03 September 2017

Daily Mail Memanipulasi Gambar Wanita Muslim Berjilbab



Media Barat kembali berulah dengan menyebarkan gambar palsu hasil manipulasi olah digital Photoshop. Dalam beberapa hari terakhir merebak cerita tentang orang tua angkat Muslim yang memaksa anak asuhnya belajar bahasa Arab dan melepas kalung salib yang digunakan.

Cerita tersebut dimulai oleh outlet berita The Times, di mana anak perempuan Kristen yang diasuh wanita Muslim menggunakan niqab memaksa untuk belajar bahasa Arab. The Times juga menuduh anak perempuan tersebut dilarang makan daging dan melepas kalung salibnya.

Berita tersebut dengan cepat menjadi virus di tengah-tengah islamphobia yang melanda Eropa dan AS. Hal itu dianggap sebuah skandal di mana seorang anak perempuan Kristen yang diasuh oleh wanita Muslim menggunakan niqab.


Cerita ini mendorong outlet berita Inggris Daily Mail melangkah lebih jauh dengan menerbitkan berita tersebut dengan menggunakan gambar hasil editing dan dimanipulasi hingga terkesan wanita berjilbab dalam gambar menggunakan niqab (penutup wajah) tengah mengasuh anak perempuan Kristen.


Berikut gambar yang digunakan Daily Mail dalam artikel beritanya:


DM Reporter di Twitter akhirnya menguak anomali gambar yang digunakan Daily Mail. Melalui akun Twitternya DM Reporter mengekspos berita palsu Daily Mail dan dengan cepat mendapatkan respon dari netizen.


Seperti biasa Daily Mail langsung bereaksi setelah gambar palsu mereka diketahui, gambar langsung diganti dengan menampilkan sumber gambar Getty Images namun wajah wanita berjilbab sengaja diblur. Mereka tidak memberikan penjelasan terkait gambar palsu yang telah diterbitkan.



Berikut gambar asli:


Gambar tersebut  tersedia secara online di Getty Images dengan keterangan "happiness family walking in the park in dubai" (kebahagian keluarga berjalan di taman di Dubai). Beberapa gambar lainnya juga banyak tersedia di Getty Images, cek di sini.

Gambar asli nampak terlihat wanita berjilbab tidak menggunakan penutup wajah, bagian wajah sengaja manipulasi dengan manambahkan penutup wajah hingga terlihat menggunakan niqab. Entah apa tujuan Daily Mail menerbitkan artikel berita dengan menggunakan gambar palsu hasil manipulasi olah digital photoshop.


Gambar palsu tersebut digunakan oleh beberapa outlet berita, bahkan Metro News hingga saat ini masih menampilkan gambar palsu tersebut.


Gambar saham bukan orangtua angkat dan anak asuhnya, berita Daily Mail menyesatkan pembacanya dengan memanipulasi gambar. Dalam hal ini Daily Mail kerap menerbitkan berita palsu, bahkan Wikipedia telah memblokirnya dengan melarang Daily Mail dijadikan sumber berita di situs Wikipedia.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon