08 May 2017

Jejak Bayangan Hitam Efek Dari Mengerikan Ledakan Nuklir Hiroshima



72 tahun lalu sebuah bom nuklir sangat mematikan menghantam kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu efeknya yang masih menghantui hingga sekarang adalah terbentuknya bayangan siluet manusia dan benda-benda yang mengubah warna permukaan, diduga disebabkan oleh panasnya radiasi nuklir.

On August 6, 1945, a US B-29 bomber unleashed the uranium missile, which exploded around 1,800 feet above the ground.

The horrifying attack destroyed the city centre and wiped out 70,000 people instantly, with thousands more dying from radiation poisoning over the subsequent days, weeks and months.

At 8.15 local time this morning, a bell tolled in Hiroshima to mark the exact moment the devastating bomb was dropped.

Such was the ferocity of the blast, eerie shadows of incinerated humans were left imprinted on steps, pavements and walls.

The haunting impressions were caused by the heat of the explosion, which changed the colour of surfaces – hence the outline of bodies and objects that absorbed some of the blast.

In commoration of the horrific atrocity that day, here are seven evocative Hiroshima shadows that remained once the dust had settled … Selengkapnya

FAKTA

ANALISIS

Pada pukul 08. 15, tanggal 6 Agustus 1945, pesawat tempur Amerika melepaskan bom atom di kota Hiroshima, efek ledakan dengan kilatan cahaya yang membutakan hingga jarak 600 meter tersebut menciptakan bayangan siluet manusia dan benda-benda yang hingga sekarang masih bisa terlihat.

Kisah serangan bom atom Hiroshima berawal pada 28 Juli 1945, Jepang menolak perintah untuk menyerah kepada sekutu yang diumumkan dalam Deklarasi Postdam di AS, Inggris dan Tiongkok dua hari sebelumnya. Akibatnya pihak AS mengeluarkan perintah menjatuhkan bom atom yang ditandatangani oleh Jenderal Thos T.Handy, pejabat Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat kepada Jenderal Carl Spaatz, pemimpin Komando Strategis AU Amerika Serikat, tertanggal 25 Juli.

Bayangan permanen akibat panasnya radiasi nuklir banyak didokumentasikan, Museum Memorial Perdamaian Hiroshima menyimpan dokumentasi tangga batu menuju pintu masuk Bank Sumitomo dengan bayangan seseorang yang menempel di tangga. Jarak Bank dengan pusat ledakan sekitar 250 meter, bayangan tersebut diduga berasal dari seseorang yang sedang duduk di tangga menunggu Bank buka.


Foto bayangan lainnya juga berhasil didokumentasikan.









Terbentuknya bayangan siluet akibat radiasi termal memang benar, tapi klaim lain yang beredar mengatakan bahwa tubuh pemilik bayangan menguap akibat panasnya radiasi tidak ada sumber ilmiah sebagai pendukungnya, kemungkinan hanya berdasarkan asumsi.

Bom atom tersebut membantai sekitar 90.000 sampai 146.000 orang di Hiroshima dan 39.000-80.000 orang di Nagasaki. Kebanyakan orang yang tewas dikarenakan luka bakar yang amat parah. Bahkan, kekuatan bom atom mampu melenyapkan tubuh manusia hingga menguap ke udara dan tidak meninggalkan bekas sedikitpun.

Satu-satunya sumber klaim tersebut berasal dari pernyataan yang sama sekali tidak diketahui: "... orang-orang dengan cepat menguap bersamaan dengan semua bangunan di dekat ground zero - bertahan dari efek ledakan nuklir yang menyerang Hiroshima. Sumber: The effects of the atomic bomb on Hiroshima, Japan (the secret U.S. Strategic Bombing Survey report 92, Pacific Theatre) : Nigel B. Cook : Free Download & Streaming.

Namun, jika dibaca secara lengkap, ribuan orang yang meninggal disebabkan efek ledakan dengan suhu yang sangat panas, kebakaran, trauma fisik akibat ledakan, penyakit efek dari radiasi dan lainnya, tidak disebutkan penguapan instan.

Klaim tentang tubuh manusia mengalami penguapan instan hingga meninggalkan jejak bayangan diduga berdasarkan asumsi bahwa dengan suhu panas yang sangat tinggi maka tubuh akan menguap, dan kemungkinan ketidakpahaman dalam menerjemahkan foto-foto bayangan yang beredar seakan bayangan tersebut merupakan hasil dari penguapan instan.


Terbentuknya bayangan manusia dan benda dari efek ledakan nuklir disebabkan oleh "radiasi termal", analoginya seperti Anda berada di pantai dengan sengatan sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV) akan menyebabkan kulit menjadi coklat dan akan tergambar pada kulit Anda, kecuali Anda sebelumnya menggunakan semacam tabir surya sebagai pencegah radiasi UV. Radiasi nuklir bekerja dengan cara yang sama, yang membedakan dari emisi nuklir merupakan radiasi termal bukan UV. Jadi, tidak ada bukti ilmiah atau studi ilmiah dari teori penguapan instan tubuh manusia pada ledakan nuklir Hiroshima.

Karakteristik dari bom atom sangat berbeda dengan bahan peledak konvensional, mekanisme dan kerusakan fisik dari senjata nuklir (ledakan dan radiasi termal) identik dengan bahan peledak konvensional, tetapi energi yang dihasilkan oleh ledakan nuklir jutaan kali lebih kuat per-gram dan suhu dalam waktu yang sangat singkat bisa mencapai puluhan juta derajat..

Luka bakar yang dihasilkan adalah akibat yang paling dominan dari penyebab ledakan nuklir karena energi yang dilepaskan sangat kuat. Bayangan permanen yang terbentuk berada tidak jauh dari pusat ledakan, dengan durasi radiasi panas yang cukup singkat.

Ketika radiasi termal menyerang sebuah objek, sebagian akan dipantulkan, sebagian ditransmisikan, dan sisanya diserap. Fraksi yang diserap tergantung pada sifat dan warna material. Sebuah objek berwarna terang kemungkinan memantulkan banyak radiasi dan dengan demikian menciptakan kerusakan, seperti bangunan berwarna putih. Radiasi termal yang diserap meningkatkan suhu permukaan dan mengakibatkan suhu panas, hangus, dan membakar kayu, kertas, kain dan bahan lainnya yang mudah terbakar. Jika objek keras seperti besi atau batu, efek panas hanya terbatas pada permukaan material.

Wanita dengan bagian punggung berwarna gelap dari pola kimono yang menempel pada kulit akibat sinar panas yang sangat kuat dari radiasi termal Hiroshima

Seorang wanita dengan punggung yang menghitam dengan beberapa tonjolan dan garis putih dari tali tas yang membekas di kulit, namun bagian tangan mengalami luka bakar terparah akibat radiasi termal Hiroshima. Korban berada dalam jarak 1,6 kilometer dari pusat ledakan

Salah satu korban meninggal dengan posisi kedua tangan memegang leher dengan kesan penderitaan yang dialaminya menjelang kematian. Korban berada dalam jarak 700 meter dari pusat ledakan.

Kesimpulan: Bayangan permanen akibat ledakan nuklir di Hiroshima adalah fakta, akibat suhu yang sangat panas dan radiasi termal yang dihasilkan dari ledakan. Senjata nuklir memancarkan sejumlah besar radiasi termal, inframerah, dan sinar ultraviolet, yang menguap ke atmosfer sebagian besar transparan, hal ini dikenal sebagai "Flash". Teori bahwa terjadi penguapan instan pada tubuh manusia tidak berdasarkan bukti ilmiah, ada dua teori kemungkinan , itu teori palsu atau kebenaran yang ditutupi.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon