27 April 2017

Tiga Militan ISIS Tewas Diserang Babi Hutan di Irak?



Baru-baru ini sebuah cerita beredar di outlet berita mengabarkan tentang tiga orang anggota ISIS tewas diterkam babi hutan di areal pertanian yang dikendalikan kelompok tersebut di dekat Kirkuk di wilayah al-Rashad, Irak.

Berikut laporan berita dari kompas.com, tempo.co, suara.com.

Tiga militan, atau tepatnya teroris, Negara Islam Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) tewas diterkam babi hutan di areal pertanian yang dikendalikan kelompok tersebut di Irak.

Menurut laporan Iraqi News, militan ISIS telah berusaha untuk menghalau binatang buas itu ke dekat Kirkuk di wilayah al-Rashad ketika babi hutan tersebut tiba-tiba "mengamuk".

Sebuah sumber, demikian media Irak itu, mengklaim bahwa anggota ISIS lainnya telah melakukan "balas dendam terhadap babi hutan” tersebut setelah terjadi serangan fatal yang menewaskan tiga pejuang ISIS.

Harian The Independent, Selasa (25/4/2017), mengutip media Irak itu, menyebutkan, tidak begitu jelas bagaimana pejuang ISIS itu tewas diserang babi hutan.

Juga tidak dijelaskan dengan rinci bagaimana cara pejuang ISIS lainnya melakukan "balas dendam" terhadap babi hutan.

Sedangkan Alsumaria News mengutip sebuah sumber, mengatakan, "teroris Daesh ( ISIS) membalas dendam pada babi yang menyerang lahan pertanian," namun tidak mengklarifikasi bagaimana persisnya tindakan balas dendam itu.

Kelompok ISIS telah mengusasi daerah sekitar Kirkuk sejak tahun 2014, dan beberapa ribu warga sipil kabarnya telah melarikan diri dari wilayah tersebut.

Insiden tiga pejuang ISIS diserang babi hutan itu terjadi enam bulan setelah pasukan Irak melancarkan upaya untuk merebut kembali kota Mosul, yang dianggap sebagai benteng terakhir kelompok teror paling bengis itu.

Namun, ada kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat mendorong militan untuk berkumpul kembali di tempat lain.

Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah bahwa Kirkuk bisa menjadi benteng pertahanan berikutnya setelah Mosul.

Pasukan lokal di wilayah Kirkuk telah berulang kali meminta pemerintah untuk membebaskan daerah mereka dari ISIS, namun sumber daya aparat keamanan Irak telah tersedot ke Mosul.

Militan ISIS juga dituduh mengeksekusi warga sipil di wilayah Kirkuk yang mencoba melarikan diri ke kamp-kamp pengungsi yang dinilai aman dari ancaman kelompok garis keras itu.

Diragukan

ANALISIS

Kabar tiga anggota ISIS tewas oleh babi hutan terdengar lucu, mereka yang terkenal sangat kejam dan telah banyak membunuh ternyata harus tewas di tangan babi hutan. Cerita tersebut menjadi viral banyak dirilis media online Indonesia dan internasional,

Berita tersebut mengandalkan informasi dari sumber anonim yang sangat sulit untuk diverifikasi. Anggota ISIS dibunuh babi hutan merupakan keanehan karena dalam catatan tidak pernah ada anggota ISIS tewas dibunuh binatang liar, mereka biasanya terbunuh oleh senjata dan ideologi militan yang sangat bangga jika terbunuh dalam peperangan.

Kisah tiga anggota ISIS dibunuh babi hutan mulai menjadi viral ketika media Inggris Daily Mail mewartakannya. Sebuah catatan hitam Daily Mail yang mendapat reputasi sangat buruk akibat kualitas berita yang banyak bermasalah, bahkan mereka dilarang dijadikan sumber resmi di situs Wikipedia.

Jika menarik benang merah dari cerita ini yang beredar di outlet berita internasional, semua kembali ke sumber tunggal situs berita Iraqi News. Situs ini merupakan situs berita berbahasa Inggris, didirikan pada tahun 2000. Berdasarkan keterangan dalam situs menyebutkan bahwa Iraqi News merupakan media berita independen berbahasa Inggris mencakup berbagai isu seputar Irak, termasuk keamanan, bisnis, politik, isu-isu sosial, budaya, hiburan dan olahraga.

Iraq News dijalankan oleh 18 orang tim yang mencakup penerjemah, penyumbang dana, koresponden, editor dan wartawan. Dari 18 orang tim hanya ada 3 dari kalangan wartawan, sedangkan 6 orang sebagai penerjemah yang bukan wartawan ataupun editor.

Cerita tiga anggota ISIS dibunuh babi hutan yang dirilis di situs Iraqi News ditulis oleh Mohamed Mustafa, penerjemah senior dan koresponden, dengan judul "Wild boars rampage in Kirkuk, leave 3 Islamic State members dead", dirilis pada 24 April 2017. Mustafa menulis berita dengan mengutip sumber lokal, yang akhirnya memberikan sumber kepada Alsumaria News yang mengutip sumber lokal.


Kirkuk (IraqiNews.com) Three Islamic State militants died late Sunday when wild boars attacked them in southern Kirkuk, a local source was quoted saying.

The animals went on a rampage near a farmland in al-Rashad region, an Islamic State pocket 53 kilometers south of Kirkuk. They attacked the militants and left three killed, according to the source.

Alsumaria News quoted the source saying that “Daesh (Islamic State) militants took revenge at the pigs that attacked the farmland,” but did not clarify the method.

Alsumaria News dalam artikelnya (berbahasa Arab) yang dirilis pada 23 April 2017, mengatakan bahwa tiga anggota ISIS tewas diserang babi liar di sebuah peternakan di Selatan Kirkuk. Berita tersebut berdasarkan sumber lokal yang diwawancarai oleh mereka, namun sumber tidak bersedia disebutkan namanya (anonim). Berikut hasil terjemahan Google Translate, link.

Benang merah cerita

  • Berita tentang tiga anggota ISIS dibunuh babi hutan yang banyak dilaporkan media online Indonesia dan internasional berasal dari sumber situs Iraqi News, artikel berita dirilis pada 24 April 2017.
  • Iraqi News mengutip sumber lokal, namun akhirnya kembali ke sumber situs Alsumaria News yang mengutip sumber lokal.
  • Iraqi News menulis berita berbahasa Inggris dengan menerjemahkan laporan berita Alsumaria News (berbahasa Arab). Berita Iraqi News tidak memberikan sumber tambahan dan tidak melakukan verifikasi, hanya mengutip berita dari Alsumaria News (laporan berita tidak menjelaskan secara spesifik).
  • Berita Alsumaria News berdasarkan sumber tunggal anonim (tidak jelas). Dalam kaidah jurnalistik, jika berdasarkan sumber anonim harus ada sumber tambahan (minimal total tiga sumber) yang membenarkan cerita tersebut.


Cerita yang mirip pernah beredar

Cerita yang sama pernah beredar di outlet berita pada 2015, mengatakan bahwa militan ISIS membunuh seorang sandera lalu memberikan dagingnya kepada seorang wanita yang tidak lain adalah ibu dari sandera tersebut. ISIS telah menipu wanita tersebut dengan menyajikan makanan yang dia tidak sadari telah memakan daging anaknya sendiri.

Kisah itu hanya bersumber dari cerita narasumber tunggal, tanpa ada bukti yang menyertainya. Narasumber tidak menyaksikan kejadiannya, dan dia juga bukan pihak yang mengalami kejadiannya. Dalam cerita itu mengatakan wanita tersebut mendatangi ISIS untuk membebaskan puteranya yang disandera, lalu bagaimana caranya seorang ibu dapat mendatangi anaknya yang sedang disandera dan mencoba membebaskannya. Sangat aneh jika ISIS dengan sambutan yang begitu baik dan memberikannya makan, padahal bukankah ISIS terkenal dengan kekejamannya.

Kisah itu tidak didukung bukti validitas, dan cerita itu seolah untuk memperkuat citra ISIS yang terkenal sangat kejam. Walaupun kisah itu tidak mustahil dilakukan ISIS, namun faktanya itu nampak jelas hanya cerita fiktif tanpa ada bukti-bukti kuat. Terkadang media tidak mempedulikan kebenaran dari cerita narasumber, yang terpenting beritanya sangat menjual dan menguntungkan.

Cerita itu mirip dengan beberapa cerita rakyat, seperti cerita Titus Andronicus karangan Shakespeare (di mana kedua anak lelaki seorang ratu dibunuh oleh seorang jenderal Romawi yang berperang melawan rakyat sang ratu, yang kemudian memanggang daging anak-anak tersebut menjadi pai di mana sang ratu memakannya tanpa sadar apa yang ada di dalamnya) dan sebuah episode dari animasi satir South Park yang berjudul 'Scott Tenorman Must Die' (di mana menunjukkan tokoh antagonis acara tersebut, Eric Cartman, memberi makan 'musuhnya, orangtua mereka yang telah dibunuh dan dagingnya dimasukan dalam semangkuk chili).

Benang merah dari sumber lain

Menurut The Times, yang bertemu pemimpin suku setempat, tiga orang bersembunyi di lahan penuh alang-alang, mereka sedang mempersiapkan penyergapan di dekat sungai. Kehadiran mereka diduga mengusik babi liar. Sheikh Anwar al-Assi memastikan bahwa serangan babi liar juga melukai lima orang.

The Telegraph melaporkan bahwa mayat anggota ISIS ditemukan oleh pengungsi. "Beberapa hari kemudian, ISIS mulai membunuh babi hutan di sekitar wilayah kejadian," kata seorang pejabat Kurdi di Kirkuk.

Menurut laporan dari kantor berita Xinhua, ancaman babi liar di daerah provinsi Diyala, sebelah timur dari Irak, menimbulkan kekhawatiran penduduk karena bisa mengancam kerusakan lahan pertanian dan ancaman serangan kepada anak-anak dan wanita. Ancaman serangan babi hutan di wilayah Kirkuk dan sekitarnya adalah nyata.


Laporan The Times tidak secara spesifik membenarkan ada tiga anggota ISIS tewas dibunuh babi liar. Dan laporan Xinhua juga menjelaskan tentang bahaya babi hutan yang banyak berkeliaran yang bisa saja menyerang penduduk setempat, tapi tidak menyebut tentang ISIS.

Sumber yang memperkuat klaim tersebut hanya dari laporan The Telegraph, namun sumber berasal dari pejabat setempat, beberapa ahli berpendapat itu merupakan operasi psikologis yang dimaksudkan untuk mengejek dan mengacaukan para pendukung ISIS.

Kesimpulan: Cerita tersebut berasal dari sumber anonim yang pertama kali dirilis pada 23 April 2017 oleh situs berita Alsumaria News, kemudian dikutip ulang oleh situs berita Iraqi News dengan memperluas cerita yang akhirnya menjadi sumber utama banyak outlet berita internasional.

Tidak ada bukti kuat sebagai pendukung cerita, semua berasal dari sumber anonim, hanya ada sumber tambahan pejabat setempat, namun dianggap belum sepenuhnya membenarkan klaim. Keputusan ada di tangan Anda apakah akan mempercayai berita tersebut dengan alasan banyak outlet berita internasional merilis beritanya atau menolak dengan alasan sumber tidak kuat dan tidak ada bukti yang meyakinkan.

Catatan: Analisis kami tidak membenarkan atau membantah klaim tersebut, artikel ini sebagai pembanding (berdasarkan fakta benang merah darimana cerita berasal) dari artikel berita yang beredar agar Anda sebagai pembaca lebih kritis menilai sebuah berita dengan menggunakan pemikiran rasional dalam memverifikasi setiap berita sebelum Anda mempercayainya.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!



Emoticon Emoticon