30 March 2017

Beberapa Isu Penculikan Anak di Media Sosial (tamat)


Ilustrasi. Sumber Foto: Pixabay

Maraknya kasus penculikan dan penjualan organ tubuh anak membuat para orang tua meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga ana-anak. Keberadaan orang asing dan orang gila yang belum pernah dilihat sebelumnya membuat beberapa kejadian salah tangkap. Isu yang beredar memang menyebutkan bahwa para penculik menyamar sebagai orang gila dalam menjalankan aksinya.

Sekoci mencatat kejadian salah tangkap di beberapa wilayah di Indonesia.

1. Aceh Tenggara, Aceh

Seorang warga terduga penculik anak, HH (33), nyaris babak belur dihakimi warga di Polsek Lawe Sigala, Aceh Tenggara, karena diduga sebagai salah satu dari komplotan penculikan anak.

Warga berkumpul di Polsek Lawe Sigala


Berdasarkan keterangan dari orang tua terduga bahwa anaknya tersebut mengalami gangguan jiwa dan mengatakan bahwa sebenarnya ia hendak pulang ke kampung halamannya di Mandailing, Tapanuli Selatan, dengan berjalan kaki, tetapi karena kelelahan yang bersangkutan mampir di Lawe Sigala untuk istirahat di salah satu rumah warga.

Akibat kejadian ini, kaca kantor Polsek Lawe Sigala pecah karena dilempari warga.

2. Lhokseumawe, Aceh

Wanita yang diduga menculik anak di Masjid Islamic Center Lhokseumawe mengalami gangguan jiwa.

LS yang diduga menculik anak di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

Polres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir menyebutkan wanita berinisial LS (40) yang diduga menculik anak di Masjid Islamic Center mengalami gangguan jiwa.

Selain LS, seorang wanita dengan inisial NW (37) juga diamankan warga di Meunasah Blang, Lhokseumawe, karena dicurigai sebagai penculik. Ternyata wanita tersebut mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2004.

NW mengalami gangguan jiwa sejak 2004.

3. Lamsiteh, Aceh Besar, Aceh

Seorang pemuda yang dituduh pelaku penculikan anak di kawasan Lamsiteh, Aceh Besar, ternyata kurang waras.

Pemuda stress yang dituduh sebagai penculik di Lamsiteh

"Dilihat dari kodisinya dia pemuda stres atau kurang waras, bukan pelaku penculikan anak," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Besar AKP Machfud kepada AJNN, Minggu (19/3).

4. Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

Seorang pemuda bernama Edi, diserahkan pada orang tuanya pada Minggu, 19 Maret 2017, oleh petugas polisi Polsek Barus. Pria asal Rantau Parapat tersebut hampir diamuk massa oleh warga Desa Pasar Terandam, Barus, karena dicurigai sebagai salah satu pelaku penculikan anak. Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, ternyata Edi mengalami gangguan kejiwaan.

Edi diserahkan pada orang tuanya 

5. Cirebon, Jawa Barat

Perempuan tua berumur 60 tahun nyaris diamuk massa di Desa Jemaras, Kecamatan Kelangenan, Kabupaten Cirebon, karena dituduh sebagai penculik. Setelah diamankan dan diinterogasi polisi, pelaku diduga orang gila. Foto penangkapannya menjadi viral di media sosial.

Foto ini digunakan pada beberapa isu penculikan


6. Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah

Beredar isu di Sukoharjo bahwa ada perempuan yang menggunakan payung berjalan di daerah Watukelir dan dicurigai sebagai penculik anak.



Berdasarkan informasi dari Kapolsek Weru, AKP Sunarto, Kamis (16/03/2017), didapat informasi bahwa perempuan dengan payung yang mondar mandir di sekitaran Watukelir tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Semalam, pihak keluarganya sudah menjelaskan bahwa perempuan tersebut berasal dari Manyaran Wonogiri dan pihak keluarga mengatakan bahwa perempuan tersebut mengalami gangguan jiwa dan sudah pergi dari rumahnya beberapa waktu yang lalu,” jelasnya.

Sunarto menambahkan, semalam juga perempuan tersebut dibawa pulang oleh keluarganya ke Manyaran Wonogiri.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyatakan, kabar penculikan anak yang beredar melalui pesan singkat berantai dan di dunia maya, tidak benar atau hoax.

“Saya yakinkan dan sudah cek, di Sumatera Utara dan beberapa wilayah lain termasuk Jakarta, berita tersebut adalah berita hoax,” ujar Kapolri pada Kompas di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Walaupun rumor itu hoax, Sekoci tetap menyarankan kepada para orang tua untuk tetap waspada dalam menjaga anak-anak karena pelaku kejahatan pada anak memang ada.

Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!

Baca juga:

Beberapa Isu Penculikan Anak di Media Sosial (bagian 1)


Emoticon Emoticon