06 September 2017

Pencipta Bisnis Hitam Skema Piramida Ponzi




Hari ini Anda membantu, bulan depan Anda akan dibantu sebesar jumlah yang Anda bantu plus keuntungan 50%. Itulah contoh kalimat skema bisnis piramida Ponzi yang menawarkan kemudahan mendapatkan uang dengan cepat tanpa harus bekerja keras.

Skema bisnis Ponzi atau piramida sangat menggiurkan bagi orang-orang yang putus asa dan enggan bekerja keras dalam mencari uang. Iming-iming mendapatkan uang besar dalam waktu singkat telah mengeksploitasi akal sehat manusia. Skema ini mulai muncul pada awal abad ke-20 yang dipopulerkan oleh seorang imigran Italia yang tinggal di Boston.

Charles Ponzi yang memiliki nama asli Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi lahir di Parma, Italia, pada tahun 1882 dan bermigrasi ke Amerika Serikat pada November 1903. Selama empat belas tahun ia mengembara dari kota ke kota dan selalu berganti pekerjaan. Banyak tulisan tentang Charles Ponzi yang mengatakan bahwa ia seorang pebisnis, nyatanya ia hanya pekerja biasa, seperti mencuci piring, pelayan dan penerjemah. Pada tahun 1917 ia akhirnya menetap di Boston.


Pada Agustus 1919, ia menciptakan bisnis dengan mekanisme piramida di mana setiap orang yang bergabung akan menjadi super kaya dalam waktu singkat. Semua dimulai ketika Ponzi menulis surat kepada sebuah majalah di Spanyol. Ketika Ponzi menerima surat balasan, ia melihat itu berisi perangko pos internasional.

Ide sederhana muncul dari perangko pos yang ia terima, Ponzi berpikir bahwa perangko pos yang dibeli di Spanyol nilainya akan naik hingga enam kali lipat. Harga perangko bernilai 100 dolar di Spanyol bila ditukar di Amerika akan menjadi 600 dolar.

Di atas kertas ide perangko Ponzi sangat masuk akal. Ia akhirnya mengundang orang-orang untuk berinvestasi, menjanjikan mereka bahwa skemanya sangat menguntungkan dan akan menggandakan uang investasi dalam waktu sembilan puluh hari.

Pada dasarnya skema Ponzi sebuah bentuk perdagangan mata uang internasional memanfaatkan perbedaan nilai kurs Eropa dan Amerika Serikat saat itu. Ia memiliki tim dan agen yang terlibat untuk membeli perangko pos di Eropa dan mengirimnya ke AS, kemudian menebus semua perangko di kantor pos di AS.

Untuk menebus perangko dan membayar timnya serta agennya, Ponzi pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Disitulah peran investor dibutuhkan, dengan iming-iming keuntungan besar. Pada dasarnya Ponzi tidak benar-benar mengaplikasikan idenya ke dalam praktek. Dia hanya ingin mengumpulkan orang sebanyak mungkin dan mereka harus mengeluarkan sejumlah uang, lalu membiarkan sistem skema piramida berjalan.



Pada awalnya orang-orang merasa skeptis, namun dengan kecerdikannya ia mampu meyakinkan dengan benar-benar mengembalikan uang investasi beserta keuntungannya. Ribuan orang akhirnya berbondong-bondong memberikan uangnya kepada Ponzi, ia memiliki sekitar 40.000 investor, sehingga ia meraup uang hingga $ 15 juta pada tahun 1920.

Dengan pendapatannya yang sangat besar dalam waktu singkat membuat surat kabar dan pihak bank mulai meyelidikinya. Akhirnya rumor tentang masa lalunya yang terlibat kriminal muncul, para investor panik dan mulai menarik uang mereka. Hal ini menyebabkan uang yang datang berlimpah akhirnya runtuh seketika seperti tumpukan kartu.


Pihak auditor bank dan pers menanyakan catatan riwayat hidup Ponzi, ia akhirnya mengakui memiliki beberapa catatan kriminal di masa lalu. Pada tahun 1908 ia pernah mendekam di dalam jeruji besi di Kanada selama 1 tahun untuk kasus penipuan serupa. Pada tahun 1910 ia dijatuhi hukuman dua tahun kurungan penjara di Atlanta untuk penyelundupan lima imigran Italia ke Amerika Serikat melalui perbatasan Kanada.

Setelah catatan kriminalnya diketahui, pemerintah federal menangkap Ponzi pada 10 Agustus 1920. Anehnya, Ponzi tidak mengambil semua uang yang ia dapatkan dan melarikan diri. Ternyata ia tidak terlalu cerdas untuk berpikir memiliki semua uang yang didapatkannya dan menyimpannya di suatu tempat. Sebaliknya ia tidak mengambil semua uangnya dan memilih menunggu polisi menangkapnya hingga dijatuhi hukuman lima tahun penjara, ia hanya menjalani hukuman selama 3,5 tahun dengan membayar sebesar denda.

Ponzi menjalani sisa hidupnya hanyut dalam putaran masalah dengan hukum. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Rio de Janeiro pada 18 Januari 1949 dalam keadaan miskin tanpa uang sepeser pun, ia hanya berhasil menyisihkan uang sebesar $ 75 untuk biaya pemakamannya.

Charles Ponzi meninggalkan naskah gelap yang belum selesai hingga saat ini. Kisah penipuan Ponzi meninggalkan jejak pada jenis penipuan keuangan yang saat ini marak terjadi. Dengan dalih mendapatkan uang besar secara instan, setiap orang digiring masuk dalam skema piramida Ponzi dengan menghalalkan segala cara hingga menawarkan kehidupan ilusi surga.
"Kebesaran seorang pria tidak dinilai dari seberapa banyak kekayaan yang diperolehnya, tetapi dinilai dari integritas dan kemampuannya dalam pengaruh positif bagi orang-orang di sekelilingnya."  (Bob Marley)

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

Referensi:
Steve Silverman: More Fascinating True Stories from Einstein's Refrigerator
Ponzi's Scheme: The True Story of a Financial Legend


Emoticon Emoticon