18 July 2017

Bahaya Casing Ponsel Berisi Cairan Butiran Berkilau Dapat Membakar Kulit?



Sebuah kabar viral di Facebook memperingatkan tentang bahaya casing gliter ponsel berisi cairan dan butiran bling-bling cantik yang bisa menyebabkan luka dikulit. Pemilik akun Dian Ardianti memposting beberapa foto mika ponsel yang diklaim mengandung zat kimia berbahaya.


Kasus casing ponsel dengan motif berkilauan mengandung zat kimia berbahaya sebelumnya juga pernah menjadi viral di luar negeri. Pada tahun 2015, pengguna Facebook Erin Nelson dari Selandia Baru melamporkan bahwa kulitnya terbakar oleh cairan misterius yang bocor dari casing ponsel iPhone 5 miliknya.


Seorang anak gadis berusia sembilan tahun, Olivia Retter, mengalami hal serupa. Bagian paha kakinya mengalami iritasi kemerahan dengan bentuk ponsel iPhone 5 miliknya. Toxic glitter merah muda bocor ke kaki Olivia Retter saat dia berada di tempat tidur, meninggalkan bekas tanda dalam bentuk iPhone 5c miliknya.


Kasus yang sama juga menimpa Amber Sterling, tangannnya terbakar akibat kebocoran casing glitter ponsel. Pengguna Facebook lainnya, Erica, mengalami hal serupa dan lebih buruk. Kulit bagian perutnya terasa seperti terbakar disebabkan hal yang sama kebocoran casing glitter ponsel.

Amber Sterling (kiri) dan Erica (kanan)

Terkait banyaknya laporan yang mengalami cidera ruam pada kulit akibat kebocoran cairan kimia pada casing ponsel, PIO-NET (Practical Living Information Online Network System) telah memeriksa kasus tersebut.

PIO-NET adalah database yang mengumpulkan informasi tentang pertanyaan mengenai masalah konsumen di Jepang melalui jaringan online. Ada lima kasus yang mereka terima dari konsumen di Jepang, semuanya mengalami hal serupa dengan kondisi yang berbeda-beda terkait bahan kimia pada casing ponsel.


NCAC (National Consumer Affairs Center of Japan) melakukan pengujian beberapa produk casing ponsel yang dilaporkan telah menelan beberapa korban berdasarkan hasil laporan PIO-NET.

Tampilan produk yang diuji NCAC

Cairan dikemas dari tiga merek ternyata bisa mengakibatkan "iritasi kulit yang parah" dan "korosivitas kulit", sementara satu merek ternyata bisa mengakibatkan "iritasi kulit ekstrem". Namun, tidak semua produk yang beredar di pasaran berbahaya.

Pihak terkait di Indonesia harus cepat bergerak menyeleksi produk yang aman dan berbahaya agar tidak menimbulkan kepanikan dan insiden yang lebih parah. Berikut saran dari NCAC bagi konsumen:

1. Jika Anda melihat kebocoran, segera berhenti menggunakannya.
Jika cairan bocor dan menempel pada kulit, mungkin menghasilkan masalah kulit. Jika Anda merasakan bau yang aneh, segera periksa apakah terjadi kebocoran cairan atau tidak. Jika terjadi kebocoran, segera berhenti menggunakan produk.

2. Jika cairan menyentuh kulit Anda, segera cuci dengan air bagian kulit yang terkena cairan dan lepaskan pakaian yang terkena cairan.
Jika cairan sudah melekat pada kulit Anda, segera cuci area kulit yang terpapar cairan dengan air mengalir. Jika cairan tumpah pada pakaian, segera lepaskan pakaian dan cuci dengan air mengalir. Hubungi dokter jika diperlukan.

3. Hati-hati dari bau yang kuat, yang mungkin menyebabkan masalah kesehatan.
Cairan ini memiliki bau yang kuat. Dilaporkan bahwa bau menyebabkan masalah kesehatan. Dalam kasus kebocoran, mengisolasi produk dengan memasukkan ke dalam kantong plastik atau sejenisnya, hati-hati dan selalu menghindari menyentuh cairan. Kemudian, buka ventilasi ruangan jika Anda berada di dalam ruangan tertutup.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon