07 April 2017

Apakah Masuk Angin Penyakit Nyata?


Pada umumnya masyarakat sangat mengenal dan pernah mengalami yang namanya masuk angin. Namun, apa sebenarnya yang terjadi ketika Anda mengalami masuk angin dan apakah masuk angin dapat diobati oleh dokter?

Pada dasarnya gejala masuk angin secara medis tidak pernah teridentifikasi karena tidak dikenal dalam ilmu medis. Jika Anda mencari di kamus kedokteran, Anda tidak akan pernah menemukan teks apapun tentang masuk angin, bahkan dalam daftar klasifikasi penyakit internasional tidak mengenal istilah masuk angin.

Tentang masuk angin

Pada umumnya cuaca dingin atau kondisi angin yang cukup besar dianggap penyebab seseorang akan terserang masuk angin. Sebenarnya angin tidak dapat memicu terjadinya masuk angin. Cuaca dingin yang dirasakan tubuh menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia.

Jika masuk angin bukan penyakit, lalu mengapa banyak orang mengaku pernah merasakan penyakit masuk angin?

Mungkin Anda meragukan ilmu kedokteran yang tidak mengklasifikasikan masuk angin sebagai penyakit dengan alasan bahwa semua orang Indonesia pastinya pernah mengalami penyakit masuk angin. Sejatinya apa yang diderita dan disebut masuk angin tidak ada dalam keilmiahan medis, masuk angin hanya istilah yang digunakan masyarakat sejak lama.

Masuk angin pada dasarnya hanya sebuah istilah yang digunakan ketika seseorang merasakan gejala seperti kedinginan, perut kembung (seperti kemasukan angin), pegal-pegal, flu, demam, semua seperti sekumpulan gejala.

"Pada umumnya ketika seseorang mengalami sakit kembung biasanya menganggap masuk angin, padahal itu masalah gangguan lambung atau saluran cerna. Sakit flu (common cold) dibilang masuk angin, sakit pegal-pegal dibilang masuk angin, padahal itu namanya myalgia. Bahkan yang paling ngeri, serangan jantung ringan karena gejala pegal-pegal dikira masuk angin, " jelas dr. Ronny kepada Sekoci. "Jadi memang tidak ada patokan, soalnya itu bahasa orang awam sejak zaman dulu."

Apakah kerokan berpengaruh?

Kerokan pada dasarnya hanya membuat pembuluh darah di kulit yang dikerok melebar dan akan timbul warna merah akibat pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler). Jadi, otot-otot disekitarnya akan menjadi lebih banyak darah mengakibatkan otot-otot yang kaku mendapat lebih banyak asupan darah.

Selain itu, rasa sakit dan perih yang dirasakan ketika kerokan dapat merangsang adrenalin, akhirnya badan terasa lebih segar. Sebenarnya kerokan bukan proses untuk mengobati masuk angin, itu mitos tradisional yang dipercaya sejak lama.

Instagram Justin Bieber mengupload foto bagian leher merah diduga bekas kerokan


Secara medis, kerokan merupakan salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup menjadi melebar. Jika kerokan terus menerus maka akan mengakibatkan banyak pembuluh darah kecil pecah. Dampak dari penyempitan pembuluh darah saat cuaca dingin dapat membuat peredaran darah menjadi kurang lancar, mengakibatkan badan menjadi terasa pegal-pegal.

Bagaimana dengan obat masuk angin yang beredar di pasaran?

Pertanyaan besar muncul bagaimana bisa obat yang beredar mengklaim mampu mengobati masuk angin sedangkan dalam ilmu medis tidak pernah mengenal penyakit masuk angin. Obat-obat yang beredar pada dasarnya masuk kategori obat herbal yang menurut kategori POM masuk dalam kategori "obat herbal tradisionil."

Isi dari obat herbal semuanya dari herbal yang sudah lumrah digunakan sehari-hari dan efek sampingnya ringan. Berdasarkan pasal 1 Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, ditetapkan bahwa:
  1. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
  2. Obat Herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandardisasi.
  3. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi.
  4. Untuk Sediaan galenik Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional, disebutkan bahwa “Sediaan Galenik yang selanjutnya disebut Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan menyari Simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, di luar pengaruh cahaya matahari langsung.

Obat masuk angin biasanya hanya akan membuat badan menjadi hangat, diharapkan penderita akan merasa lebih nyaman, dengan begitu penderita akan merasa sembuh dari masuk angin dengan dibantu oleh efek plasebo. Namun, klaim yang menyebutkan dapat mengobati masuk angin tidak tepat karena penyakit ini tidak nyata dan tidak diakui dalam bidang kedokteran.

Bagaimana dokter menjelaskan masuk angin kepada pasiennya?

Pada umumnya dokter akan merasa bingung ketika ada pasiennya mengeluh menderita masuk angin. Dokter biasanya menyebut masuk angin kepada pasiennya ada tiga kemungkinan. Pertama, dokter bingung menjelaskan kepada pasien yang sangat meyakini dirinya menderita masuk angin. Kedua, dokter merasa malas menjelaskan penyakit pasiennya yang pada dasarnya penyakit yang diderita sangat ringan. Ketiga, dokter melihat pasiennya kemungkinan jika dibilang masuk angin pasti akan merasa puas.

Yang pasti ketiga alasan tersebut dimaksudkan untuk pasien yang sebenarnya hanya mengalami gejala penyakit ringan (hanya butuh istirahat). Masyarakat percaya bahwa masuk angin disebabkan karena masuknya angin (secara harafiah)  ke dalam tubuh.

Teori masuk angin pastinya tidak akan pernah diterima dalam ilmu kedokteran, penyebab dan alur penyakit harus jelas dan tidak boleh berdasarkan asumsi saja. Pada dasarnya angin yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat menjadi penyebab dalam mengdiagnosis perjalanan penyakit.

Kesimpulan

Masuk angin merupakan penyakit tidak nyata dan hanya sebuah istilah yang hanya dikenal di negara rumpun Melayu, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Timor Leste. Dalam dunia kedokteran penyakit ini dianggap hanya sekedar mitos karena tidak adanya bukti medis sebagai pendukungnya. Ada dua keluhan penyakit yang paling sulit ditentukan oleh dokter, masuk angin dan panas dingin.

Istilah masuk angin tidak dikenal dalam ilmu medis karena tidak dapat teridentifikasi, beda halnya dengan istilah angin duduk. Istilah angin duduk dalam ilmu kedokteran adalah nyeri pada wilayah dada atau ketidaknyamanan dibagian leher, rahang, bahu, punggung atau lengan akibat penyakit jantung koroner. Dalam ilmu kedokteran modern, istilah angin duduk disebut sebagai "Angina Pectoris", Angina pada wanita dapat berbeda dibanding pada pria.

Penyakit masuk angin sebenarnya bukan penyakit resmi yang dianggap tidak perlu dikhawatirkan. Masuk angin akan hilang sendiri setelah penderitanya istirahat dengan cukup dan minum air hangat atau air jahe hangat. Secara medis biasanya dokter akan memberikan parasetamol, vitamin, penenang dan menganjurkan pasien untuk beristirahat.

Kami menghimbau jika Anda merasakan penyakit alangkah baiknya selalu berkonsultasi kepada ahli medis profesional yang Anda percaya agar penyembuhannnya dapat dilakukan secara efektif sesuai prosedur medis. Artikel ini merupakan penjelasan ilmiah tidak dapat menggantikan diagnosis medis.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dr. Ronny yang telah membantu melengkapi artikel ini dengan memberikan penjelasan tentang masuk angin dalam pandangan medis.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon