atau pulau Atlas menjadi legendaris sejak pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias yang ditulis sekitar 330 SM. Plato bercerita tentang peradaban Atlantis pada 360 SM, dikatakan bahwa pencipta Atlantis adalah setengah tuhan dan setengah manusia.

Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudera "hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Ilustrasi kehidupan di kota Atlantis karya Sir Gerard Hargreaves

Legenda Atlantis menyebabkan berkembangnya teori terkait di mana letak Atlantis yang sebenarnya, seperti di lepas pantai Spanyol, pantai barat Amerika, lepas pantai Siprus, lepas pantai Kuba, dan tidak ketinggalan Atlantis juga diklaim berada di Laut Jawa. Plato mengatakan bahwa Atlantis berdiri sekitar 9.000 tahun sebelum akhirnya hilang, dan ceritanya telah diwariskan oleh para penyair, pengkhotbah, dan lainnya.

Atlantis bukan hanya sekedar legenda, kisahnya juga mempengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju dan akhirnya hilang.

Apakah Atlantis nyata?

Banyak orang yang mengklaim telah menemukan kota Atlantis yang legendaris, namun semuanya tidak ada satupun yang disetujui oleh ilmuwan. Sejatinya Plato menceritakan tentang peradaban Atlantis hanya sebagai alegori - penggambaran atau kiasan untuk menerangkan sesuatu tanpa secara harfiah dengan menggunakan retorika.

Tidak ada ilmuwan yang menganggap Atlantis benar-benar ada, jikapun ada hanya sedikit. Penjelajah laut Robert Ballard, penjelajah National Geographic yang menemukan bangkai kapal Titanic pada tahun 1985, mencatat bahwa "tidak ada peraih Nobel" yang mengatakan bahwa apa yang Plato tulis tentang Atlantis itu benar adanya.


Para ahli menganggap bahwa Plato menciptakan kisah Atlantis untuk menyampaikan beberapa filosofinya. Inti dari cerita Atlantis adalah menceritakan tentang orang-orang spiritual dan suci yang hidup dalam peradaban yang sangat maju. Mereka akhirnya binasa akibat keserakahan dan kemunduran moral, hingga para dewa marah dan memusnahkan mereka.

Pesan dari cerita Atlantis cukup jelas, keserakahan dan degradasi moral (kerajaan yang canggih tapi secara moral bangkrut) akan binasa. Sedangkan Yunani yang merupakan musuh mereka, dihuni banyak orang bijak yang memiliki prinsip moral tinggi hingga mereka tidak binasa. Plato yang merupakan seorang filsuf asal Yunani berupaya menyampaikan filosofinya dengan menggunakan cerita Atlantis.

Tidak ada bukti keberadaan Atlantis dari sumber manapun bahwa legenda tentang Atlantis benar-benar ada sebelum Plato menulis tentang Atlantis. Itu berarti kisah Atlantis hanya ada dalam cerita Plato yang menyebar dan dianggap nyata hingga lebih dari 2000 tahun.

Selama hampir dua milenia yang lalu, tidak ada yang memikirkan tentang Atlantis karena dianggap sebuah tempat fiktif yang disebutkan dalam dongeng oleh filsuf Yunani kuno, Plato. Gagasan bahwa Atlantis adalah sebuah wilayah nyata yang hilang sebenarnya adalah teori yang sangat baru, pertama kali diajukan oleh seorang penulis dan ilmuwan amatir bernama Ignatius Donnelly pada tahun 1881.

Dia percaya bahwa sebagian besar pencapaian penting peradaban kuno - seperti metalurgi, pertanian, agama dan bahasa - pasti berasal dari Atlantis, dia berpendapat bahwa budaya kuno tidak cukup canggih untuk mengembangkan semua itu dengan caranya sendiri. Teori Donnelly seperti teori kemampuan manusia kuno yang didiskreditkan, bahwa orang Mesir tidak cukup pintar untuk membangun piramida, dan oleh karena itu makhluk luar angkasa pasti membantu mereka.

Berawal dari teori Donnelly yang mempercayai keberadaan Atlantis, beberapa orang kemudian mengembangkannya hingga menjadi sebuah cerita mistis. Meskipun asal-usul legenda Atlantis sangat jelas merupakan kisah fiksi yang ditulis oleh filsuf Yunani kuno, Plato, selama berabad-abad telah banyak orang mengklaim bahwa pasti ada beberapa kebenaran di balik mitos tersebut, dan tidak sedikit yang berspekulasi tentang di mana Atlantis akan ditemukan.

Jadi, cerita legenda Atlantis adalah sebuah dongeng moral yang ditulis oleh Plato untuk menyampaikan filosofinya. Dongeng legenda moral seperti ini banyak ditemukan di Indonesia, seperti kisah Malin Kundang (anak yang durhaka kepada ibunya), Tangkuban Perahu (seorang anak bernama Sangkuriang yang ingin menikahi ibunya sendiri, Dayang Sumbi), Bawang Merah dan Bawang Putih (kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan), dan masih banyak lainnya.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon