06 August 2017

Seorang Pria Meninggal Akibat Operasi Pemanjangan dan Pembesaran Penis



Klaim: Seorang pria Swedia meninggal dunia setelah menjalani operasi pembesaran penis.

Sumber klaim: Sindonews.com

Seorang pria 30 tahun di Swedia tiba-tiba meninggal usai menjalani operasi pembesaran alat kelamin. Korban mendadak terkena serangan jantung setelah lemak di perutnya ditransfer via suntikan ke organ kemaluannya.

Insiden itu terjadi di klinik bedah plastik pribadi di Stockholm. Kejadian fatal itu dilaporkan Journal of Forensic Sciences dengan merahasiakan identitas korban. Kematian pertama yang dilaporkan terjadi akibat operasi pembesaran penis telah terjadi di Swedia. Pasien semula menjalani operasi untuk meningkatkan ketebalan dan panjang organ vitalnya. Dia dinyatakan sehat saat menjalani prosedur operasi, meski laporan dari jurnal tersebut menyatakan bahwa pasien menderita asma ringan.

Korban meninggal karena lemak yang disuntikkan ke organ kemaluannya menyebabkan emboli.

Operasi yang dikenal dengan istilah penoplasty itu berakhir setelah ahli bedah menyuntikkan 60ml lemak ke pangkal kemaluan pasien. Tiba-tiba jantung pasien berdetak hebat dan dia dinyatakan mengalami serangan jantung.

Dokter melakukan Cardiopulmonary Resusication (CPR) pada pasien dan memindahkannya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan darurat. Tapi, pasien meninggal dua jam kemudian.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa pasien memiliki beberapa tulang rusuk yang patah akibat usaha CPR. Korban juga mengalami perdarahan kecil di pangkal kemaluannya.

Fakta

ANALISIS

Ini adalah kisah yang cukup luar biasa di mana mungkin Anda skeptis bahwa berita ini terkesan mengada-ada. Kabar bahwa pria asal Stockholm, Swedia, meninggal dunia setelah menjalani operasi pembesaran penis mungkin terdengar seperti lelucon yang biasa diterbitkan oleh situs satir. apalagi nama korban tidak disebutkan. Namun berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan, berita tersebut adalah nyata - benar-benar terjadi.

Pasien yang berusia 30 tahun yang relatif sehat ini melakukan operasi pemanjangan dan membesarkan penis dengan cara mentransfer lemak yang diambil dari perutnya. Ahli bedah melakukan prosedur operasi dengan tahap awal memanjangkan penis pasien dengan menyuntikan lemak. Tetapi menjelang akhir operasi, pasien mengalami komplikasi, denyut jantuk meningkat abnormal dan tekanan darah kian menurun, menurut sebuah laporan di Journal of Forensic Sciences.


Setengah jam kemudian pasien mengalami serangan jantung, dan 78 menit setelahnya, pasien dinyatakan meninggal dunia. Hasil otopsi menyimpulkan pasien meninggal karena emboli lemak paru-paru - lemak menghambat aliran darah ke paru-paru hingga pembuluh darah pecah.

Kasus ini adalah yang pertama kali terjadi, prosedur yang tampak sederhana dan aman dari pembesaran penis dengan mentransfer lemak autologous hingga menyebabkan kematian mendadak seorang pria muda yang sehat.

Berdasarkan laporan kasus ini, Zilg dan Rasten-Almqvist berteori bahwa risiko emboli lemak mungkin meningkat ketika lemak disuntikkan ke jaringan pretraumatized (seperti dalam kasus ini, di mana sebelum memanjangkan penis dilakukan injeksi lemak).

Mayo Clinic urologist Tobia Kohler mengatakan kepada Buzzfeed News bahwa prosedur seperti itu juga bisa mengakibatkan masalah serius lainnya. Operasi penyuntikan lemak pada umumnya dilakukan pada wajah atau bokong, namun kasus emboli lemak adalah kasus langka.

Sejak tahun 1994, American Urological Association telah memperingatkan untuk semua pria bahwa operasi pembesaran penis belum terbukti aman atau efektif. Banyak pria yang menginginkan memiliki kejantanan yang panjang dan besar, tidak sedikit yang memilih jalan operasi. Tidak sedikit yang sukses dalam proses operasi, namun efeknya tidak akan membuat fungsi penis menjadi normal dan resiko lainnya yang harus diterima.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon