14 April 2017

Ahli Bedah Italia Akan Melakukan Transplantasi Kepala Manusia?


Pernahkah Anda berpikir bahwa kepala manusia bisa ditransplantasi? Rencana transplantasi kepala manusia untuk pertama kali dalam sejarah direncanakan akan dilakukan pada Desember 2017, dilakukan oleh seorang ahli saraf dari Italia, Dr. Sergio Canavero. Banyak outlet berita mengabarkan bahwa seorang ahli komputer berusia 30 tahun asal Rusia bernama Valery Spiridonov, mengajukan diri menjadi relawan dalam prosedur transplantasi kepalanya ke tubuh manusia lain.

Berikut artikel berita dari kompas.com, nationalgeographic.co.id, liputan6.comviva.co.id.

Awal tahun ini, ilmuwan dan ahli saraf dari Italia, Sergio Canavero, mengejutkan dunia ketika ia mengumumkan akan melakukan transplantasi kepala manusia. Ini merupakan rencana transplantasi kepala pertama di dunia.

Tentu perlu persiapan matang agar proses transplantasi lancar dan berhasil. Canavero baru-baru ini mengumumkan bahwa operasi tersebut akan dilakukan pada Desember 2017.

Ia juga telah merekrut seorang ahli bedah kepala untuk memimpin prosedur kontroversial itu. Operasi ini mungkin terdengar seperti adegan dari film horor. Namun, ada satu orang yang berharap operasi ini akan dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Orang tersebut adalah Valery Spiridonov. Pria berusia 30 tahun asal Rusia ini mengajukan diri sebagai sukarelawan dalam prosedur yang dia harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dirinya.

Spiridonov merupakan ilmuwan komputer yang menderita penyakit saraf motorik langka yang dikenal sebagai penyakit Werdnig-Hoffmann. Penyakit tersebut menyebabkan saraf motorik memburuk yang mengarah pada atrofi otot.

Pada kasus berat, penyakit tersebut akan mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan menelan dan bernapas. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini.

Diragukan

ANALISIS

Berita tentang transplantasi kepala manusia merupakan rencana besar dari seorang dokter Italia bernama Dr. Sergio Canavero. Kotaku UK menerbitkan rincian komprehensif tentang teori konspirasi Dr. Sergio Canavero, kehidupan nyata ahli bedah saraf dari Turin ini yang kontroversial, yang telah menerbitkan lebih dari 100 makalah.

Dr. Sergio Canavero

Sebenarnya apa yang ia lakukan diduga terlibat dalam viral marketing sebuah video game "Metal Gear Solid V: The Phantom Pain." Dr. Canavero mendadak terkenal setelah mengklaim bahwa ia siap dan mampu melakukan transplantasi kepala manusia pertama dalam sejarah medis . Dia bahkan menemukan calon pasien asal Rusia bernama Valery Spiridonov , ia menderita penyakit penurunan massa otot rangka (muscle wasting).

Valery Spiridonov

Rumor transplantasi kepala manusia yang menjadi viral dan dirilis oleh banyak outlet berita, dimulai dengan sebuah posting sederhana pada forum game NeoGAF , menunjukkan foto ini:



Sosok dokter Canavero sangat mirip dengan karakter dalam video Metal Gear Solid, dari penampilannnya hingga perilakunya. Beberapa pihak meragukan bahwa Canavero sebagai dokter sungguhan, mungkin juga seseorang yang disewa untuk kampanye viral marketing sebuah video game.

Dr. Canavero mengaku tidak ada hubungannya dengan produk video game yang dimaksud, ia baru mengetahui tentang Konami dan Kojima setelah dirinya mulai banyak diperbincangkan. Ia juga tidak mengerti mengapa dirinya digunakan sebagai template untuk karakter video game tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Menurut Dr. Canavero, salah satu yang mensponsori proyeknya kebetulan dari pengembang game, mungkin mereka menempatkan kamera untuk merekam dirinya dan dijadikan tokoh dalam karakter video game.

Random internet people have been trying to contact Dr. Cavanero for days; one Redditor managed to get a single line of text from him. He told me that he has never been in any kind of contact with Konami or Kojima, that he had never even heard of them before all of this happened and he doesn't understand why they used him as a template for that character without asking him permission. I pointed out his resemblance to the actor from whom Konami actually did the scanning for the three-dimensional model, but he tells me that his lawyer has suggested something different that involves a conference held in Cyprus:

"One of the sponsors was coincidentally a game developer. Maybe some people there...I don't know...maybe they recorded the thing from certain angles, maybe the cameras were set up in the right spots... I do not know. It's just a hypothesis, but maybe it's not too far-fetched."

Tindakan tranplantasi kepala yang dilakukan medis memang pernah dilakukan, namun itu dilakukan pada hewan. Pada 21 Mei 1908, Charles Claude Guthrie berhasil mencangkok kepala anjing ke sisi leher anjing lainnya. Pada tahun 1950-an, Vladimir Demikhov bereksperimen dengan melakukan transplantasi kepala anjing di Uni Soviet. Subyek transplantasi biasanya tidak akan bertahan hidup karena masalah reaksi kekebalan tubuh.

Video transplantasi kepala anjing yang dilakukan Demikhov

Pada tanggal 14 Maret 1970, sekelompok ilmuwan dari Case Western Reserve University School of Medicine di Cleveland, Ohio, yang dipimpin oleh Robert J. White, ahli bedah saraf dan profesor bedah neurologi yang terinspirasi dari apa yang dilakukan Vladimir Demikhov , mereka melakukan operasi yang sangat kontroversial untuk transplantasi kepala salah satu monyet ke tubuh monyet lainnya.

Pada tahun 2002, transplantasi kepala lainnya juga dilakukan di Jepang pada tikus . Berbeda dengan transplantasi kepala yang dilakukan oleh Dr. White, transplantasi kepala ini melibatkan pencangkokan kepala salah satu tikus ke tubuh tikus lain hingga tikus memiliki dua kepala. Para ilmuwan mengatakan bahwa kunci sukses dari transplantasi kepala tikus adalah menggunakan suhu rendah.

Sebelumnya cerita transplantasi kepala manusia juga pernah dilakukan, pria 36 tahun asal AS bernama Paul Horner yang menderita kanker tulang melakukan transplantasi kepalanya ke tubuh seorang pria 21 tahun yang mengalami kelumpuhan otak akibat kecelakaan mobil.

Proses transplantasi kepala Horner banyak kejanggalan dan bertentangan dengan ilmu medis, banyak orang mempercayai tipuan medis tersebut. Berikut video yang diyakini sebagai nyata, Anda jangan ikut tertipu.


Klaim tentang transplantasi kepala Horner merupakan tipuan sukses yang beredar di internet dengan memberikan harapan palsu bagi dunia medis dan khususnya kehidupan manusia. Sekarang muncul kembali klaim yang sama dengan subyek seorang programmer asal Rusia, Spiridonov.

Para ahli medis menjelaskan masalah yang akan dilakukan Dr Canavero, langkah operasi transplantasi kepala manusia hampir mustahil, misalnya perekatan dua ujung tali tulang belakang yang putus tidak akan membuat serat saraf dapat berfungsi dengan baik antara satu sama lain.

Sketsa transplantasi kepala monyet dari Robert White

Selain itu, jika perekatan kepala berjalan dengan sukses, menghubungkan jutaan saraf secara bersama-sama tidak mungkin dilakukan. Masalah lainnya juga terjadi pada kekebalan tubuh, tubuh yang mendapatkan kepala baru akan sulit mendapatkan sistem kekebalan tubuh, yang paling terpenting menjaga kepala agar tetap hidup. Para ilmuwan masih mencari tahu seberapa rendah suhu yang didapat dari proses transplantasi ini hingga jaringan otak dapat bekerja.

Dr Chad Gordon, profesor operasi plastik dan rekonstruksi dan bedah saraf di Johns Hopkins University, mengatakan: "Tidak ada cara yang bisa dia lakukan untuk menghubungkan otak seseorang dengan sumsum tulang belakang seseorang hingga benar-benar berfungsi."

Banyak ahli medis menyatakan bahwa transplantasi kepala manusia tidak mungkin dilakukan, jikapun kepala berhasil menyatu dengan tubuh baru, hampir mustahil tubuh dan kepala dapat benar-benar berfungsi, bahkan untuk bertahan hidup akan sangat sulit.

Transplantasi kepala manusia bukan hal mustahil bagi dunia medis, namun untuk saat ini belum saatnya dilakukan. Mungkin butuh 100 tahun lagi dunia medis mampu melakukan tindakan transplantasi kepala manusia dengan sukses, untuk saat ini cukup hanya sekedar ide saja.

Kesimpulan: Kabar tentang transplantasi kepala manusia yang pertama kali diumumkan oleh Dr. Sergio Canavero, yang rencananya akan dilakukan pada akhir tahun ini (Desember 2017), banyak kejanggalan dan klaimnya hampir serupa dengan tipuan yang dilakukan Horner. Para ahli mengungkapkan banyak keraguan proyek ini akan benar-benar sukses, bahkan saat ini hampir mustahil medis melakukan transplantasi kepala manusia, mungkin butuh waktu 100 tahun lagi.

Walaupun para ahli meragukan klaim tersebut, mari kita tunggu sampai batas waktu yang dijanjikan oleh Dr. Canavero, apakah dunia akan digemparkan dengan kesuksesan transplantasi kepala manusia, atau kita akan disuguhkan penipuan transplantasi kepala manusia jilid II yang sebelumnya dilakukan oleh Horner.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon