07 September 2017

Kanker Bukan Penyakit Modern, Sudah Ada Dari Era Prasejarah



Ketika kita mendengar penyakit kanker pastinya akan menjadi sebuah teror besar bagi kelangsungan hidup. Penyakit kanker menjadi momok paling menakutkan dan menjadi salah satu penyebab terbesar dari kematian manusia. Dalam hal ini masih banyak masyarakat berpikir bahwa kanker hanya ada di zaman modern, sebuah teori dasar dari rumor yang berkembang menyatakan bahwa kanker adalah ciptaan manusia dalam kepentingan konspirasi.

Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan. Jika Anda berpikir bahwa kanker hanya ada di zaman modern dan nenek moyang kita tidak pernah mengidap kanker, mari sejenak kita kembali ke masa lalu apakah kanker pernah menyerang manusia prasejarah

Yang perlu diketahui kanker bukanlah penyakit modern, penyakit ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Para arkeolog telah banyak menemukan sekitar 200 kemungkinan di mana kanker pernah menghinggapi manusia prasejarah, untuk memastikan berapa jumlahnya sangat sulit menimbang tulang-tulang zaman purba yang sangat tua.

Sebelum menggali lebih jauh terlebih dahulu Anda harus mengetahui tentang definisi kanker. Kanker mulai muncul ketika sel-sel pada bagian tubuh mulai berkembang di luar kendali, dalam setiap organ dalam tubuh. Ada banyak jenis kanker, tetapi semuanya diawali oleh pertumbuhan di luar kontrol sel abnormal.

Proses awal terjadinya kanker dimulai dengan tahap inisiasi - kondisi awal yang memungkinkan terjadinya perkembangan kanker di dalam tubuh. Sel normal dapat rentan menjadi sel kanker ketika dirangsang oleh zat kimia karsinogen yang menempel pada reseptor sel. Pada tahap akhir (stadium 4) adalah yang paling parah, sel-sel kanker telah menyebar jauh dari tempat awalnya hingga sangat sulit atau hampir mustahil untuk disembuhkan.

Sejatinya kanker tumbuh tidak terkendai dan dapat menyebar (metastasis), ada banyak jenis kanker yang biasanya tumbuh pada paru-paru, payudara, usus besar, leher rahim, atau bahkan di dalam darah. Dalam beberapa hal semua jenis kanker adalah sama, tetapi mereka memiliki perbedaan dalam cara tumbuh dan menyebar. Pada tahap terakhir (stadium 4) kanker akan menyebar tergantung pada sifatnya (melalui darah, limfe atau inkontinuatum).


Sel-sel di dalam tubuh kita memiliki fungsinya sendiri dalam melakukan aktivitasnya, sel-sel yang normal akan membelah dalam cara yang teratur. Sel akan mati ketika mereka rusak atau kehilangan daya, lalu sel baru akan muncul untuk menggantikan perannya. Dalam hal ini sel-sel yang terus menerus melakukan pergantian akan memunculkan sel di luar kendali hingga menyebabkan munculnya sel kanker, mereka mendesak sel-sel normal.

Beberapa sel kanker dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat, ada juga yang tumbuh dan menyebar dengan lambat. Sebagian besar kanker membentuk benjolan yang disebut tumor, namun tidak semua benjolan merupakan kanker. Kanker yang tidak membentuk tumor seperti leukemia atau kanker darah, tumbuh dalam sel darah atau sel tubuh lainnya.

Setelah Anda mengetahui tentang kanker kita kembali pada sejarah kanker. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kanker bukan penyakit modern dan sudah ada sejak era manusia purba. Sepanjang sejarah manusia dan hewan sudah memiliki sel kanker, hal ini diketahui dari penemuan tumor pada fosil tulang, manusia mumi dari era Mesir kuno dan naskah kuno.

Deskripsi tertua tentang kanker (meskipun tidak menggunakan kata "kanker") ditemukan di Mesir dari sekitar 3000 SM. hal ini disebut oleh Edwin Smith Papyrus dan salinan dari bagian teks buku Mesir kuno tentang bedah trauma. Teks ini menggambarkan 8 kasus tumor payudara yang ditangani dengan cara kauterisasi. Dalam tulisan teks mengatakan tentang penyakit, "tidak ada pengobatan".

Kata "kanker" dan "tumor" pertama kali diciptakan oleh seorang dokter Yunani, Hippocrates (460-370 SM), ia menggambarkan formasi bisul dan tumor yang diamati pada kulit, hidung dan payudara wanita. Pilihan kata "kanker" berasal dari bahasa Yunani yang merujuk pada kepiting, menggambarkan ujung tumor tertentu yang tumbuh seperti jari atau tentakel, seperti cara berjalannya kepiting. Seorang dokter Romawi, Celcus (28-50 SM), kemudian menerjemahkan istilah Yunani untuk kanker, kata Latin untuk kepiting (cancer).

Dalam catatan arkeologi yang ditemukan oleh para paleopatolog, ahli penyakit purba, menemukan beberapa tulang manusia prasejarah yang mengidap sel kanker. Untuk saat ini, ada sekitar 200 kerangka individu dan mumi dari seluruh dunia telah dilaporkan memiliki jejak kanker dengan keganasan primer dan sekunder yang berbeda-beda.

Salah satu fosil ditemukan jejak kanker pada kerangka periode Neolitik (4000 SM) dari Austria. Bukti tertua tumor dan kanker ditemukan dalam fosil yang berasal dari 120.000 SM. Namun belum lama ini jejak tumor yang lebih tua ditemukan pada sebuah fosil dari Afrika Selatan yang berasal dari 1,7 juta tahun lalu. Fosil tulang metatarsal (tulang kaki) tampaknya milik seorang manusia purba, namun para peneliti tidak dapat memastikan berasal dari spesies manusia apa.

Tumor ganas tertua. (South African Journal of Science)

Menurut Medicine University of Pisa, para paleopatolog tidak setuju tentang prevalensi kanker (jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit) di masa lalu, terkadang hampir mencapai titik menyangkal keberadaan mereka (kanker), sedangkan yang lainnya mengakui prevalensi sangat rendah dibandingkan saat ini. Intinya adalah kanker memang ada di masa lalu namun jumlahnya sangat langka.

Jadi, kanker dan tumor sudah ada sejak zaman purba, walaupun sangat jarang terjadi. Dalam hal ini semua penjelasan di atas menjawab atas tuduhan bahwa kanker adalah bisnis karena dianggap hanya muncul di era modern. Dalam artikel "Kanker Bukan Penyakit Tetapi Bisnis: Hoax", klaim bahwa kanker bukan penyakit melainkan bisnis telah terbantahkan.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon