27 September 2017

Video Wanita Dieksekusi Hukuman Mati di China Apakah Nyata?



Jagat internet baru-baru ini dihebohkan oleh dua video narapidana wanita yang dihukum mati di China. Video pertama memperlihatkan seorang wanita yang dieksekusi mati dengan cara ditembak. Sedangkan video kedua nampak terlihat wanita dieksekusi mati dengan cara disuntik oleh seorang dokter.


Suntik injeksi dan ditembak adalah dua metode yang disahkan oleh Hukum Acara Pidana Repubik Rakyat China pada tahun 1996. Eksekusi mati dengan cara ditembak dihentikan pada tahun 2010 berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Rakyat yang disahkan pada bulan Februari 2009, menyatakan bahwa metode suntik mati adalah bentuk eksekusi yang lebih manusiawi daripada ditembak.

Eksekusi suntik mati menggunakan campuran barbiturat (obat penenang), pelemas otot, dan potasium klorida yang telah dilegalisir pada tahun 1996 dan telah digunakan sejak akhir 1990an. Pada bulan Juni 2009, pemerintah China mengumumkan bahwa suntik mati akan digunakan secara luas untuk menggantikan regu tembak.

Proses eksekusi suntik mati dilakukan di penjara atau di mobil van, di mana narapidana sebelumnya diikat ke tandu bertenaga listrik dan disuntik dengan obat-obatan mematikan. Penggunaan mobil van sebagai tempat eksekusi mulai berkurang sejak akhir tahun 2000-an karena biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Mobil van yang digunakan untuk eksekusi suntik mati di China

Salah satu sumber melaporkan bahwa pelaku kejahatan ekonomi dan politik kemungkinan besar akan dihukum mati dengan cara suntik mati, sedangkan pelaku kejahatan umum yang divonis hukuman mati akan dieksekusi oleh regu tembak. Namun, sumber yang sama menunjukkan bahwa eksekusi suntik mati lebih dipilih karena biaya yang lebih murah, pada awalnya diaplikasikan di daerah dengan tingkat kejahatan yang tinggi di mana kemungkinan pelaku kejahatan yang dieksekusi mati karena kejahatan umum.

Biaya yang dikeluarkan untuk satu kali eksekusi suntik mati lebih murah sekitar 300 yuan (Rp 600.000), sedangkan dengan regu tembak memakan biaya sekitar 700 yuan (Rp 1.400.000). Para ilmuwan menyatakan bahwa eksekusi suntik mati selain lebih menguntungkan, faktor kemudahan, kerahasiaan, dan mengurangi keluhan keluarga (karena kerusakan besar pada tubuh akibat tembakan di belakang kepala) sebagai alasan yang paling masuk akal suntik mati akan dipilih sebagai satu-satunya metode hukuman mati di China.

Jumlah tahanan yang eksekusi mati adalah rahasia negara, dan eksekusi yang dilaporkan di media merupakan sebagian kecil dari jumlah sebenarnya yang telah dieksekusi . Organisasi hak asasi manusia memperkirakan bahwa pemerintah China telah melakukan ribuan eksekusi setiap tahunnya, lebih banyak daripada negara lainnya di seluruh dunia.

Sumber: Duihua.org

Hukuman mati di China memiliki kategori pengecualian yang tidak boleh mendapatkan hukuman mati, seperti usia di bawah 18 tahun pada saat kejahatan dilakukan, wanita yang sedang hamil saat keputusan vonis di persidangan, lansia di atas usia 75 tahun (kecuali kejahatan pembunuhan terencana dan sangat kejam), terpidana dengan gangguan mental (tidak sadar dan tidak dapat mengendalikan diri sendiri ketika melakukan tindakan kejahatan).


Apakah dua video proses hukuman mati di China adalah nyata?

Sejak hukuman mati diberlakukan di China hingga saat ini, tidak ada eksekusi mati yang direkam dan dipublikasikan oleh pemerintah China, bahkan vonis hukuman mati dari pengadilan sifatnya rahasia. Dalam beberapa kasus berprofil tinggi dengan terpidana pejabat negara, terkadang kasus hukuman mati diekspos secara terbuka oleh pengadilan, pihak pemerintah akan mengkonfirmasinya untuk dipublikasikan secara umum, itupun dilakukan setelah eksekusi dilaksanakan.

Mahkamah Agung RRC menyediakan situs web Chinacourt.org untuk mengetahui perkembangan hukum di Mahkamah Agung, semua keputusan pengadilan sifatnya rahasia dan tidak diterbitkan secara umum. Dalam undang-undang yang mengatur protokol pelaksanaan eksekusi menyebutkan: "Pelaksanaan hukuman mati diumumkan ke publik, namun tidak dilaksanakan di depan umum."

Di beberapa daerah di China, tidak ada lahan yang cukup dan sesuai untuk dijadikan tempat eksekusi. Dalam kasus seperti itu, wilayah eksekusi biasanya akan memiliki tiga perimeter: Bagian terdalam 50 meter adalah tanggung jawab tim eksekusi, radius 200 meter dari pusat eksekusi adalah tanggung jawab tentara bersenjata, dan jalur peringatan dengan jarak 2 km merupakan tanggung jawab polisi setempat. Pada umumnya publik tidak diizinkan untuk melihat eksekusi.

Jadi, bagaimana mungkin proses hukuman mati yang terekam dalam dua video tersebut nyata sedangkan pemerintah China sangat merahasiakannya, bahkan vonis dari pengadilan jarang dipublikasikan untuk umum. Banyak outlet berita mengabarkan tentang eksekusi mati yang ditonton oleh publik, pada dasarnya yang ditonton oleh publik bukan proses eksekusinya melainkan sebelum eksekusi para terpidana mati ditampilkan di depan publik sebagai pembelajaran.

Kedua video itu bukan kejadian nyata, merupakan adegan drama televisi di China. Video yang memperlihatkan seorang wanita yang dieksekusi mati dengan cara ditembak diupload di Youtube oleh Chinakunbang pada 3 Desember 2016 dengan judul "Female Death Row [Chinese TV Drama] Part 2". Video drama televisi China tentang eksekusi mati dan sejenisnya dapat dilihat di sini. Untuk video kedua, sama seperti video pertama bukan kejadian nyata dan merupakan adegan drama.



Kesimpulan: Kedua video yang menampilkan proses hukuman mati wanita di China adalah tidak nyata, hanya adegan drama tv. Otoritas China tidak pernah merekam dan mempublikasikan proses eksekusi hukuman mati, bahkan undang-undang melarang eksekusi dilakukan di depan umum. Andaipun ada video eksekusi mati di China beredar di internet, itu direkam oleh warga yang kebetulan menyaksikan proses eksekusi - biasanya wilayah eksekusi ditembus warga karena kurangnya penjagaan.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon