07 March 2017

Pria Jepang Tewas Tertimpa Tumpukan Majalah Porno Berbobot 6 Ton: Hoax


Baru-baru ini beberapa outlet berita nasional merilis sebuah berita tentang seorang pria Jepang berusia 50-an tewas akibat tertimpa koleksi majalah porno miliknya seberat 6 ton.


Apakah hobi mengoleksi majalah porno bisa mengakibatkan kematian? Bisa jika koleksi itu seberat enam ton dan menimpa kepala Anda.

Seorang pria Jepang berusia 50-an tahun yang mengoleksi majalah porno di apartemennya tewas tertimpa tumpukan koleksinya sendiri.

Jenazah pria itu baru ditemukan setelah pemilik apartemen yang mendobrak masuk untuk menagih uang sewa yang belum dibayar selama enam bulan.

Nasib buruk pria pecandu pornografi itu terungkap setelah seorang petugas kebersihan yang disewa pemilik apartemen.

Petugas kebersihan itu mengatakan, perusahaanya diminta untuk menyingkirkan diam-diam segunung majalah porno agar tak dilihat tetangga dan menghindarkan aib bagi keluarga mendiang.

Dia mengatakan, pria tersebut adalah mantan pembuat mobil yang dikenal hanya dengan nama Joji.

Petugas kebersihan itu tidak bisa memastikan apakah Joji mengalami serangan jantung lalu jatuh menimpa tumpukan majalah porno yang kemudian menimbunnya atau tumpukan majalah itu ambruk begitu saja dan menimpanya.

Namun, lanjut dia, jika Joji masih hidup saat tertimbun maka tumpukan majalah itu akan meredam suara permintaan tolongnya.

Di dalam apartemen Joji memang di setiap sudut terdapat majalah porno. Bahkan majalah-majalah itu juga ditumpuk di meja dan rak. Selain itu ditemukan juga kliping dari berbagai majalah erotis yang menjadi favorit pria itu.

Saat majalah-majalah itu dipindahkan barulah diketahui bobot total koleksi Joji itu. Dan berat seluruh majalah itu mencapai enam ton.


Hoax 

ANALISIS

Cerita tentang pria Jepang tewas setelah koleksi majalah porno seberat enam ton miliknya runtuh menimpa dirinya, tidak ada sumber valid dan berita tersebut hanya clickbait. Banyak outlet berita yang merilis beritanya tanpa mencoba memverifikasi, kemungkinan besar berita ini sangat menguntungkan untuk menarik pembacanya berharap view yang tinggi dan validitas berita seperti diabaikan.

Berita tersebut awalnya diterbitkan oleh media Inggris Daily Mail pada 3 Maret 2017, dengan judul "Porn really is bad for you! Lonely Japanese man who amassed a SIX-TON pile of dirty magazines died when it collapsed on top of him... and his body wasn't found for six months". Situs Gizmodo dalam artikelnya mencatat bahwa Daily Mail tampaknya telah memanfaatkan cerita sedih kematian pria di Jepang yang hidup sendirian di apartemennya dan menambahkan beberapa kebohongan agar beritanya lebih sensasional.

But almost nothing about that headline is correct. The Daily Mail seems to have taken a sad story of a man’s death in Japan and added a few lies to make it more sensational. And from there it went viral, getting picked up by the likes of The Mirror, The Toronto Sun, CBS Philly, and Sky News Australia, among a host of others.




Headline Daily Mail sangat mengada-ada dan hanya mengejar pendapatan iklan tanpa mempedulikan kualitas beritanya. Bahkan outlet berita Indonesia tidak ketinggalan merilis berita tersebut karena dianggap sangat menarik, namun tanpa proses verifikasi lebih lanjut.

Daily Mail sangat berlebihan dalam menyampaikan berita tentang pria Jepang yang ditemukan tewas di apartemennya, kemungkinan besar untuk mendorong lebih banyak klik menuju situs web mereka, dan akhirnya banyak outlet berita ikut menerbitkan berita tersebut. Sangat disayangkan apa yang dilakukan beberapa media besar memanfaatkan berita sensasional demi meraup pendapatan iklan dengan mengorbankan pembacanya mempercayai berita palsu.

Menurut berita dari media lokal Jepang Nikkan Spa, yang diterbitkan pada 28 Februari 2017,  pria tersebut meningggal karena serangan jantung dan mayatnya ditemukan sekitar sebulan setelah kematiannya. Pria tersebut jatuh menimpa tumpukan koleksi majalah porno koleksi pribadinya, tidak ada bukti dari pihak manapun bahwa pria tersebut tewas disebabkan "tertimpa kumpulan majalah porno seberat enam ton, Daily Mail dan semua outlet berita tidak memberikan sumber apapun.

Daily Mail dikenal sering memulai atau menyebarkan berita hoax ataupun clickbait, itulah alasan mengapa Wikipedia melarang Daily Mail dijadikan sumber rujukan. Sebelumnya Daily Mail juga mendapat kecaman setelah menerbitkan berita hoax tentang video yang diklaim balita muslim Rohingya tengah disiksa menggunakan pistol setrum oleh militer Burma. Video itu faktanya terjadi di Kamboja, tidak terkait dengan Rohingya dan Burma.

Koleksi barang porno milik korban yang diambil petugas kebersihan (foto: Nikkan Spa)

Kesimpulan: Berita yang menyatakan pria Jepang meninggal tertimpa majalah porno berbobot enam ton adalah berita palsu, enam ton adalah jumlah keseluruhan koleksi porno berupa video, majalah, kliping dan lainnya yang ada di dalam apartemen. Faktanya penyebab pria tersebut meninggal bukan tertimpa koleksi majalah porno, melainkan disebabkan oleh infark miokard akut (serangan jantung).

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

Artikel lainnya:
Laporan Palsu Media Inggris Pelaku Serangan Supermarket di Spanyol Berteriak "Allahu Akbar"
Seekor Beruang Besar Menjadi Saksi Pernikahan di Rusia?
Aktris Cantik Diperkosa Nyata Dalam Film Last Tango in Paris: Hoax

1 komentar so far

Gilee sekelas Daily sering muat berita hoax b-(


Emoticon Emoticon