07 May 2017

Memakan Upil Bisa Menigkatkan Sistem Imunitas Tubuh?



Klaim: Studi makan upil bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Aktivitas mengupil ternyata tak hanya dilakukan anak-anak tapi juga orang dewasa. Namun jika terlihat orang lain, kegiatan tersebut terkadang dianggap memalukan atau tak sopan dilakukan di tempat umum.

Fakta unik terkait upil baru-baru ini dikemukakan oleh beberapa pakar. Mereka menyebut praktik yang kurang berkenan itu sebenarnya baik bagi gigi dan kesehatan secara keseluruhan.

Seperti dikutip dari Daily Mail pada Sabtu (6/5/2017), para pakar menduga bakteri yang terkumpul dalam rongga hidung dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika bakteri itu ditelan.

Dr. Scott Napper, profesor biokimia di University of Saskatchewan di Kanada mengatakan, "Alam mendorong kita melakukan hal-hal yang berbeda karena ada manfaatnya bagi kita kalau memiliki perilaku tertentu, menyantap, beragam jenis makanan."

Jadi, kalau sedang tidak tahan lagi ingin mengupil dan memakannya, mungkin ada baiknya mengikuti kata 'alam'.

"Dari sudut pandang evolusioner, manusia berkembang dalam kondisi yang sangat kotor dan mungkin keinginan untuk menjaga agar lingkungan serta perilaku menjadi steril bukanlah hal yang menguntungkan."

Penelitian lain oleh Massachussetts Institute of Technology (MIT) menengarai bahwa lendir hidung dapat membantu mencegah infeksi, dengan cara mengendalikan jumlah bakteri jahat.

Para peneliti menduga bahwa lendir sintetis, misalnya dalam bentuk pasta gigi, dapat dipergunakan untuk mencegah gigi berlubang pada manusia.

Sementara itu, seorang ahli paru bernama Profesor Friedrich Bischinger dari Austria yang berbicara tentang topik yang sama, menambahkan bahwa orang yang mengupil lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih selaras dengan tubuh mereka.

Sumber klaim: Liputan6.com, brillio.net, tribunnews.com, sidomi.com, viva.co.id.

Campuran: Hoax dan Fakta

Fakta: Berdasarkan Hipotesis Higiene, menelan lendir hidung dapat mengontrol patogen agar tubuh tidak mudah diserang penyakit.

Hoax: Belum ada penelitian dari Dr. Scoot Napper ataupun Profesor Friedrich Bischinger terkait manfaat memakan lendir basah (ingus) atau lendir kering (upil) untuk kesehatan.

ANALISIS

Apakah secara fisik mengambil upil keluar dari hidung Anda lalu memasukkannya ke dalam mulut dan menelannya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda? Pada dasarnya tanpa Anda sadari hampir setiap hari menelan ingus sendiri tanpa perlu menyalurkannya melalui mulut Anda. Jadi, jika benar ada manfaatnya, Anda akan mendapatkan manfaatnya tanpa perlu untuk repot mengeluarkan upil dari hidung Anda dan mengunyahnya.

Klaim bahwa makan upil dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terdengar lebih kredibel berasal dari seorang profesor biokimia, Scott Napper yang menciptakan gelombang klaim tersebut di outlet media berita dunia pada 2013, ketika ia mengusulkan kepada sekelompok murid-muridnya bahwa makan upil memungkinkan tubuh kita untuk meningkatkan antibodi hingga patogen akan melemah dalam ingus dan hidung kita.

Dia juga berpendapat bahwa upil/ingus memiliki rasa manis adalah untuk menarik anak-anak agar memakannya, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka ... Ini evolusi. Anda tidak bisa menentangnya. Hipotesis Napper pada dasarnya tidak konvensional, namun berkat pemberitaan outlet berita dunia secara masif, pernyataannya berubah seakan Napper benar-benar telah melakukan studi ini dan ada bukti pendukungnya.

Faktanya hingga sekarang belum ada penelitian yang akurat terkait klaim tersebut, itu hanya sebatas hipotesis Napper dan niatnya untuk melakukan studi belum terwujud. Jika Napper benar-benar melakukan studi manfaat upil dan ingus untuk kesehatan, pastinya ia pernah meraih penghargaan IG Nobel Prize (penghargaan yang diberikan kepada orang-orang dari hasil penelitiannya yang sangat tidak biasa atau yang dianggap sepele, kurang menarik dan kadang-kadang bahkan karyanya dianggap tidak penting).

Nama lain yang muncul setiap kali subjek makan upil dan kesehatan disebutkan adalah spesialis paru-paru Dr. Friedrich Bischinger. Pada tahun 2004, dia berpendapat bahwa makan upil dapat menyehatkan dengan alasan serupa dari hipotesis Napper.

Museum of Hoaxes melakukan pemeriksaan latar belakang dari Dr Friedrich Bischinger, ia tidak pernah menerbitkan sebuah studi medis pada subjek dan kutipan aslinya tentang manfaat makan upil berasal dari wawancara dengan sebuah majalah berbahasa Jerman, lalu disebarkan oleh reporter lainnya dengan diterjemahkan cukup buruk. Sejauh yang kami tahu, Bischinger tidak pernah benar-benar menguraikan hipotesis aslinya sejak saat itu.

The problem is that this quotation from Dr. Bischinger doesn't come from a medical journal article. Instead, it traces back to an Ananova article (never a good sign), and before that to a news wire article that did the rounds in March 2004.

I had to wonder, does Dr. Bischinger even exist, or was he the creation of a bored journalist?

Well, he does exist. I couldn't find any medical articles authored by him, but after some searching I did find his contact details listed at the arztverzeichnis website. He is an Austrian lung specialist. Based on a posting on the Improbable Research site, it looks like Bischinger was first interviewed by a German-language magazine, Tirol, and then the quotation was noticed and circulated by a news wire reporter.

Jadi, klaim manfaat upil untuk kesehatan tidak berdasarkan studi ilmiah, namun hanya berdasarkan hipotesis (praduga yang masih harus dibuktikan secara ilmiah), media berita yang telah mengubah hipotesis Napper seolah-olah pernyataannya berdasarkan hasil studi yang dilakukannya.

Dr William Schaffner dari Vanderbilt University mengatakan bahwa manusia sepanjang hari menelan lendir dalam hidungnya. Lendir basah akan turun kembali ke tenggorokan melalui silia, dan terkadang berkat dorongan gravitasi sederhana ketika kepala berada dalam posisi yang tepat.

Pada dasarnya lendir basah (ingus) dan lendir kering (upil) tidak memiliki perbedaan yang signifikan selain potensi kadar airnya. Berdasarkan catatan Dr. Joseph Mercola, ada sebuah hipotesis bahwa lendir hidung memang benar terkait dengan kebersihan dan kesehatan manusia dalam mengatur patogen (mikroorganisme parasit) yang masuk ke dalam tubuh, tanpa lendir hidung maka tubuh akan lebih mudah menyerap patogen hingga dengan mudah diserang penyakit, itu disebut Hipotesis Higiene (penjelasan berdasarkan teori).

Secara hipotesis memang cukup masuk akal dengan menelan lendir hidung dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dengan lendir yang tertelan maka patogen akan tersaring dan itu pastinya memberikan efek kekebalan tubuh. Namun, Anda tidak perlu menelan upil Anda karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ketika Anda membaca artikel ini tanpa disadari kemungkinan Anda telah menelan ingus Anda sendiri.

Fakta Kebiasaan Mengupil

Istilah untuk memakan lendir hidung kurang tepat karena terkesan jorok, lebih tepatnya Mucophagy (memakan lendir hidung/upil atau ingus). Berdasarkan survei sistematis mengungkapkan setidaknya sekitar 10% dari orang yang mengupil akan melakukan mucophagy, sisanya 90% tidak pernah melakukannya dan ada juga yang melakukannya sesekali saja.

Selama dalam batas wajar, kegiatan mengupil secara umum tidak berbahaya dan cukup mengasikan, selain itu membersihkan hidung dari kotoran. Terlalu banyak mengupil bisa mengakibatkan mimisan, berdasarkan studi tahun 2001 tentang rhinotillexomania, ditemukan 25% remaja yang setiap hari empat kali atau lebih menambang hidungnya mengakibatkan mimisan efek dari kebiasaannya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2006, ada hubungan erat antara menambang hidung dan staphylococcus aureus (bakteri yang sering dikaitkan dengan infeksi kulit dan sinus), mereka menemukan bahwa kebiasaan menambang hidung sekitar 20% lebih memungkinkan hadirnya bakteri di hidung mereka dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan tersebut. Hal itu menunjukkan "hubungan sebab akibat" antara keduanya.

Kesimpulan: Klaim bahwa menelan upil dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh berdasarkan hasil penelitian Dr. Scoot Napper ataupun Profesor Friedrich Bischinger tidak terbukti. Klaim tersebut hanya berdasarkan hipotesis Napper dan Bischinger, mereka tidak pernah melakukan studi terkait.

Kebiasaan makan lendir hidung banyak dilakukan beberapa orang, biasanya mereka beralasan lendir hidung terasa enak dan manis. Walaupun secara hipotesis higiene lendir hidung berpotensi menjaga kekebalan tubuh, itu bukan berarti setelah Anda membaca artikel ini langsung menarik keluar upil dan ingus Anda dan memasukkannya ke dalam mulut, kecuali Anda menyukainya.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon