03 October 2017

Hoax Terkait Serangan Teror Penembakan Las Vegas Beredar Secara Online



Sebuah serangan mematikan terjadi di acara festival musik country di Las Vegas pada Minggu malam (1/10/2017) waktu setempat. Total korban tewas atas inseden tersebut hingga saat ini mencapai lebih dari 50 orang dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepolisian Las Vegas menyatakan bahwa pelaku penembakan tunggal adalah warga Las Vegas bernama Stephen Paddock (64), ia melepaskan tembakan menggunakan beberapa senapan otomatis dan semi otomatis dari lantai 32 hotel dan kasino Mandalay Bay. Awalnya kabar yang beredar mengatakan pelaku dua orang, namun pihak kepolisian setempat memastikan pelakunya seorang diri, Paddock berhasil dilumpuhkan dan tewas di tempat.

Dalam setiap serangan teror besar selalu ada informasi palsu yang bergerak sangat cepat, biasanya foto yang diklaim sebagai korban dan foto-foto palsu lainnya yang diunggah di media sosial. Informasi palsu di tengah kondisi kepanikan malah kian memperkeruh keadaan, banyak keluarga korban akhirnya kebingungan apakah keluarga mereka menjadi korban atau selamat.

Salah satu korban selamat dari serangan teror Las Vegas

Informasi palsu yang paling hits adalah gambar komedian AS, Sam Hyde yang dituduh sebagai pelaku penembakan. Gambar tersebut telah lama telah beredar dan kembali muncul dikaitkan dengan serangan di Las Vegas.



Variasi lain terkait tipuan tersebut menyatakan bahwa orang dalam gambar bernama Samir al-Hajeed atau Samir al-Hajid, dan dia seorang mualaf. Klaim tersebut beredar secara luas, nama-nama ini hanya variasi dari nama Sam Hyde.



Kepolisian Las Vegas memastikan orang dalam gambar bukan pelaku penembakan di Las Vegas. Sebenarnya Hyde bukan kali ini saja dituduh sebagai pelaku penembakan dari serangan teror, dalam beberapa tahun terakhir fotonya banyak dijadikan meme, fotonya pernah diedarkan setelah penembakan di Oregon tahun 2015, serangan teror 2017 di London, dan masih banyak lagi.


Laporan palsu orang yang hilang juga beredar secara online, sebuah foto diklaim sebagai korban teror Las Vegas. Beberapa akun Twitter telah memposting foto seorang pemuda yang mereka klaim sebagai saudara mereka, terakhir terlihat berada di Las Vegas. Namun, remaja yang dimaksud faktanya adalah seorang blogger makanan yang dikenal dengan "Reviewbrah".


Bahkan foto yang sama pernah beredar yang mengklaim sebagai korban serangan bom bunuh diri di Manchester pada Mei 2017.


Akun Twitter lainnya berbagi foto seorang anak yang merupakan bintang media sosial, Vine Lil Terio, tweetnya sekarang telah dihapus, mengklaim bahwa anak tersebut adalah keponakan mereka yang hilang. Namun, akun troll lain memajang foto-foto seorang wanita muda berambut pirang yang mereka sebut "Taylor Joshuas". Ternyata, gambar itu diambil dari pengguna Twitter @naught4y .


Pemilik foto menanggapi fotonya yang beredar yang diklaim korban Las Vegas, ia masih hidup dan sehat.


Bahkan foto bintang sepak bola, artis porno, dan tersangka penembakan telah banyak dibagikan sebagai hoax juga. Salah satunya pemain sepak bola asal Belgia, Eden Hazard.


Selain itu, teori konspirasi juga tidak mau ketinggalan dengan menyebarkan teorinya terkait serangan di Las Vegas. Salah satu teori yang paling menonjol mengatakan bahwa pelaku penembakan adalah seorang kidal bernama Geary Danley, teori yang terbukti tidak akurat. Ada juga desas-desus bahwa serangan tersebut dimotivasi oleh afiliasi politik atau agama, pihak berwenang setempat belum memberikan informasi apapun mengenai hal itu.


Rumor yang paling deras beredar menyatakan bahwa pelaku penyerangan, Stephen Paddock, terafiliasi dengan ISIS. Namun, polisi Las Vegas hingga artikel ini diturunkan belum dapat memastikan apakah aksi Paddock terhubung dengan kelompok teroris international atau tidak. Bahkan FBI mengatakan bahwa pelaku penembakan Las Vegas tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris internasional.


Berikut video pernyataan FBI bahwa pelaku tidak terafiliasi dengan kelompok teroris internasional.


Salah satu teori yang paling berkemukinan besar, menurut laporan lokal, adalah bahwa Paddock telah melakukan "beberapa transaksi perjudian besar dalam beberapa pekan terakhir". Hal itu menunjukkan bahwa dia mungkin seorang pengunjung yang tidak puas dan merasa putus asa karena hutang yang sangat besar. Saudaranya, Eric Paddock, mengatakan bahwa dia adalah seorang jutawan investor real estate.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Paddock tidak memiliki catatan kriminal, namun ia memiliki masalah psikologis. Ayah Paddock diketahui adalah seorang perampok bank dan psikopat yang pernah masuk dalam daftar orang yang paling dicari FBI pada tahun 1960an. Erick Paddock mengatakan pembantaian yang dilakukan kakaknya sangat membingungkan. "Kami tidak tahu. Kami ngeri. Kami bingung dan kami berbela sungkawa untuk para korban," katanya.

Patrick Paddock, ayah dari pelaku penyerangan di Las Vegas, Stephen Paddock

Erick Paddock (kiri) bersama kakaknya Stephen Paddock pelaku penyerangan di Las Vegas (kanan)

Berikut beberapa video yang merekam saat kejadian teror penembakan di Las Vegas pada Minggu malam (1/1/2017) waktu setempat.




Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon