04 October 2017

Jean Hilliard Hidup Kembali Setelah Tubuhnya Membeku Dalam Cuaca Dingin di Bawah Nol Derajat



Klaim: Seorang gadis di Minnesota berhasil hidup kembali setelah tubuhnya membeku dalam kondisi cuaca dingin dengan suhu di bawah nol derajat.

Dikala seseorang telah membeku seluruh tubuhnya, dan dikira akan mati. Namun sebaliknya, keajaiban malah terjadi. Dilansir dari situs wereblog, kejadian ini menimpa seorang gadis bernama Jean Hilliard yang berusia 19 tahun. Saat itu Minnesota Lengby Amerika Serikat, tengah memasuki musim dingin. Dalam perjalanan pulang dari rumah seorang teman, mobil yang dikendarainya berbelok dan jatuh di sebuah tanggul.

Terdampar di tengah hujan salju, ia memutuskan untuk turun dari mobil guna mencari pertolongan. Dia mulai berjalan melawan angin dingin, dengan suhu dibawah nol. Setelah menempuh jarak dua mil jauhnnya dari rumah sahabatnya Wally Nelson. Akhirnya Jean tak kuat lagi dan jatuh roboh. Dengan jarak hanya sekitar 15 kaki dari pintru rumah sahabatnya. Enam jam kemudian. Jean baru ditemukan dengan kondisi tubuh yang sudah mengenaskan. Saat itu ia menjelaskan tubuh dan daging Jean sudah begitu mengeras.

Setelah semua ikut mendoakan, keajaiban pun terjadi, kaki Jean mulai berubah warnanya kembali normal. kemudian tangan dan tangan Jean mulai mencair. Pada hari ketiga, dia bisa menggerakkan kakinya. Dan setelah 49 hari, dia sembuh total dan dipulangkan dari rumah sakit, hidup sehat.

Sumber klaim; Tribunnews.com

FAKTA (Beberapa informasi yang harus diluruskan)

ANALISIS

Kisah Jean Hilliard yang berhasil hidup kembali setelah membeku di salju pada suhu di bawah nol derajat di Minnesota, banyak dibagikan dalam bentuk cerita keajaiban yang menakjubkan. Apa yang dialami Hilliard terjadi pada 20 Desember 1980, ia mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan dirinya terjebak dalam mobil dengan suhu di bawah nol derajat (-30° C).

Dalam kondisi kedinginan, Hilliard yang saat itu berusia 19 tahun mencoba keluar dari mobil dan berjalan untuk meminta pertolongan, ia akhirnya ditemukan membeku selama enam jam dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Nafasnya sangat rendah dua atau tiga kali semenit dan jantungnya berdetak samar delapan kali semenit.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Fosston di mana dokter mengatakan bahwa kulitnya terlalu keras untuk ditusuk dengan jarum suntik dan suhu tubuhnya terlalu rendah untuk menggunakan termometer, suhu tubuh bagian dalam 88° F (31° C) - 6 derajat celcius di bawah normal. Wajahnya pucat dan matanya padat tidak mampu merespon terhadap cahaya. Denyut nadinya melambat menjadi sekitar 12 denyut per menit.

Keluarganya lalu berkumpul untuk memanjatkan doa dan mengharapkan keajaiban. Tubuhnya dihangatkan menggunakan selimut listrik. 2 jam kemudian, Hilliard mengalami kejang-kejang dan sadar kembali. Dia baik-baik saja secara mental dan fisik, meski agak kebingungan. Bahkan radang dingin perlahan menghilang dari kakinya, dokter pun sampai keheranan.


Kisah Hilliard menjadi lebih ajaib dan misterius ketika majalah Weekly World News (WWN) edisi 27 Januari 1981, menerbitkan kisah ini sebagai hasil dari keajaiban doa yang dipanjatkan selama pengobatan Jean Hilliard. WWN adalah tabloid berita yang sebagian besar fiktif, kebanyakan didasarkan pada tema supranatural atau paranormal. Kisah ini juga ditampilkan dalam program televisi Amerika Unsolved Mysteries pada tahun 1996.

Jean Hilliard

Jean Hilliard bersama kedua orang tuanya

Apa yang dialami Hilliard bukan hal yang langka dan bukan keajaiban yang tidak mampu dilakukan oleh medis. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Spartanburg Herald pada bulan Januari 1981, Dr. Richard Iseke mengatakan bahwa hal biasa melakukan pemulihan penuh pada korban yang membeku.

"Ada istilah yang kita gunakan, tidak ada orang yang meninggal sampai dia hangat dan mati," kata Dr. Richard Iseke, dari Boston Emergency Medical Center, yang setiap musim dingin banyak menangani korban pembekuan atau lebih tepatnya hipotermia.

Meskipun Hilliard tidak dapat disangkal cukup beruntung mampu bertahan hidup, Iseke mengatakan "ada banyak laporan kasus dalam literatur medis tentang orang-orang yang selamat dengan suhu tubuh bagian dalam sangat rendah.


"Metabolisme tubuh akan menurun jika suhu tubuh menurun, akibatnya kebutuhan oksigen untuk diubah menjadi energi akan berkurang," jelas dokter Ronny kepada Sekoci. "Lalu kenapa pada pasien hipotermia justru berbahaya? Ini dikarenakan penurunan suhu tubuh tidak cukup cepat untuk membuat organ tubuh langsung membeku yang akhirnya organ akan kehilangan fungsinya."

Dokter Ronny juga menjelaskan bahwa di kedokteran sendiri sudah memakai cara hipotermia ini walau bukan yang ekstrim. Misalnya pada pasien dengan penyakit syaraf yang telah dioperasi untuk mengurangi metabolisme. Begitu juga saat seseorang sudah dilakukan resusitasi jatung paru akan diusahakan kondisinya sama dengan hipotermia yang terkendali.

Kondisi tubuh manusia yang membeku lebih berkemungkinan bertahan hidup karena tubuh manusia akan berusaha beradaptasi pada suhu dingin yang ekstrim, mirip hewan yang berhibernasi: aktivitas tubuh internal melambat, yang secara dramatis akan mengurangi kebutuhan sel akan oksigen dari darah.

Sebagai contoh pada korban tenggelam, bila korban tenggelam di air hangat/biasa akan cepat meninggal dibandingkan dengan korban tenggelam pada air dingin. Jika ada orang tenggelam di perairan Indonesi misalnya, dalam waktu 15 menit sudah diselamatkan maka akan dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Tapi jika dalam waktu 20-30 menit korban tidak ada respon bisa dihentikan. Sementara jika korban tenggelam di air dingin maka lebih dari 30 menit pasien masih bisa diusahakan resusitasi, karena kemungkinan hidup akan lebih besar walau lebih lama tenggelam daripada yang tenggelam di air hangat.

Apa yang membuat seseorang meninggal karena membeku? Karena kristalisasi di dalam sel sehingga sel rusak dan mati. Tetapi jika sel tersebut membeku tanpa terjadi kristalisasi maka sel masih hidup walaupun dalam kondisi beku. Masalah berikutnya adalah pada saat peningkatan suhu, maka kristalisasi juga bisa terjadi pada sel, contoh kristalisasi ini adalah "frozibite".

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Kasus pasien yang terkena hipotermia parah dijelaskan di PubMed.

Hipotermia parah terjadi saat suhu tubuh turun di bawah 28 derajat C. Pasien mungkin tidak sadarkan diri, dengan tanda seperti itu sehingga ia seperti sudah meninggal. Semua pasien akan seperti itu, terlepas dari ekstrem atau tidaknya saat menjalani presentasi, selain melakukan rewarming (meningkatkan suhu tubuh) maka harus menjalani resusitasi kardiopulmoner, karena menentukan kematian yang dapat diandalkan hampir tidak mungkin dilakukan tanpa pemulihan suhu tubuh.

Jadi, apa yang dialami Jean Hilliard adalah hal yang luar biasa. Namun, itu bukan murni sebuah keajaiban yang belum terpecahkan oleh ilmu medis. Mengingat fakta bahwa suhu tubuh internal Jean Hilliard adalah sekitar 31° C (suhu normal manusia 36,5-37,2° C), pemulihan setelah tubuhnya membeku tentunya hal lumrah yang bisa dilakukan oleh medis, bukan keajaiban doa atau misteri yang tidak terpecahkan.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon