09 April 2017

[Mitos VS Fakta] Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun


Banyak pernyataan dan catatan dalam buku sejarah yang mengatakan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun lamanya. Satu hal yang menjadi pertanyaan besar benarkah angka 350 tahun sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita menengok jauh ke belakang hubungan antara Indonesia dengan Belanda pada awal kedatangannya di Nusantara. Belanda dengan armadanya pertama kali menginjakan kaki di Nusantara pada tahun 1596, saat itu tujuan utamanya untuk berdagang dan selebihnya untuk wisata.

Pihak Belanda melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia, salah satunya mereka bisa mendapatkan sesuatu yang jarang atau bahkan tidak diketahui pasar Belanda - porselen, sutra, satin, rempah-rempah, batu mulia, emas, dan lainnya. Rempah-rempah adalah potensi paling besar yang dianggap sangat berharga, seperti lada, cengkeh, pala dan lainnya yang dianggap sangat menguntungkan bagi pengusaha Belanda.

Demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pada tahun 1602 diputuskan pada kerjasama antara kamar dagang. Hal ini mencetuskan berdirinya East India Company (Perdagangan Hindia Timur) atau lebih dikenal sebagai VOC. Didirikannya VOC otomatis memiliki hak eksklusif untuk mengatur perdagangan di wilayah yang dikuasainya, selain itu mereka juga mendapatkan hak-hak politik - perjanjian menutup diri, membangun benteng, melakukan perang dan mengendalikan wilayah yang ditaklukkan.

Sebelum tahun 1945, sejatinya Indonesia tidak pernah ada, secara de facto dan de jure Republik Indonesia tidak diakui. Nama Indonesia baru muncul dikalangan ilmuwan pada 1850, seorang etnolog berkebangsaan Inggris bernama James Richardson Logan menulis Ethnology of the India Archipelago. Buku ini berisi penyelidikan oleh filolog ke dalam hubungan benua dari penduduk pulau Indo-Pasifik. Dalam buku mengkaji literatur yang ada pada teori-teori umum dari hubungan antara bahasa dari berbagai suku dan pembangunan negara juga tingkat peradaban.

Beberapa tahun kemudian, seorang etnolog Jerman bernama Adolf Bastian (1826-1905) menulis sebuah buku berjudul Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulaan Melayu), terbit pada tahun 1884.

Sebelum tahun 1945, Indonesia dikenal sebagai Hindia Belanda yang artinya India punya Belanda. Nama itu untuk membedakan dengan Hindia Barat atau India Yang dikuasai oleh Inggris. Nama Hindia Belanda dan Hindia Barat murni berdasarkan kesepakatan Belanda dan Inggris untuk mengenali wilayah kekuasaannya masing-masing. Sebelumnya wilayah Indonesia dikenal sebagai Nusantara yang artinya diantara pulau-pulau, mencakup berbagai bangsa dan kerajaan seperti Sunda, Bali, Gowa, Padjajaran, Melayu, Andalas, Pagaruyung, Mataram, Banten dan lainnya.

Istilah Hindia Belanda diperkenalkan pada tahun 1814. Pada tahun 1922, gagasan Indonesia mulai diperkenalkan. Istilah ini digunakan oleh kaum nasionalis Indonesia yang ingin menunjukkan bahwa Hindia Belanda (Indonesia) adalah bangsa yang harus independen.

Nama Indonesia berasal dari berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di pertengahan abad ke-19. Dalam artikel IAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, etnolog berkebangsaan Inggris George Earl menulis On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations (Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia).

Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas, sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia. Dalam artikelnya ia menulis: "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi Orang Indunesia atau Orang Malayunesia."

Darimana angka 350 tahun muncul?

Berasarkan benang merah ke hulu, angka 350 tahun berawal dari perkataan seorang Gubernur Hindia Belanda bernama Bonifacius Cornelis de Jonge (1931-1936). Awal cerita pada pertengan tahun 1930-an, Gubernur Jenderal de Jonge memberikan keterangan pers bahwa impian Hindia belanda untuk merdeka masih jauh dari kenyataan: "Kita sudah berada di Hindia selama 300 tahun, kita pasti harus bisa berada di sini selama 300 tahun lagi," ucapnya.

Bonifacius Cornelis de Jonge (Wikipedia)

Apa yang diucapkan de Jonge sangat beralasan karena jika kita menghitung kedatangan Belanda pertama kali pada tahun 1596 di Pelabuhan Banten, maka Belanda sudah menginjakkan kakinya di bumi Nusantara lebih dari 300 tahun. Jika dihitung pada tahun 1945 (saat Indonesia merdeka), maka usia Belanda di Indonesia saat itu sekitar 350 tahun.

Namun bukankah kedatangan Belanda pertama kali untuk bisnis bukan menjajah? Awal kedatangannya bahkan terikat kesepakatan dengan Kerajaan Banten dan diwajibkan mempersembahkan upeti kepada Sultan Banten.

Bahkan berdirinya VOC tidak serta merta niatan penguasaan ekonomi dan politik Belanda di wilayah Nusantara berjalan mulus. Berbagai perlawanan banyak terjadi di beberapa wilayah ketika Belanda berniat menganeksasi wilayah kerajaan-kerajaan yang ada saat itu.

Banyak perang terjadi di Nusantara sebagai perlawanan atas niatan Belanda menguasai beberapa wilayah Nusantara. Di Jawa Barat muncul seorah tokoh bernama Raden Alit Prawatasari  yang memimpin perlawanan sporadis terhadap VOC (1703-1707).Di Sumatera Barat meletus Perang Padri (1821-1837), di Jawa Tengah ada Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Jambi (1833-1907), Perang Lampung (1834-1856), Perang Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1859-1905), Perlawanan di Sumatera Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh (1873-1942).

Masyarakat Nusantara banyak melakukan perlawanan dan tidak mudah menyerah, itulah mengapa Belanda sangat kesulitan untuk menguasai Nusantara. Jadi selama 350 tahun menginjakkan kakinya di Nusantara, Belanda tidak sepenuhnya menjajah Nusantara secara keseluruhan.

Tiga sejarawan, Dr Lilie Suratminto, MA (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia), Dr Sri Margana (Jurusan Sejarah Universitas Gajah Mada) dan Bonnie Triyana (alumni jurusan sejarah Universitas Diponegoro dan Pemred Majalah Historia), sepakat mengatakan bahwa benar, memang penjajahan Belanda bukan selama 350 tahun.

Apa yang disebut dengan penjajahan sebenarnya ketika negara kolonial Belanda itu didirikan. Kolonial Belanda ada sejak didirikannya Hindia Belanda setelah VOC dihapuskan dan dinyatakan bangkrut pada 1800, aset VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda.

Jadi yang disebut negara kolonial Belanda adalah bekas wilayah VOC, sejatinya VOC bukanlah sebuah negara sejak didirikan pertama kali pada tahun 1602 hingga 1800. Sedangkan yang disebut Indonesia setelah merdeka adalah bekas semua kekuasaan kolonial Hindia Belanda.

Kesimpulan: Sejak awal kedatangan armada Belanda di Pelabuhan Banten pada 1596, pada awalnya terutama untuk bisnis dan hal formal; mereka memainkan pada tingkat politik dagang dan ekonomi. Kontak sosial lebih pada tingkat unsur individu - hubungan orang Belanda dengan wanita pribumi hingga menghasilkan budaya campuran, dan hubungan sosial menyebabkan pertukaran ide dan agama.

Klaim bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun tidak tepat karena secara perhitungan awal kedatangan (berdagang) dan selanjutnya muncul niatan Belanda untuk menguasai bumi Nusantara tidak mudah karena perlawanan sengit masyarakat pribumi hingga banyak terjadi perang di daerah.

Kolonial Belanda dengan nama Hindia Belanda baru tertulis dalam Undang-undang Kerajaan Belanda tahun 1814 sebagai wilayah berdaulat Kerajaan Belanda. Jadi, Indonesia tidak dijajah Belanda selama 350 tahun dan berapa lama sebenarnya Indonesia dijajah tidak pasti.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

Referensi
Omong Kosong 350 Tahun, by Hendi Jo
Histories, Dutch East Indies to Indonesia (Hindia Belanda ke Indonesia)
Wikipedia, ekspedisi Cornelis de Houtmen (penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia)
Detik.com (Benarkah Indonesia Dijajah Belanda Tak Selama 350 Tahun?)


Emoticon Emoticon