16 May 2017

Pendeta di Zimbabwe Tewas Dimakan Buaya Ketika Membuktikan Imannya Kepada Pengikutnya: Hoax



Klaim: Seorang pendeta di Zimbabwe tewas dimakan buaya saat membuktikan imannya dengan kisah Yesus, ia berjalan di atas sungai penuh buaya.

Seorang pendeta bernama Jonathan Mthethwa tewas dimakan tiga buaya ketika sedang menunjukan kesetiannya kepada Yesus.

Kejadian ini berlangsung di Sungai Buaya di Zimbabwe. Di mana saat itu, Jonathan ingin menunjukan ke pengikutnya bagaimana ketika Yesus berjalan di atas air.

Pendeta dari Gereja Last Days, sudah mengatur jika dirinya akan berjalan di bawah sedalam 90 kaki, kemudian setelah tenggelam dia akan kembali ke permukaan sungai.

"Pendeta mengajarkan kami mengenai kesetiaan minggu lalu. Dan ia berjanji akan melakukannya hari ini," ujar seorang murid sekaligus saksi kejadian, Deacon Nkosi seperti dilansir Metro, Selasa (16/5/2017).

Namun nahas, dirinya kemudian diseret tiga buaya. Kemudian setelah dimakan, hanya pakaian dalam dan juga sendal yang tampak di permukaan air. Deacon pun masih tidak percaya sebab, baginya pastur ini sudah banyak berdoa dan beribadah setiap harinya. Tetapi itu masih bisa membuatnya tewas.

Sumber klaim: Okezone.com, tribunnews.com

Berita Palsu

ANALISIS

Cerita tentang seorang pendeta di Zimbabwe tewas dimakan buaya banyak beredar di outlet berita internasional maupun lokal Indonesia pada Mei 2017, namun sangat disayangkan berita tersebut tanpa proses verifikasi untuk mencari kebenarannya.

Bahkan situs berita besar Inggris seperti exspress.co.uk , telegraph.co.uk, dailymail.co.uk, independent.co.uk menerbitkan berita tersebut tanpa menelusuri sumber berita dan memverifikasinya.

Cerita tersebut sangat tidak mendasar dan terdengar konyol dengan berjalan di atas sungai penuh dengan buaya. Cerita tersebut sangat mirip dengan cerita sebelumnya yang pernah beredar pada tahun 2016 - semua cerita sama kecuali nama pendeta dan negara yang diubah. Cerita menyebar ke beberapa negara tanpa bukti pendukung dan tidak ada laporan resmi.


Cerita yang beredar pada tahun 2017 berawal dari situs Zimbabwe Today yang diterbitkan pada 24 Maret 2017.


Pada 13 Mei 2017, situs Daily Post menerbitkan cerita yang sama hingga dijadikan rujukan oleh outlet berita Inggris.


Situs berita Zimbabwe Today dalam setiap beritanya tanpa kontrol dan hanya mengejar sensasionalisme tanpa validitas. Bahkan sebelumnya Zimbabwe today menerbitkan berita palsu tentang seekor babon gay meneror Afrika dan memperkosa 5 pria, berita tersebut berasal dari situs satir National News Bulletin.


Situs Daily Post dalam catatan disclaimer mengatakan bahwa setiap informasi berita pada halamannya tanpa proses pemeriksaan dan pembacanya harus selalu skeptis dalam menerima semua beritanya.

DailyPost publishes news, information, gossip, rumors, conjecture, opinions, and commentary. The site includes both reported and edited content and unmoderated posts and comments containing the personal opinions of readers on a wide range of topics. You should be skeptical of any information on DailyPost, because it may be wrong.

Setelah menelusuri sumber awal cerita yang semuanya tidak dapat dipercaya, mari kita mencari nama pendeta Jonathan Mthethwa di mesin pencarian Google. Nama tersebut tidak diketahui kecuali tertulis pada semua situs yang menerbitkan cerita yang sama. Bahkan situs Skeptical Science yang mencoba mencari nama-nama dalam klaim tidak mendapat hasil apapun dari proses verifikasinya.

We have the name of the pastor, the name of his church, and even a very specific location, so if we google these, what do we find?

The first discovery is just how popular the story is, its all over the place. However, beyond this story I can’t find any reference to Pastor Jonathan Mthethwa.

OK, so what about the church named “Saint Of The Last Days”. Once again, apart from the story, no references, not one. Churches do like to promote themselves, so the complete lack of any google references is quite odd. However there are many obscure tiny independent groups that do not really get noticed, and so that is not conclusive

Kesimpulan: Berdasarkan sumber cerita Zimbabwe Today dan Daily Post yang merupakan situs tanpa validitas terpercaya dan nama-nama dalam cerita tidak ditemukan dihasil pencarian Google, cerita tersebut adalah berita palsu tanpa bukti-bukti valid sebagai pendukungnya. Bahkan cerita yang identik pernah beredar pada tahun 2016, kemungkinan besar cerita yang baru-baru ini beredar adalah versi terbaru dengan hanya mengubah beberapa nama.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon