08 March 2017

[Klarifikasi] Grab tentang Pelecehan SARA pada Calon Penumpang


Ilustrasi

Beredar cuplikan layar tentang pelecehan SARA yang dialami oleh calon penumpang GrabBike dengan inisial NB. NB menuliskan keluhannya pada tanggal 6 Maret 2017 di akun Facebook miliknya.



Menurut pengakuan NB, peristiwa pelecehan SARA itu ia alami pada tanggal 2 Maret 2017. Saat itu NB memesan GrabBike untuk menghadiri suatu wawancara di Jakarta, tetapi kemudian pengemudi GrabBike menghubungi dan meminta NB membatalkan pesanan karna lokasinya masih sangat jauh. NB berusaha membatalkan melalui aplikasi Grab tetapi upaya itu tidak bisa dilakukan. NB meminta pengemudi GrabBike yang melakukannya tetapi pengemudi tidak melakukan pembatalan tersebut. Setelah peristiwa itu, NB mendapat pesan melalui aplikasi whatsapp dari pengemudi GrabBike berupa kata-kata tak pantas.

Pesan yang diterima NB dari pengemudi GrabBike

Sekoci menghubungi Grab untuk meminta klarifikasi mengenai hal ini dan pihak Grab memberikan penjelasan kalau hal tersebut telah dalam penanganan Team Grab.



Berikut klarifikasi Grab kepada Sekoci:

Pada tanggal 6 Maret 2017, kami menerima informasi bahwa telah terjadi hal yang tidak berkenan yang melibatkan seorang pengemudi dan penumpang GrabBike. Segenap manajemen Grab menyesali atas ketidaknyamanan yang terjadi dan telah menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang bersangkutan dan memberikan informasi terkini kepada penumpang mengenai tindakan-tindakan yang telah dilakukan menyusul laporan yang dibuat oleh penumpang.

Keselamatan merupakan prioritas bagi Grab dan merupakan pilar dari seluruh kegiatan operasional dan layanan kami. Grab senantiasa berupaya untuk meningkatkan aspek keselamatan para penumpang dan pengemudi secara keseluruhan – mulai dari operasional, pelatihan pengemudi hingga teknologi. Kami telah menerapkan penegakan disiplin secara ketat melalui kode etik pengemudi dimana seluruh pengemudi GrabBike wajib menaati seluruh ketentuan yang tercantum dalam kode etik tersebut. Grab tidak akan segan untuk menindak tegas pengemudi yang melakukan pelanggaran, termasuk memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara maupun pemutusan kemitraan.

Menyusul hasil investigasi berdasarkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut, kami telah memutus kemitraan dengan pengemudi yang bersangkutan dan siap memberikan dukungan penuh kepada penumpang tersebut jika yang bersangkutan melakukan pelaporan ke pihak yang berwenang. Kami sangat menghargai masukan yang telah disampaikan dan akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas layanan kami. Kami berupaya agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari, salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ulang secara berkala kepada para mitra pengemudi mengenai etika pelayanan kepada penumpang sesuai dengan kode etik yang berlaku dan sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang tersebut.

Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi dan transportasi umum berbasis online semakin memberi pelayanan yang nyaman, khususnya untuk para perempuan.

Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!

Baca juga:

Panadol P-500 adalah Tisu Basah yang dikeraskan: Hoax
Telur Palsu Masuk Indonesia: Hoax


Emoticon Emoticon