01 May 2017

Mesin Pengering Tangan Atau Kertas Tisu Yang Lebih Aman?




Ketika Anda berada di toilet umum seperti perkantoran, hotel atau mall pastinya pernah menggunakan mesin pengering tangan. Kontroversi terkait efektivitas dari penggunaan tisu kertas atau mesin pengering tangan yang lebih aman.

Para ilmuwan dari University of Leeds telah melakukan studi mengungkapkan bahwa mesin pengering tangan dengan hembusan udara hangat maupun dingin menyebar bakteri ke udara dan kepada para penggunanya.

Para ilmuwan dari University of Leeds telah menemukan bahwa mesin pengering tangan atau 'jet-air dryer' dapat menyebarkan bakteri di toilet. Studi ini menunjukkan bahwa kedua mesin pengering tangan berudara hangat maupun dingin menyebar bakteri ke udara dan kepada para penggunanya.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Mark Wilcox dari School of Medicine, membuktikan tangan terkontaminasi dengan jenis berbahaya dari bakteri yang disebut Lactobacillus, yang tidak biasanya ditemukan di kamar mandi umum. Deteksi berikutnya dari Lactobacillus di udara membuktikan bahwa bakteri tersebut berasal dari tangan selama pengeringan. Para ahli mengumpulkan sampel udara di sekitar pengering tangan dan juga pada jarak satu dan dua meter.


Laporan bahaya mesin pengering tangan berdasarkan hasil studi yang dilakukan para peneliti dari University of Leeds yang diterbitkan di Journal of Hospital Infection. Para ilmuwan menemukan bahwa tekanan udara bertekanan tinggi pada mesin pengering tangan dapat menyebarkan bakteri di toilet umum.

Para peneliti yang dipimpin oleh Profesor Mark Wilcox dari School of Medicine, menemukan bahwa jumlah bakteri di udara dari hasil mesin pengering tangan 27 kali lebih tinggi dibanding dengan udara saat menggunakan kertas tisu. Studi tersebut difokuskan untuk membandingkan efektivitas antara kertas tisu dan mesin pengering tangan.

Yang perlu dicatat adalah, studi tersebut dibiayai oleh European Tissue Symposium, banyak pihak meragukan studi tersebut karena sangat kental dengan kepentingan pihak sponsor. Bahkan salah satu perusahaan pembuat mesin pengering tangan, Dyson, menganggap studi tersebut berkaitan dengan persaingan usaha.

Bahkan Dyson merilis sebuah video di Youtube dengan judul "Paper's Dirty Secret". Video tersebut sebagai balasan dari studi yang dilakukan University of Leeds. Dalam video menjelaskan penelitian independen yang mengungkap bahwa kertas tisu yang berada di toilet dapat mengandung banyak bakteri culturable.


Studi lainnya juga pernah dilakukan di University of Westminster, di Inggris, hasil studi dirilis di Journal Of Applied Microbiology. Mesin pengering tangan jet udara dapat membuat kuman menyebar ke udara lebih lama dan dengan jarak yang lebih luas, hal itu menyebabkan virus akan menyebar ke setiap orang yang berada di dalam ruangan yang sama (toilet umum).

But there may be be an unseen cost to those wondrous air blasts: spraying virulent germs everywhere, according to a new study in the Journal of Applied Microbiology.

Led by researchers at the University of Westminster in London, the study from the found that jet air dryers tend to spread 1,300 times more germs than using paper towels.

To test the spread of germs, the study used the MS2 virus, which only infects bacteria and not people. The researchers covered their gloved hands in the virus, then dried their now virus-loaded hands with three different methods: a jet air dryer, a common warm air dryer, and paper towels.

Hasil penelitian tersebut tidak sederhana dengan langsung menyimpulkan bahwa semua mesin pengering tangan berbahaya. Yang perlu digaris bawahi penelitian tersebut menggunakan subyek mesin pengering konvensional dan mesin pengering jet udara yang diproduksi oleh Dyson.

Penulis studi, Patrick Kimmitt dan Keith Redway membandingkan efek penyebaran virus dari kertas tisu, mesin pengering hangat konvensional dan pengering Dyson Airblade. Para peneliti melakukan percobaan dengan mengeringkan tangan dengan menggunakan sarung tangan yang sudah diberikan virus MS2 (jenis virus yang tidak berbahaya).


Selanjutnya para peneliti mengambil sampel udara dari masing-masing percobaan untuk dipelajari. Hasilnya menyatakan bahwa mesin pengering Dyson menyebarkan virus lebih besar dibanding mesin pengering konvensional, sedangkan kertas tisu hampir tidak ada penyebaran virus ke udara.

Hasil studi tersebut cukup beralasan jika melihat bentuk pengering Dyson dengan bagian terbuka menghadap ke atas dan samping, sedangkan mesin pengering yang biasa ditemui di toilet umum dengan tekanan udara menghadap ke bawah. Selain itu mesin jet Dyson menggunakan tekanan udara lebih besar dibanding mesin pengering konvensional.

Mesin pengering tangan produksi Dyson

Mesin pengering tangan konvensional

Studi yang dilakukan juga tidak sempurna karena tidak mempertimbangkan faktor lainnya, seperti sebelum menggunakan mesin pengering biasanya pengguna mencuci tangannya terlebih dahulu menggunakan sabun. Sedangkan studi menggunakan virus MS2 pada sarung tangan dengan jumlah cukup banyak.

Studi tersebut mengindahkan praktek nyata yang berlaku dalam proses aktivitas pengguna sebelum menggunakan mesin pengering tangan. Mencuci tangan menggunakan sabun sudah diketahui dapat membunuh kuman dan virus, setidaknya mengurangi risiko penyebarannya ke udara.

Studi lainnya dari AsapScience dengan memfokuskan efektivitas waktu pengeringan antara kertas tisu dan mesin pengering tangan. Dalam studi metode waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan tangan, handuk kertas keluar sebagai pemenang. Hal ini dikarenakan pengering udara rata-rata membutuhkan hampir 45 detik untuk mengeringkan tangan hingga 97%. Sedangkan handuk kertas membutuhkan waktu hanya 10 detik dengan jumlah yang hampir sama (96%).


Kesimpulan: Mesin pengering tangan lebih berisiko menyebarkan virus ke udara dibanding kertas tisu atau handuk pengering. Namun, mesin pengering tangan diklaim berbahaya masih diperdebatkan karena studi yang dilakukan University of Leeds sangat kental dengan kepentingan sponsor.

Studi lainnya yang dilakukan di University of Westminster, masih banyak kekurangan karena mengabaikan realitas sebelum menggunakan mesin pengering biasanya terlebih dahulu pengguna mencuci tangannnya menggunakan sabun.

Dari hasil studi di atas menyimpulkan bahwa kertas tisu lebih unggul, namun untuk risiko bahaya penyebaran virus dari mesin pengering tangan harus dilakukan studi lanjutan yang lebih mendalam secara independen. Secara umum, apakah kertas tisu atau mesin pengering tangan yang lebih aman, masih kontroversi karena belum ada kata sepakat (dalam proses perdebatan).

Yang pasti, mencuci tangan dengan menggunakan sabun antibakteri sebelum menggunakan mesin pengering tangan atau tisu, akan lebih efektif menghilangkan atau setidaknya meminimalisir risiko penyebaran virus yang berasal dari tangan Anda.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon