19 March 2017

Susu Kecoa Akan Menjadi Makanan Manusia di Masa Depan?


Beberapa outlet berita melaporkan bahwa susu kecoa diyakini akan menjadi makanan di masa depan untuk manusia. Makanan di planet Bumi suatu hari nanti akan habis, sebuah perusahaan multinasional akan memproduksi makanan yang berasal dari serangga yang menjijikan dalam skala besar.

Berikut artikel berita dari sindonews.com

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa susu kecoa adalah minuman suplemen yang bergizi tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa susu formula untuk bayi kecoak yang diproduksi Pacific Beetle Cockroach layak dikonsumsi oleh manusia.

Kandungan gizi yang ada dalam susu kecoak sangat mengejutkan. Hasil penelitian menunjukkan susu kecoak kaya akan protein, lemak, dan gula serta mengandung 3 sampai 4 kali lebih banyak energi ketimbang susu kerbau dan susu sapi.

Meski begitu, susu yang diekstrak dari kecoak bukanlah tipe susu yang dapat ditemukan di toko kelontong. "Setiap cairan yang dipanen dari kecoak tidak sepenuhnya berupa susu," kata Becky Facer seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (28/7/2016).

"Setidaknya tidak seperti yang kita pikirkan," kata Direktur Program Sekolah dan Pendidik Fernbank Museum of Natural History di Atlanta itu.

Kristal protein terbentuk di perut kecoak pada saat binatang itu mengkonsumsi susu cair. Karena tidak bisa diperah, kristal protein itu diambil dari embrio serangga itu untuk kemudian diproses sedemikian rupa sehingga aman dikonsumsi oleh manusia.

Salah seorang peneliti, Leonard Chavas, terpaksa merasakan susu kecoak setelah ia kalah taruhan dengan beberapa rekan-rekannya. "[Susu kecoak itu] tidak memiliki rasa tertentu," katanya kepada CNN.


DISINFORMASI

ANALISIS

Diploptera punctata atau Pacific beetle cockroach merupakan spesies dari kecoa vivipar (berkembang biak dengan cara melahirkan selain bertelur) yang menghasilkan padat nutrisi lalu diubah menjadi semacam protein kristal untuk anak-anak mereka. Zat kristal ini kaya akan protein dan nutrisi, namun dalam hal ini tidak dijelaskan sebagai susu. Embrio kecoa menghasilkan makanan dalam bentuk zat cair yang dikemas dengan lemak, gula dan protein, Anda dapat membayangkan susu kecoa yang dimaksud seperti ini.

Tampilan kristal tumpah dari embrio kecoa yang diperbesar menggunakan mikroskop (The Washington Post)

Para peneliti dari Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine (inSteam) di India, berhasil memecahkan kode struktur protein kristal pada kecoa vivipar. Para ilmuwan menemukan urutan genetik lengkap dan berencana untuk membuat semacam ragi untuk mensintesis kristal protein dalam skala besar.

Tim peneliti menemukan bahwa kristal tunggal pada susu ini sarat kalori dan mengandung lebih dari tiga kali energi dalam jumlah yang sama dari semua jenis susu. Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa kerbau memproduksi protein susu dengan jumlah kalori tertinggi. Penemuan ini datang pada saat kondisi perdebatan sengit atas dampak lingkungan dan kesehatan dari produk susu.

Produk hasil temuan para ilmuwan bukan berupa susu dari kecoa, namun merupakan produk dari hasil meniru stuktur protein kristal pada kecoa yang dihasilkan dari laboratorium. Sepertinya mendapatkan susu dengan cara "memerah" kecoa bukanlah pilihan yang realitis.



"Kristal ini seperti makanan lengkap - mengandung protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat urutan proteinnya, mereka punya semua asam amino esensial," kata Sanchari Banerjee, salah satu penulis utama makalah yang dipublikasikan pada bulan Juli dalam jurnal dari International Union of Kristalografi.

Apakah Anda berpikir jika suatu hari nanti akan membeli susu kecoa yang ada di rak-rak supermarket? Anda harus mempertimbangkannnya kembali karena itu tidak mungkin. Dalam hal ini merupakan sebuah pemborosan yang akan membuat Anda mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harganya akan sangat mahal, dengan mempertimbangkan proses memerah susu kecoa yang sangat sulit. Lalu apakah Anda yakin kecoa memiliki puting untuk diperah susunya?

Pada dasarnya produk ini merupakan suplemen makanan dengan protein tinggi yang ditargetkan hanya untuk kalangan khusus saja. Para peneliti belum dapat memastikan apakah produk ini aman dikonsumsi oleh manusia. Jika produk ini benar-benar sampai jatuh ke tangan konsumen, dalam hal apapun susu yang dimaksud bukan berasal dari hewan kecoa, namun sepenuhnya merupakan hasil dari tangan manusia yang diciptakan di laboratorium.

Para peneliti masih membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat mensintesis kristal protein yang dibutuhkan agar dapat diproduksi secara massal. Para peneliti juga tidak pernah mengatakan mereka berencana akan mengembangkan produk tersebut sebagai sumber pangan alternatif manusia di masa depan, namun yang sangat memungkinkan adalah sebagai suplemen makanan.

Kesimpulan: Susu kecoa yang dimaksud merupakan istilah untuk menggambarkan kristal cair yang mengandung lemak, gula dan protein, yang dihasilkan oleh spesies kecoa vivipar untuk sumber makanan anak-anaknya. Kecoa tidak dapat diperah karena mereka tidak mempunyai puting, yang sangat memungkinkan untuk mendapatkan struktur yang sama dengan melalui proses peragian mensintesis kristal protein.

Produk yang diciptakan para peneliti merupakan produk dari hasil meniru stuktur protein kristal pada perut kecoa. Produk ini sepenuhnya dihasilkan oleh tangan manusia yang diciptakan di laboratorium. Produk ini juga belum dapat dipastikan apakah aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

"Saya tidak berpikir ada yang akan suka jika Anda memberitahu mereka bahwa kami telah mengekstrak kristal dari kecoa dan akan dijadikan makanan,'" kata Subramanian Ramaswamy, seorang ahli biokimia di Institut for Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine di Bangalore, India, mengatakan kepada The Washington Post.

Hasil penelitian lebih lengkap dan relevan diterbitkan di IUCrJ (Structure of a heterogeneous, glycosylated, lipid-bound, in vivo-grown protein crystal at atomic resolution from the viviparous cockroach Diploptera punctata)

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon