08 August 2017

Suhu Panas Mencapai 62°C di Kuwait, Pohon Terbakar dan Lampu Lalu Lintas Meleleh?



Klaim: Suhu di Kuwait mencapai 62 derajat celcius menyebabkan pohon terbakar dan lampu lalu lintas meleleh.





Hoax

Serangkaian gambar pohon terbakar dan rambu lalu lintas meleleh disebabkan oleh suhu yang mencapai 62°C di Kuwait. Kabar tersebut mulai beredar pada Juli 2017, merupakan rekor suhu tertinggi.

Berbagai gambar dan video disebarkan di media sosial yang diklaim bukti bahwa suhu Kuwait mencapai rekor tertinggi hingga 62 derajat celcius. Dalam hal ini suhu 62°C tidak tercatat secara resmi. Suhu tertinggi yang tercatat oleh Organisasi Meteorologi Dunia adalah 56,7 derajat celcius, pada 10 Juli 1913 di Furnace Creek, California. Untuk suhu tertinggi di Kuwait secara resmi tercatat 54 derajat celcius, di Mitrabah pada bulan Juli 2016.

Selama bulan Juli 2017, suhu Kuwait mencapai sekitar 50 derajat celcius.


Video yang menunjukkan pohon yang terbakar disertai klaim laporan bahwa suhu di Kuwait telah mencapi 62 derajat celcius.


Video tersebut faktanya tidak terafiliasi dengan Kuwait, video diambil di Madinah, Arab saudi, pohon palem yang terbakar setelah disambar petir.

Video lainnya konon menunjukkan pepohonan terbakar karena suhu tinggi di Kuwait


Video ini benar diambil di Kuwait, namun tidak ada bukti bahwa tanaman tersebut terbakar akibat suhu panas. Berdasarkan laporan dari media lokal, penyebabnya tidak diketahui. Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar sejumlah pohon di pinggir jalan di dekat Martir' Park. Secara rinci petugas pemadam kebakaran masih menyelidiki penyebabnya.


Sebuah foto lampu lalu lintas yang meleleh juga disambut dengan klaim yang sama akibat suhu tinggi di Kuwait.


Foto tersebut memang benar diambil di Kuwait, namun waktu kejadian terjadi pada tahun 2013, lampu  lalu lintas yang dilaporkan meleleh akibat mobil yang terbakar di dekatnya.

Ganbar lainnya beredar dijadikan sebagai bukti bahwa suhu di Kuwait telah mencapi 62 derajat celcius.


Ahli Meteorologi Adel Al-Saadoun, kepala Observatorium Cuaca Fintas menjelaskan bahwa suhu di Kuwait tidak pernah mencapai 62°C, laporan tersebut adalah berita palsu. "Jangan percaya berita palsu," kata Adel Al-Saadoun kepada Kuwait Times. "Suhu Kuwait maksimal tercatat 52°C."

"Suhu tinggi di Kuwait beberapa hari sampai akhir Juli sudah biasa, pada awal Agustus suhu akan kembali menurun. Periode ini disebut titik balik matahari pada musim panas, di mana matahari berada tepat di atas Kuwait," katanya.

Dalam hal apapun berita bahwa suhu di Kuwait mencapai 62 derajat celcius tidak terbukti. Serangkaian gambar dan video yang beredar yang diklaim sebagai bukti, nyatanya terbantahkan dan hanya berita palsu.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon