25 March 2017

5 Hoax Seputar Serangan di London

Polisi bersenjeta Inggris di luar gedung parlemen selama insiden serangan London Gambar: Reuters

Pada 22 Maret 2017, telah terjadi serangan mematikan di luar gedung parlemen London, Inggris. Insiden yang terjadi di London tersebut menewaskan empat orang, termasuk pelaku penyerangan. Pelaku yang diketahui seorang pria mengendarai kendaraan dan menabrak kerumunan orang di jembatan Westminser.

Serangan London merupakan indisen mematikan yang dilakukan oleh pelaku dengan menggunakan mobilnya menabrak orang-orang yang berada di jembatan Westminster, London. Seperti biasa dalam setiap insiden besar, hoaxers memanfaatkan dengan menyebarkan informasi palsu. Berikut beberapa informasi palsu terkait serangan London:

1. Britain's Channel 4 melaporkan bahwa pelaku serangan bernama Abu Izzadeen. dia dipenjara setahun yang lalu. Sumber mengkonfirmasi kepada BuzzFeed News bahwa Izzadeen masih berada dalam penjara saat serangan terjadi.


2. Media Rusia menyebarkan gambar palsu tersangka penyerangan dalam siaran langsung dan di Facebook. Foto sesebenarnya terjadi pada 2013 saat insiden seorang pria dengan pisau dilehernya di luar istana Buckingham.



3. Screenshot beredar di Twitter menunjukkan siaran langsung Facebook yang disiarkan oleh Al Jazeera yang menyatakan "Muslim dunia" menertawakan serangan di London.


Screenshot tersebut tidak diketahui apakah asli atau palsu, namun jika melihat reaksi saat siaran langsung video Al Jazeera menunjukkan reaksi tertawa sangat sedikit hanya 88, sedangkan reaksi sedih paling banyak.


4. Dalam setiap serangan teror mematikan biasanya ada korban palsu, hal ini seperti kebiasaan para pengguna internet selalu menyebarkan informasi palsu tentang korban palsu. Kali ini wartawan Meksiko, Tamara de Anda, menjadi korban hoaxer yang mengklaim bahwa ia menjadi korban serangan London.


5. Wanita berjilbab mendapat banyak kecaman karena dianggap tidak menusiawi dan tidak peduli atas apa yang terjadi. Wanita berjilbab tersebut terlihat berjalan asik dengan ponselnya dan tidak peduli dengan korban serangan yang terkapar di pinggir jalan.

Insiden di London membuat reaksi sentimen anti-Islam dengan menghakimi wanita berjilbab yang dituduh acuh, foto itu beredar di media sosial dan mendapat reaksi negatif dengan cemoohan yang dilayangkan kepada Islam (wanita berjilbab dalam foto), bahkan dengan hastag #BanIslam.


Foto itu adalah asli, namun klaim yang menyatakan bahwa wanita berjilbab tidak peduli dengan apa yang terjadi dan lebih asik dengan ponselnya melewati korban yang tengah sekarat adalah tidak benar. Klaim tersebut sangat tidak mendasar hanya menggambarkan sebuah foto tunggal, diduga klaim tersebut dihembuskan sebagai sentimen tehadap Islam.

Berdasarkan keterangan asli tentang foto tersebut di Rex Images menyebutkan bahwa "seorang wanita yang lewat terlihat dengan kondisi tertekan ...".

Sequence frame showing a woman visibly distressed passing the scene of the terrorist incident on Westminster Bridge, London.

Foto lainnya juga ditampilkan Rex Images menunjukan wanita berjilbab tersebut dengan wajah tertekan dan mata yang nampak sedih.




Foto tersebut diambil fotografer Jamie Lorriman, ia menjelaskan adegan detailnya kepada ABC Australia. Lorriman mengatakan bahwa wanita tersebut tertekan dan ketakutan, namun dalam foto dari jarak jauh nampak terlihat tenang. Lorriman juga mengatakan bahwa orang-orang yang berpikir wanita tersebut telah mengabaikan orang yang sedang sekarat, mereka sudah menyalahgunakan fotonya.

On Friday, the photographer who took the image of the woman revealed the truth behind that viral image.

Freelance photographer Jamie Lorriman told the ABC the woman was “distressed and horrified” but described the scene as a “strange sort of calm atmosphere”.

“No one was sort of screaming or shouting,” he said.

Lorriman said the people who thought the woman was ignoring the dying man had misappropriated the image.

“The people who (criticised the woman in) that picture are being rather selective,” he said.

“In the other picture in the sequence she looks truly distraught ... personally I think she looks distressed in both pictures.”

The photographer said it would be impossible for people who criticised the picture to know if she ignored the scene or not.

“She probably just wanted to get off the bridge,” Lorriman told the ABC. “I feel so sorry for the woman in the picture. If she’s seen this, she must feel awful.”

Situs tellmamauk.org melaporkan pernyataan wanita dalam foto yang tidak disebutkan namanya. Wanita tersebut sangat kecewa karena fotonya yang beredar di media sosial telah ditafsirkan secara keliru oleh orang-orang yang tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya di lokasi kejadian.

"Saya terkejut dan benar-benar kecewa karena gambar saya beredar di media sosial. Untuk orang-orang yang telah menafsirkan dan mengomentari apa yang ada dipikiran saya saat itu di saat yang mengerikan dan menyedihkan, saya ingin mengatakan perasaan saya telah hancur setelah menyaksikan serangan teror tersebut, saya juga mendapat kejutan yang mengecewakan karena menemukan gambar saya terpampang di seluruh media sosial yang disebarkan oleh mereka yang tidak suka melihat pakaian yang saya gunakan, mereka menarik kesimpulan berdasarkan kebencian dan xenophobia.

Pikiran saya saat itu sangat sedih, takut, dan peduli. Gambar tidak menunjukkan bahwa saya telah berbicara dengan saksi lain untuk mencoba dan mencari tahu apa yang terjadi, untuk melihat apakah saya bisa membantu sebisa mungkin, meskipun telah banyak orang berada di lokasi yang menjadi korban. Saya kemudian memutuskan untuk menelepon keluarga saya untuk mengatakan bahwa saya baik-baik saja dan dalam perjalanan pulang dari tempat kerja, saya juga membantu seorang wanita mengantar sampai ke stasiun Waterloo. Saya ingin mengucapkan terima kasih Jamie Lorriman, fotografer yang mengambil gambar, telah berbicara kepada media dalam membela saya menjelaskan yang sebenarnya."

Adegan foto yang memperlihatkan seseorang berjalan menggunakan ponsel , berjalan di lokasi kejadian, atau hanya berdiri diantara orang-orang yang sibuk melakukan pertolongan setelah aksi serangan di London bukan hanya terjadi pada wanita berjilbab tersebut. Beberapa foto lainnya tidak dipermasalahkan karena kemungkinan tidak menarik untuk dijadikan propaganda.


Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon