03 October 2017

ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Serangan di Las Vegas, FBI Membantah!



Hari ini outlet berita banyak diraimaikan dengan berita pelaku serangan di Las Vegas yang menewaskan lebih dari 50 orang dan ratusan lainnya mengalami luka- luka merupakan bagian dari ISIS. Pelaku penyerangan telah diidentifikasi merupakan pelaku tunggal bernama Stephen Paddock (64), warga Las Vegas.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa Paddock terafiliasi dengan ISIS, bahkan dirinya belum lama memeluk Islam. Klaim tersebut dikeluarkan oleh ISIS dan menjadi viral disebarkan oleh banyak outlet berita online mainstream.

Sangat disayangkan pihak media begitu saja mempercayai klaim tersebut walaupun tanpa bukti kuat sebagai pendukungnya, klaim sepihak ISIS bertanggung jawab atas serangan Las Vegas bukan pertama kali, sebelumnya ISIS banyak mengklaim serangan mematikan yang terjadi di beberapa negara.



FBI telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pelaku (Stephen Paddock) tidak terafiliasi dengan kelompok teroris internasional. Spekulasi terkait serangan Las Vegas seperti santapan lezat bagi media yang dituntut untuk selalu menyajikan berita aktual, bahkan proses penyelidikan masih berjalan seolah semuanya sudah final.

Ketika ISIS mengeluarkan klaimnya, bukti-bukti harus dihadirkan dan harus diuji terlebih dahulu, bukannya langsung dijadikan berita yang seolah sudah pasti, pembaca yang akhirnya menjadi korban informasi palsu.

Pada dasarnya ISIS akan mengklaim semua kejadian serangan di manapun, mereka berkepentingan untuk pencitraan bahwa mereka mempunyai kekuatan besar. Maka tidak heran jika ada serangan besar maka langsung dikaitkan dengan ISIS, bahkan serangan badai sekalipun akan diklaim oleh mereka jika menguntungkan.

Sebagian besar serangan teror yang diklaim oleh ISIS dilakukan oleh pria, biasanya meninggalkan pesan lewat video yang mereka rekam. Kantor berita Amaq adalah tempat yang selalu dipilih untuk klaim awal, biasanya satu hari setelah kejadian. Wartawan yang ceroboh kadang-kadang melakukan kesalahan dengan langsung merilisnya tanpa menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang setempat.

Kelompok ISIS pastinya akan mengincar kejadian besar dengan jumlah korban yang tidak sedikit, kemudian mengirimkan siaran pers bahwa mereka yang bertanggung jawab dengan harapan sebagai pencitraan kekuatan bahwa mereka tidak boleh dianggap lemah.

Walaupun FBI telah menyatakan bahwa klaim ISIS sebagai pelaku serangan Las Vegas adalah palsu, namun sebagian besar klaim mereka untuk banyak serangan lainnya terbukti benar. Klaim palsu ISIS pertama terjadi pada Juni lalu, seorang pecandu judi menyerbu dan melakukan bunuh diri di hotel-kasino Resorts World di Manila, Filipina. ISIS mengklaim telah terlibat dengan menyatakan bahwa Jessie Javier Carlos, 42, masuk Islam beberapa bulan sebelumnya tanpa memberitahu siapa pun, klaim tersebut terbukti tidak benar.


Menurut laporan, Paddock belum lama berjudi dengan nilai yang sangat besar. Perjudian sudah sangat jelas bertentangan dengan Islam. Dia juga dilaporkan melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan, dia tidak menunggu untuk ditembak mati seperti gaya khas yang biasa dilakukan kelompok ISIS.

Baca juga: Hoax Terkait Serangan Teror Penembakan Las Vegas Beredar Secara Online

Kantor berita Amaq sudah lama dikenal digunakan ISIS untuk melancarkan propaganda mereka, menebar ancaman dan mengklaim setiap serangan teror serta mendapatkan dominasi informasi tentang musuh-musuhnya.

NPR mewawancai Rita Katz, direktur SITE Intelligence Group, seputar pergerakan ISIS dalam setiap serangan teror. Kabar yang selalu dimunculkan oleh media terkait setiap peristiwa serangan besar: "ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut." Tapi itu menimbulkan beberapa pertanyaan: Apakah klaim itu dapat dipercaya atau hanya omong kosong, dan jika itu benar, apakah klaim tersebut sepenuhnya benar?

Seorang ahli mengatakan bahwa secara umum ketika serangan terjadi di negara Barat, klaim tanggung jawab ISIS biasanya memiliki beberapa jenis koneksi. Tapi serangan itu kemungkinan direncanakan, didanai dan disutradarai oleh ISIS - atau mungkin saja hanya propaganda kelompok tersebut.

Sebagian besar klaim ISIS bertanggung jawab atas setiap serangan teror terbukti benar, namun tidak sedikit klaim lanjutannya terlalu dibesar-besarkan, misalnya jumlah korban tewas. Klaim "bertanggung jawab" yang dikeluarkan ISIS itu berarti pelaku serangan merupakan anggota mereka, terlepas dari apakah rencana tersebut direncanakan oleh ISIS atau hanya dilakukan atas nama kelompok mereka.

ISIS umumnya akan mengklaim sebuah serangan dalam satu hari setelah kejadian, terkadang bisa memakan waktu lebih lama. Jika ISIS memberikan sebuah pernyataan dengan cepat setelah serangan, jika ada rekaman video yang dibuat oleh penyerang, jika kelompok tersebut memberikan nama dan rincian penyerang lainnya ... semua ini mengindikasikan bahwa serangan ISIS sangat terencana dan hati-hati.

Sebaliknya, jika dibutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk merespon, jika tidak ada rincian tentang penyerang,  jika informasinya hanya berasal dari Kantor Berita Amaq dan tidak secara langsung dari ISIS, maka hal tersebut menunjukkan bahwa sebelumnya ISIS tidak mengetahui adanya serangan tersebut - serangan dilakukan oleh kelompok yang terafiliasi dengan ISIS. Tidak semua serangan yang dilakukan kelompok ISIS diklaim oleh mereka, dengan alasan yang tidak jelas.

Namun, klaim ISIS bertanggung jawab atas serangan di Las Vegas sangat tidak mendasar. Dua pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa nama Stephen Paddock tidak ada dalam database teroris yang dicurigai. FBI telah menyatakan bahwa Paddock tidak ada hubungannya dengan kelompok teror internasional manapun.


Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon