11 March 2017

Pendaratan Manusia di Bulan Benar-benar Terjadi?


Pendaratan astronot Buzz Aldrin dan Neil Amstrong dengan Apollo 11 di Bulan pada 20 Juli 1969 banyak dipercaya sebagai kebohongan. Pada umumnya mereka yang tidak mempercayai Amerika berhasil mengirim manusia ke bulan berteori bahwa semua bukti banyak kejanggalan.

Berikut jawaban dari beberapa pertanyaan besar kejanggalan-kejanggalan pendaratan Apollo 11 di Bulan:

1. Bendera Amerika berkibar, sedangkan di bulan tidak ada angin

Bendera tidak berkibar, namun dipegang oleh astronot dengan gerakan. Bendera terlihat bergerak bukan tertiup angin, melainkan efek dari gerakan astronot saat memegang bendera. Tiang bendera terbuat dari alumunium dengan bentuk Г, sehingga bendera nampak tegak karena bagian atas ditopang batang horisontal.


Bendera seperti berkibar karena getaran dari tiang bendera setelah ditancapkan oleh astronot, namun setelah itu bendera tidak bergerak.



2. Dalam foto tidak terlihat bintang

Apollo 11 mendarat di Bulan pada pagi hari, dengan kondisi matahari bersinar terang. Bintang tidak cukup terang untuk ditangkap dalam foto.

Bumi dan Mir pada Juni 1955 - contoh bagaimana terangnya sinar matahari membuat bintang tidak terlihat

Foto Bumi dari permukaan Bulan diambil Apollo 16 menggunakan Far Ultraviolet Camera/Spectrograph


3. Tidak ada bekas lubang dari pendaratan dari modul lunar

Modul saat mendarat di atas bebatuan padat yang tertutup lapisan debu, sehingga tidak meninggalkan bekas lubang dari efek pendaratan. Bahkan jika tanah kurang padat, jumlah dorongan yang dihasilkan oleh mesin pada titik pendaratan dan lepas landas sangat rendah dibandingkan dengan pendaratan di Bumi karena relatif kurangnya gaya tarik gravitasi.

4. Para astronot tidak mungkin dapat bertahan hidup selama perjalanan menuju Bulan karena paparan sabuk radiasi Van Allen

Klaim ini sebagian besar didasarkan pada klaim dari kosmonot Rusia, namun klaim itu tidak benar. Dengan waktu singkat yang dibutuhkan untuk melewati sabuk, dikombinasikan dengan perlindungan dari pesawat ruang angkasa, berarti setiap paparan radiasi akan sangat rendah.

5. Batuan yang dibawa dari Bulan identik dengan batuan dari Antartika

Beberapa batuan dari Bulan ditemukan di Bumi, namun sebagian besar hancur ketika memasuki atmosfer Bumi sebagai asteroid. Para ahli geologi telah mengkonfirmasi bahwa batuan yang dibawa benar-benar berasal dari Bulan yang dibawa oleh astronot.

6. Sudut dan warna bayangan yang tidak konsisten

Bayangan di Bulan memang rumit tidak seperti di Bumi, penyebabnya adalah cahaya yang dipantulkan, permukaan tanah yang tidak rata, wide-angle distorsi lensa, dan debu Bulan. Penyebab lainnya bayangan di Bulan semakin rumit karena ada beberapa sumber cahaya: Matahari, sinar matahari yang dipantulkan dari Bumi, sinar matahari yang dipantulkan dari permukaan Bulan, dan sinar matahari yang tercermin dari astronot dan lunar.

Foto Apollo 14: Bayangan muncul dari batuan dan modul lunar dengan arah berbeda

Sumber cahaya yang rumit membuat bayangan di Bulan tidak konsisten, sumber-sumber cahaya menyebar oleh debu Bulan ke banyak arah. Bantahan telah disampaikan dalam MythBusters.



Pada dasarnya keraguan tentang pendaratan di Bulan dihembuskan oleh para pecinta teori konspirasi. Teori yang mereka ajukan banyak dipercaya oleh masyarakat awam hingga dipercaya sebagai sebuah kebenaran, semua teori tidak berdasarkan bukti ilmu pengetahuan.

Bukti lainnya dari pihak ketiga telah lama diajukan yang menyatakan bahwa pendaratan di Bulan benar terjadi. Teori konspirasi meragukan bukti-bukti dengan alasan semua bukti berasal dari pihak pertama (NASA & pemerintah AS) dan pihak kedua (bantahan teori konspirasi pendaratan di Bulan).

Berikut bukti-bukti dari pihak ketiga untuk pendaratan Apollo di Bulan:

Pihak ketiga pada dasarnya independen tidak terafiliasi dan tidak didanai oleh NASA atau pemerintah AS. Negara-negara sebagai pihak ketiga adalah negara yang memiliki program luar angkasa sendiri, seperti Uni Soviet, Jepang, Cina, dan India.

Jepang

Pada tahun 2008, Selene (Selenological and Engineering Explorer) milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) memperoleh beberapa foto yang menunjukkan bukti pendaratan di Bulan.

Berikut dua foto yang diambil di permukaan bulan dengan Apollo 15 pada 2 Agustus 1971.



Berikut adalah rekonstruksi dari gambar yang diambil oleh kamera 3D Selene yang diproyeksikan ke sudut pandang yang sama dengan foto permukaan yang diambil Apollo 15.


Foto-foto dari kontruksi Bulan yang diambil Apollo 15 cocok dengan foto yang diambil Selene. 

India

Sama seperti Selene, Kamera Medan Pemetaan India Chandrayaan-1 melakukan penyelidikan pendaratan manusia di Bulan. Chandrayaan-1 secara independen mencatat bukti yang lebih ringan, tanah dari situs Apollo 15 mengalami ruang pelapukan. Ruang pelapukan adalah kerusakan yang terjadi pada setiap objek terkena lingkungan yang keras dari luar angkasa.

China

Lunar Chang'e 2 milik China diluncurkan pada pada tahun 2010 ini mampu menangkap gambar permukaan bulan dengan resolusi hingga 1,3 meter. Hasil pemotretan Bulan memiliki jejak berbintik dari pendaratan Apollo, namun citra yang lebih relevan belum teridentifikasi secara terbuka.

Uni Soviet

Uni Soviet melakukan pantauan dengan misi Space Transmissions Corps, yang "dilengkapi dengan pengumpulan bukti terbaru-intelijen dan pengawasan peralatan." Vasily Mishin, dalam sebuah wawancara untuk artikel " Program The Moon yang tersendat," menggambarkan bagaimana program lunar berawak Soviet Moon tersendat setelah pendaratan Apollo.

Modul lunar Rusia

Pada tahun 1960-an, Uni Soviet berusaha keras mengalahkan AS untuk misi mengirim manusia ke Bulan. Namun yang dilakukan presiden Kennedy dengan mengirim astronot ke Bulan pada tahun 1969 telah mengejutkan Uni Soviet. Pada awalnya Uni Soviet membantah ikut bersaing dengan AS untuk mengirim manusia ke Bulan, namun mereka secara diam-diam melakukan serangkaian misi peluncuran roket N1 berawak ke Bulan, akhirnya misi mereka disalip oleh Apollo.

Pada 18 Agustus 1989, setelah dua puluh tahun pendaratan Apollo ke bulan, Uni Soviet akhirnya mengakui program peluncuran roket berawak ke Bulan, sebelumnya misi itu disembunyikan. Misi Uni Soviet mengirim manusia ke Bulan terhenti karena telah disalip oleh Apollo. Itu berarti misi Apollo ke Bulan benar-benar terjadi.

Tuduhan bahwa NASA melakukan kebohongan pendaratan di Bulan mulai beredar pada tahun 1980, dengan alasan bahwa apa yang dipentaskan dilakukan oleh Hollywood dengan sponsor dari Walt Disney, berdasarkan naskah oleh Arthur C. Clarke dan disutradarai oleh Stanley Kubrick.

Buzz Aldrin dan Neil Amstrong saat pelatihan NASA sebelum misi ke Bulan (Teori konspirasi mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan menggunakan set pelatihan ini)

Tuduhan pendaratan Bulan palsu berasal dari presiden International Flat Earth Research Society, Charles K. Jhonson. Kepercayaan Flat Earth (Bumi datar) berusaha membantah pendaratan Apollo di Bulan dengan menggunakan teori konspirasi sebagai pendukungnya, apa yang mereka lakukan dikarenakan pendaratan di Bulan bertentangan dengan kepercayaan mereka bahwa Bumi berbentuk datar,

Kesimpulan: Berdasarkan bukti-bukti dari pihak pertama, kedua, dan ketiga, pendaratan manusia di Bulan pada tahun 1969 benar-benar terjadi, bahkan misi Apollo berikutnya telah mengirim astronot lain ke Bulan untuk melengkapi misi sebelumnya.

David Scoot hormat bendera AS di Bulan  dalam misi Apollo 15 pada 1971

Bagi Anda yang tetap meragukan pendaratan manusia ke Bulan dengan berdasarkan asumsi-asumsi yang disampaikan para pecinta teori konspirasi, kebenaran harus berdasarkan bukti dan fakta, bukan berdasarkan teori ataupun rumor.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

1 komentar so far

Skrg jadi lebih percaya bhw pendaratan di bulan benar terjadi


Emoticon Emoticon