06 June 2017

Global Warming Ternyata Hoax?



Klaim: Global Warming atau Pemanasan Global adalah tipuan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Yang perlu diketahui adalah realita yang terjadi di Bumi bukanlah Global Warming atau Pemanasan Global yang artinya terjadi pemanasan secara global atau mendunia, namun yang sebenarnya sedang terjadi pada Bumi adalah Climate Change atau Perubahan Iklim, yang artinya iklim berganti atau berubah secara signifikan, disuatu wilayah iklim sangat² dingin dan dibelahan bumi lain iklim sangat² panas dan dibelahan bumi lain iklim sangat² basah lalu terjadi hujan yang sangat² besar yang kadang disertai badai dan topan yang sangat dahsyat. Setelah itu, wilayah-wilayah bumi tadi iklimnya berubah satu dengan lainnya secara bergantian.

HOAX

ANALISIS

Klaim tentang kebohongan Global Warming berasal dari teori konspirasi yang menuduh bahwa konspirasi dibalik ini merupakan kontroversi politik yang menolak Perubahan Iklim dengan membuat data palsu tentang Pemanasan Global.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemanasan global telah menjadi subyek dari banyak kontroversi politik. Sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah yang telah berkembang, perdebatan ini pada awalnya hanya sebatas apakah manusia yang menyebabkan Pemanasan Global dan pertanyaan tentang bagaimana cara terbaik untuk menanggulanginya. Sekarang kontroversi tersebut kian menjauh hingga Pemanasan Global dianggap sebuah tipuan.

Teori Konspirasi tidak setuju dengan Pemanasan Global, mereka lebih meyakini bahwa Bumi hanya mengalami Perubahan Iklim. Data bahwa Bumi mengalami pemanasan telah dicatat di seluruh dunia. Cara termudah untuk melihat peningkatan suhu adalah dengan catatan termometer dari waktu ke waktu selama abad terakhir dan abad pertengah. Di seluruh dunia, suhu rata-rata bumi telah meningkat lebih dari 1 derajat Fahrenheit (0,8 derajat Celcius) selama abad terakhir, dan sekitar dua kali lipat di bagian Kutub Utara.

Sumber data: NASA/GISS

Meskipun kita tidak dapat melihat termometer untuk kembali ribuan tahun lalu, namun beberapa catatan dapat membantu mencari tahu suhu dan konsentrasi di masa lalu. Misalnya, pohon menyimpan informasi tentang iklim di tempat di mana mereka tinggal. Setiap tahun, pohon-pohon tumbuh lebih lebat dan membentuk lingkaran baru. Pada tahun-tahun dengan kondisi hangat dan basah, lingkaran akan lebih lebat. pohon-pohon tua dan kayu dapat memberitahu kita tentang kondisi ratusan atau bahkan beberapa ribu tahun yang lalu.

Untuk melihat langsung suasana masa lalu, para ilmuwan mengebor inti Bumi melalui lapisan es di Kutub. Gelembung kecil yang terperangkap dalam gas sebenarnya merupakan potongan atmosfer masa lalu bumi, membeku bersama waktu. Itulah cara mengetahui bahwa konsentrasi gas rumah kaca sejak revolusi industri lebih tinggi daripada waktu selama ratusan ribu tahun lalu.

Model komputer membantu para ilmuwan untuk memahami iklim bumi, atau pola cuaca jangka panjang. Model juga memungkinkan para ilmuwan untuk membuat prediksi tentang iklim di masa depan. Pada dasarnya, model mensimulasikan bagaimana atmosfer dan lautan menyerap energi dari matahari dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah energi matahari mencapai permukaan bumi adalah apa yang mendorong iklim dalam model ini, seperti dalam kehidupan nyata. Ini termasuk hal-hal seperti gas rumah kaca, partikel di atmosfer (seperti dari gunung berapi), dan perubahan energi yang berasal dari matahari itu sendiri.


Rumor tentang kebohongan Global Warming bahkan dihembuskan oleh presiden AS Donald Trump. Sebelum menjadi presiden AS, Trump beberapa kali menyatakan bahwa Pemanasan Global adalah hoax, ia menyatakan pandangannya tentang Pemanasan Global dan menyerahkan semuanya kepada para pakar dan menuduh konsep Pemanasan Global diciptakan oleh dan untuk China dengan maksud membuat manufaktur AS menjadi tidak kompetitif.







Pada dasarnya klaim bahwa Pemanasan Global hoax muncul dari teori konspirasi yang menuduh bahwa Pemanasan Global merupakan konspirasi bagian dari kampanye dengan memanipulasi data yang didanai dan dirancang untuk menciptakan kontroversi, merusak konsensus ilmiah tentang perubahan iklim dan mengecilkan proyeksi dampak dari Pemanasan Global.


Greenpeace mengajukan bukti pendanaan industri energi pada penolakan perubahan iklim di proyek mereka 'Exxon Secrets'. Sebuah analisis yang dilakukan oleh The Carbon Brief pada 2011 menemukan bahwa 9 dari 10 penulis paling produktif meragukan perubahan iklim dan menyatakan membantah memiliki hubungan dengan ExxonMobil.

Pada dasarnya kontroversi tentang Global Warming terkait dengan klaim bahwa Pemanasan Global bukan tentang ilmu pengetahuan, tetapi tentang politik - tentang perluasan kekuasaan elit untuk mengatur kehidupan seluruh manusia.

Pihak yang kontra Global Warming beranggapan bahwa para ilmuwan telah dimanfaatkan oleh kekuasaan politik untuk menciptakan Global Warming dengan memanipulasi data untuk mendukung klaim bahwa Bumi mengalami pemanasan.

Klaim Global Warming hoax yang berasal dari teori konspirasi diperkuat oleh Patrick Moore, co-founder Greenpeace Kanada yang mengundurkan diri pada tahun 1986 karena organisasi telah kehilangan obyektivitas ilmiah dan lebih mendukung kepentingan politik.

Banyak outlet berita melaporkan bahwa Moore adalah pendiri Greenpeace, klaim itu telah dibantah oleh Greenpeace. Meskipun Moore memainkan peran penting di Greenpeace Kanada dalam beberapa tahun, tapi dia bukan pendiri Greenpeace. Phil Cotes, Irving Stowe, dan Jim Bohlen adalah orang-orang yang mendirikan Greenpeace pada tahun 1970. Patrick Moore melamar untuk mendapatkan tempat di Phyllis Cormack pada Maret 1971 setelah organisasi sudah ada selama satu tahun.

Kenyataannya, Moore terlibat mendukung industri nuklir, ia dibayar Nuclear Energy Institute untuk mengkampanyekan industri nuklir yang aman dan bersih. Bahkan lebih dari 20 tahun Moore dibayar sebagai juru bicara untuk berbagai polusi industri, seperti kayu, pertambangan, kimia dan industri akuakultur.

Ketika beberapa data menunjukkan Pemanasan Global, teori konspirasi tetap menolaknya karena tidak sesuai dengan klaim mereka. Seperti biasa teori konspirasi selalu berlari sangat liar dengan menyangkal data-data otentik dengan argumen mereka untuk mendeskreditkan data.

Teori favorit mereka dengan mengatakan bahwa data dari NASA sengaja dimanipulasi dengan grafik suhu yang terus ke atas untuk menunjukkan bahwa Bumi semakin panas untuk membesar-besarkan Global Warming. Kontroversi tentang Global Worming sebenarnya hanya sebatas penyebabnya saja, terutama penyebab fluktuasi dalam aktivitas Matahari yang dianggap sebagai penyebab Bumi semakin panas.

Ilmuwan iklim dan astrofisikawan tidak setuju bahwa Matahari disalahkan atas semakin panasnya Bumi. Mereka meyakini bahwa Pemanasan Global disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Pada dasarnya kontroversi penyebab Pemanasan Global berputar pada teori utama apakah berasal dari emisi gas rumah kaca atau fluktuasi Matahari sebagai penyebab Global Warming. Lalu teori konspirasi memperkeruh dengan mengeluarkan klaim bahwa Global Warming merupakan tipuan dari elit politik.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon