20 March 2017

Klarifikasi Isu Tari Gending Sriwijaya akan dimusnahkan


Tari Gending Sriwijaya


Beredar pemberitaan di media online (16/3/2017) dengan judul "Palembang Akan Musnahkan Tari Gending Sriwijaya" dan berita ini menimbulkan keresahan masyarakat Sumatera Selatan. Pada artikel tersebut dituliskan kalau Dinas Kebudayaan Palembang berencana memusnahkan tarian (Gending) Sriwijaya dan akan diganti dengan tarian sambut Palembang Darussalam.

Gending Sriwijaya adalah tarian untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke Sumatera Selatan, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri kabinet, kepala negara/pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu. Untuk menyambut para tamu agung digelar tarian tradisional, salah satunya Tari Gending Sriwijaya. Tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa.

Menanggapi beredarnya berita akan dimusnahkannya Tari Gending Sriwijaya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sudirman Teguh, membantah pemberitaan tersebut.

Berita yang beredar


"Berita tentang musnahkan Tari Gending Sriwijaya itu adalah tidak benar dan bersifat tendensius.
Tidak ada satu orang pun dari peserta rapat tertutup tersebut yang ngomong ingin menyetop tarian GS. Rapat hanya menyampaikan wacana untuk membuat tari sambut baru yang bernuansa Palembang Darusalam", jelas Sudirman Teguh kepada Sekoci (19/3/2017).

Lebih lanjut, informasi yang di dapat media tersebut seolah sudah mewawancarai langsung dan disatu paragraf tulisan dapat memicu isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan).

"Di media tersebut ditulis, Tari Gending Sriwijaya atau tari Tanggai bukan adat istiadat kita, mulai dari gerakan, pakaian, penari dan musik dalam tari Gending Sriwijaya identik dengan ajaran Hindu Budha. Saya tidak pernah berkata seperti itu. Saya pun tidak pernah diwawancarai media tersebut", tegas Sudirman Teguh.

Ditambahkanya, memang ada wacana untuk menambah tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan yang datang ke Palembang, dimana tarian tersebut mewakili budaya khas Kota Palembang, sehingga nantinya akan ada empat tarian sambut yang saling menampilkan ciri masing-masing. Selama ini untuk menyambut tamu-tamu di pakai tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai dan Tari Tepak.

"Ini baru wacana menambah khasanah seni budaya tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Jadi seandainya tercipta, memang tari tersebut berasal dari Kota Palembang," ujarnya mengakhiri wawancara.



Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!

Baca juga:

Syarat Buat Paspor Harus Punya Tabungan Rp 25 Juta Dicabut



Emoticon Emoticon