20 November 2017

Apakah Masturbasi Bermanafaat Bagi Pria?



WARNING: ARTIKEL INI KHUSUS DEWASA

Pernahkah Anda melakukan onani yang terbayang dalam pikiran Anda untuk mencegah kanker prostat? Tidak akan ada dalam benak bahwa tujuan onani benar-benar untuk mencegah kanker prostat. Sebuah mitos umum dimana onani dikatakan baik untuk kesehatan Anda.


Klaim bahwa onani baik untuk pria, seperti mengurangi risiko kanker prostat, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi depresi, dilemparkan oleh Anthony Santella dan Spring Cooper, dosen seksualitas manusia di University of Sydney. Lalu bagaimana validitasnya?

Mari kita merujuk pada penelitian ilmiah yang pernah dilakukan, nampaknya berbeda dengan klaim tersebut. Pada dasarnya setiap orgasme manusia tidak akan selalu sama. Teori yang diajukan oleh dua dosen Australia yang mengklaim onani pada pria itu sehat, mereka mengacu pada penelitian tentang ejakulasi - satu studi dari Journal of American Medical Association (JAMA).

Klaim bahwa masturbasi dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh merujuk pada artikel dari Oxford Academic, namun artikelnya telah dihapus. Sedangkan klaim masturbasi dapat menghilangkan depresi merujuk pada jurnal Molecular Human Reproduction, namun tidak membahas masturbasi secara khusus - mengulas tentang plasma air mani pada hewan dan manusia.

Dalam studi JAMA menyatakan bahwa ketika Anda melihat berbagai penelitian tentang masalah ini, hasilnya cukup beragam. Beberapa hasil menunjukan korelasi positif untuk mengurangi kanker prostat, yang lainnya memberikan korelasi negatif, sisanya tidak ada korelasinya sama sekali.

Penelitian tentang ejakulasi menghasilkan kesimpulan berbeda-beda karena sejatinya kualitas orgasme sifatnya berbeda pada setiap orang. Jadi, jika klaim bahwa onani dapat mencegah kanker prostat, itu berarti menganggap kualitas orgasme setiap pria akan selalu sama.

"Tampaknya tidak semua orgasme diciptakan sama," kata Tobias S. Köhler, MD, MPH, profesor di Southern Illinois University School of Medicine di Springfield. Bahkan susunan air mani berbeda jika Anda melakukan masturbasi daripada melakukan hubungan seks. Masturbasi tidak memiliki manfaat kesehatan seperti pada hubungan seks normal.

Secara sederhana, kualitas orgasme akan selalu berbeda dapat dibedakan pada masturbasi dengan hubungan seks normal. Dr Stuart Brody mengatakan bahwa manfaat kesehatan masturbasi lebih sedikit dibanding seks normal - atau bahkan dapat meningkatkan risiko kesehatan - untuk beberapa kondisi pria.

Studi masturbasi dapat mengurangi kanker prostat berasal dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Boston University School of Public Health, Harvard TH Chan School of Public Health, dan Harvard Medical School, semua di AS. Penelitian ini didanai oleh National Cancer Institute dan hibah dari Prostate Cancer Foundation Young Investigator Award.

Studi tersebut dipublikasikan per-ulasan dalam jurnal medis European Urology. Ini adalah studi kohort (studi dengan dua atau lebih kelompok orang yang memiliki karakteristik serupa) yang menindaklanjuti profesional kesehatan pria selama 18 tahun dari tahun 1992. Dalam analisis khusus ini, para peneliti bertujuan untuk menentukan frekuensi ejakulasi pada usia yang berbeda dan apakah ada kaitan dengan kemungkinan terkena kanker prostat.

Laporan dari outlet berita pada umumnya tidak akurat, tidak mampu memahami hasil studi secara keseluruhan. Studi kohort merupakan jenis penelitian untuk mendapatkan laporan kebiasaan dan gaya hidup seseorang tanpa mengganggu aktivitas kesehariaannya, melibatkan banyak orang dalam jangka waktu yang lama untuk melihat hasil kesehatan secara jangka panjang.

Dr Brody mengatakan bahwa masturbasi sebenarnya terkait dengan gejala depresi dan kelainan prostat lebih besar. Singkatnya, ada beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan masturbasi. Pemicu masturbasi cenderung pada fungsi otak dalam mengendalikan nafsu yang tidak tersalurkan, tidak ada alasan untuk manfaat kesehatan.

Hubungan masturbasi dan kanker prostat hasilnya berbeda menurut usia. Berdasarkan hasil penelitian, seringnya masturbasi pada pria muda (usia 20an) berisiko kanker prostat lebih tinggi dibanding pria usia 50an. Tingginya kadar hormon seks pria, atau androgen, dapat meningkatkan risiko kanker prostat pria. Namun, penelitian dilakukan secara berbeda mengenai pertanyaan ini, dengan kesimpulan yang berbeda.

Tim peneliti di Universitas Nottingham Inggris melihat apakah pria dengan dorongan seks yang lebih tinggi lebih berisiko tinggi terkena kanker prostat. Hasilnya menemukan bahwa hubungan seksual normal tidak mempengaruhi risiko kanker prostat. Tapi masturbasi sering terjadi - dengan cara yang berbeda, pada usia yang berbeda dalam kehidupan.

Dr Norman Doidge, penulis The Brain that Changes Itself, mengatakan ada dua sistem kesenangan yang ada di dalam otak saat onani: Pertama, untuk kesenangan yang membahagiakan dan yang kedua untuk memuaskan kesenangan. Masturbasi merupakan efek fantasi dari pornografi yang mengaktifkan sistem otak yang menyenangkan dan kepuasan.

Sistem dari kepuasan dipicu oleh dopamin neurokimia. Dopamin merupakan hormon pada sistem saraf otak, menyampaikan sinyal pada perasaan kita untuk membantu menjadi terangsang secara seksual, memicu keinginan untuk berhubungan seks. Sistem yang memuaskan dalam berhubungan seks melibatkan cumbuan, ciuman, gairah dan belaian yang dapat memberikan kesenangan yang menyenangkan dan memuaskan. Masalah dengan masturbasi adalah sistem yang memuaskan tidak pernah didapatkan.

Semakin sering melakukan masturbasi setelah menonton film porno, maka akan semakin banyak dopamin yang dilepaskan oleh otak. Akhirnya reseptor dopamin dan sinyal akan kelelahan, membuat penonton lebih menginginkannya tapi tidak mampu mencapai tingkat kepuasan. Desensitisasi ini pada gilirannya dapat mempengaruhi korteks prefrontal - pusat kendali kontrol eksklusif - yang menyebabkan hipofrontalitas. Ini berarti menonton film porno dapat mengakibatkan kehilangan kontrol diri dan kecenderungan perilaku adiktif.

Kesimpulan: Klaim masturbasi dapat mengurangi risiko kanker prostat, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi depresi, tidak terbukti secara ilmiah. Bahkan masturbasi dapat berisiko terkena kanker prostat, dengan cara dan kondisi berbeda.

Dampak kesehatan dari masturbasi, baik atau buruk, tidak dapat memotivasi siapa pun untuk memulai atau berhenti melakukan masturbasi. Tapi Anda jangan sampai ditipu oleh klaim manfaat masturbasi hingga Anda melakukan masturbasi lebih sering atau sekedar mencobanya. Sejatinya dunia fantasi (masturbasi) yang terlihat menyenangkan tidak akan dapat menggantikan wanita sejati yang dapat melayani dan mencintai Anda dalam menikmati kehidupan nyata.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon