31 May 2017

Scam Menawarkan Voucher Belanja Gratis Alfamart!



Beredar scam (penipuan) yang mengatasnamakan Alfamart dengan menawarkan voucher belanja gratis hanya dengan membagikan via Facebook, lalu isi biodata dan selanjutnya Anda diminta mengisi survei. Anda akan mendapatkan voucher Rp 1.500.000 yang akan dikirim melalui email.

Modus seperti ini kerap dilakukan scammers (penjahat online) dalam menjerat korbannya, membagikan ke Facebook dimaksudkan agar lebih banyak orang yang menjadi korban. Sedangkan survei online biasa digunakan oleh scammers mengambil data pribadi korban.



Sekoci mencoba menghubungi pihak Alfamart menanyakan perihal ini. Alfamart memberikan jawaban bahwa promo tersebut tidak benar. Berikut pesan dari Alfamart yang diterima oleh Sekoci:

Berita tersebut tidak bisa di pastikan kebenarannya ya sahabat. Mohon sahabat lebih berhati-hati. Info promo atau program dari Alfamart bisa sahabat lihat di Alfamartku.com atau di sosial media Alfamart yang sudah verified. Terimakasih.

Berikut cara scam survei bekerja:

Scammers menggunakan cara spam dengan mengiming-imingi calon korbannya hadiah secara cuma-cuma. Mereka mengklaim bahwa Anda hanya butuh meluangkan waktu beberapa menit saja untuk mengisi survei agar Anda mendapatkan hadiah.

Pada dasarnya ketika Anda mengisi survei, Anda telah membantu scammers mendapatkan uang dari pihak yang menyewa mereka dalam mendapatkan survei yang nantinya semua hasil survei akan digunakan untuk kepentingan mereka.

Ciri khas scam survei biasanya menawarkan hadiah yang sangat menggiurkan, mereka mengatasnamakan perusahaan besar agar calon korban mempercayainya. Seringkali, mereka mengklaim bahwa Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah berharga seperti mobil, motor, tiket pesawat atau menjanjikan hadiah gratis seperti produk atau jasa. Modus yang umum adalah menawarkan calon korban voucher hadiah gratis, kupon atau voucher dari perusahaan terkenal.

Jika korban masuk dalam jeratan muslihat dan klik link atau tombol yang disediakan, mereka akan dibawa ke halaman awal yang menguraikan langkah-langkah pertama mereka yang harus melakukan proses untuk mendapatkan hadiah. Calon korban pertamakali akan diminta untuk "Share" atau "Like" halaman dan kemudian share postingan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, tanpa disadari korban telah mempromosikan scam kepada teman-teman di Facebook. Pada kenyataannya, dengan mengikuti langkah "Share" dan "Like", itu berarti Anda telah menjadi spammer yang ikut berpartisipasi menjerat korban lainnya.


Setelah melakukan langkah "Share dan "Like", selanjutnya calon korban akan diberitahu untuk ikut berpartisipasi mengisi survei atau penawaran untuk memverifikasi bahwa Anda bukan robot. Setelah Anda mengisi survei itu bukan berarti Anda akan langsung mendapatkan hadiah, langkah berikutnya Anda akan digiring untuk memberikan informasi pribadi.

Umumnya "scam survei" meminta calon korban untuk memberikan informasi pribadi, seperti nama, alamat dan rincian kontak pribadi, seolah-olah itu adalah syarat wajib untuk mendapatkan hadiah. Namun, pada keterangan situs akan menyatakan bahwa, dengan berpartisipasi, Anda setuju untuk berbagi informasi dengan "situs sponsor" dan perusahaan pemasaran pihak ketiga.

Jadi, setelah berpartisipasi dalam survei, korban mungkin mulai menerima panggilan yang tidak diinginkan dan telepon yang mengganggu, pesan SMS atau email yang mencoba untuk menawarkan berbagai produk barang atau jasa.

Bahkan scammers meminta nomor ponsel Anda dengan klaim agar mudah dihubungi saat pengiriman hadiah. Alih-alih Anda dihubungi untuk mendapatkan hadiah, nomor ponsel Anda akan terhubung menjadi langganan pesan teks atau aplikasi yang tidak Anda inginkan.

Ketika korban seudah sepenuhnya masuk perangkap scammer, korban akan terjebak oleh pesan atau telepon yang terus masuk, bahkan nomor ponsel Anda menjadi langganan aplikasi yang harus Anda bayar setiap waktu.

Selain itu, data pribadi yang Anda berikan bisa digunakan untuk penipuan kartu kredit atau lainnya. Data pribadi Anda yang seharusnya sangat rahasia menjadi tidak rahasia lagi dan dengan mudahnya digunakan scammers untuk penipuan, bahkan kemungkinan Anda akan dituduh sebagai pelaku penipuan karena Scammers menggunakan data Anda dalam menjalankan aksinya.

Bagaimana cara mencegah agar tidak menjadi korban scammers?

Satu-satunya cara agar Anda tidak menjadi korban adalah jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah besar dengan cara mudah. Jika Anda menjadi korban scammers, apakah Anda siap dengan semua risiko yang sudah dipaparkan di atas?

Mulai saat ini, Anda harus selalu waspada dan jika Anda melihat ada teman membagikan tautan scam maka cepat hentikan, beritahu teman Anda bahwa itu adalah penipuan. Jika Anda melihat posting yang menawarkan hadiah dengan ciri-ciri di atas, Anda bisa menghubungi pihak perusahaan yang diklaim untuk meminta konfirmasi.

Berikut video dari Hoax-Slayer bagaimana scammers bekerja menjalankan aksinya dalam menjerat calon korban:


Hoax-Slayer juga banyak membongkar scam yang beredar di internet. Berikut arsip scam survei yang telah dikumpulkan oleh Hoax-Slayer. Link

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon