29 May 2017

Kecoa Mampu Bertahan Hidup Dari Efek Ledakan Nuklir?



Telah lama beredar cerita tentang binatang kecoa yang mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir. Mungkin Anda berpikir bagaimana mungkin kecoa mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir sedangkan mereka bisa mati hanya dengan penyemprot serangga.

Klaim tentang kecoa mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir berasal dari mitos bahwa hewan ini akan mewarisi Bumi dalam hal perang nuklir muncul tidak lama setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Setelah ledakan bom atom pada 1945, kemudian muncul sebuah laporan yang mengklaim bahwa serangga yang sudah hidup 300 juta tahun ini satu-satunya yang hidup diantara puing reruntuhan di Hiroshima dan Nagasaki.

Untuk menguji apakah mitos itu benar atau hanya sekedar isu, tim Discovery Chanel MythBuster melakukan pengujian dengan menggunakan satu set kecoa kecil atau yang lebih dikenal sebagai kecoa Jerman dalam tiga tingkat radioaktif  logam kobalt 60. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan bertahan hidup mereka dalam tingkat radiasi tertentu.

Semua kecoa dimulai dengan paparan awal 1.000 unit radon (rad) kobalt 60, dengan kemampuan membunuh manusia hanya dalam waktu 10 menit. Kemudian berlanjut dengan 10.000 dan 100.000 eksposur rad pada kelompok kecoa yang terpisah. Sebagai perbandingan, bom atom di Hiroshima memancarkan sinar radioaktif  gamma pada kekuatan sekitar 10.000 rad.


Karena radiasi secara bertahap menghancurkan organisme pada tingkat sel, MythBuster memantau kecoa yang terpapar selama 30 hari. Setelah sebulan, setengah kecoa yang terpapar 1.000 rad masih bergerak, dan yang luar biasa 10 persen dari kelompok 10.000 rad mampu bertahan hidup.

Dalam kelompok 10.000 rad menegaskan bahwa kecoa mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir, tetapi hanya untuk poin tertentu, dan tidak ada kecoa di kelompok 100.000 rad berhasil bertahan hidup.

Kemampuan kecoa untuk bertahan dari paparan radiasi ekstrim disebabkan oleh sistem tubuh mereka yang sederhana dan siklus sel yang lebih lambat. Sel adalah bagian yang paling sensitif dari radiasi nuklir ketika sel melakukan pembelahan. Itulah sebabnya manusia lebih rentan terhadap paparan radiasi karena memiliki banyak sel yang terus melakukan pembelahan dan pembaharuan - siklus sel.

Di sisi lain, kecoa melakukan pergantian kulit paling banyak sekali dalam seminggu, yang membuat paparan radiasi menyerang sel-sel mereka jauh lebih sempit. Klaim bahwa kecoa mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir cukup masuk akal, tapi jika ledakan nuklir dengan kekuatan yang lebih kuat dari Hiroshima dan Nagasaki maka tidak menutup kemungkinan mereka sulit untuk bertahan hidup.


Jika kecoa mampu bertahan hidup dari paparan radiasi nuklir, lalu mengapa mereka mati oleh penyemprot serangga? Seorang profesor di University of Massachusetts, Dr Joseph Kunkel, menjelaskan bahwa semua itu berkaitan dengan cara radiasi bekerja pada sel.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sel adalah yang paling sensitif untuk rusak oleh radiasi ketika mereka melakukan pembelahan. Manusia dan kebanyakan vertebrata lainnya memiliki banyak sel yang membelah sepanjang waktu, terutama pada sumsum tulang yang memproduksi sebagian besar sel darah baru. Itulah mengapa korban radiasi nuklir akan meninggal dikarenakan penyakit sumsung tulang.

Dengan alasan jumlah sel kecoa yang lebih sedikit, maka mereka mampu bertahan hidup dari radiasi nuklir. Namun untuk penyemprotan serangga atau pestisida, kecoa tidak mampu bertahan hidup dikarenakan pestisida yang digunakan pada kecoa adalah jenis neurotoksin.

Pada dasarnya reaksi neurotoksin berbeda dengan radiasi, neurotoksin bereaksi dengan menyerang sel saraf. Kecoa mungkin tidak sering melakukan pembelahan sel, tetapi mereka pastinya harus hidup dengan menggunakan sistem saraf mereka. Jika sistem saraf mereka diserang pestisida, maka mereka akan mati dengan cepat karena sel saraf mereka tidak akan mampu berfungsi.

Kesimpulan: Kecoa mampu bertahan hidup dari ledakan nuklir yang pada dasarnya efek dari sifat radiasinya, bukan ledakannya. Mereka mampu bertahan hidup dengan paparan radiasi sekitar 10.000 rad, namun jika ledakan nuklir dengan kekuatan lebih besar, kemungkinan besar mereka tidak mampu bertahan hidup. Kecoa dapat bertahan hidup dari radiasi nuklir sedangkan akan mati oleh penyemprot serangga dikarenakan reaksi neurotoksin pada penyemprot serangga yang menyerang sistem saraf, sedangkan radiasi nuklir bekerja menyerang sel.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon