01 February 2017

Tes Merkuri pada Kosmetik dengan Emas: Hoax


Ilustrasi. (Foto Sekoci/Ivone Suryani)


Selama tahun 2016, Badan POM menyita 9.071 jenis (1.424.413 kemasan) kosmetika impor ilegal dan mengandung bahan berbahaya dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp.77,9 Miliar.

Bahan berbahaya yang teridentifikasi ada di dalam produk tersebut antara lain merkuri.


Sebagai pengguna kosmetik, wanita paling sering dibuat khawatir tentang hal ini. Ketidaktahuan membuat wanita bingung membedakan apakah kosmetik yang digunakan mengandung merkuri atau tidak.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan merkuri.  Merkuri, dahulu biasa disebut dengan Air Raksa, atau bahasa latinnya Hydrargyrum adalah unsur kimia dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Merkuri berbentuk cair pada suhu kamar dan mudah menguap.  Merkuri banyak digunakan pada bahan penambal gigi dan peralatan ilmiah lain.

Keracunan kronis oleh merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman dan pernapasan. Toksisitas kronis berupa gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf. Akumulasi merkuri dalam tubuh dapat menyebabkan tremor, parkinson, serta anemia ringan. Wanita hamil yang terpapar alkil merkuri bisa menyebabkan kerusakan pada otak janin sehingga mengakibatkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan, reaksi alergi sampai kerusakan kulit. Sebagian merkuri memang dapat dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin dan feses.


Merkuri dalam bentuk cair.
(Sumber Foto: Wikipedia)


Kembali lagi pada pembahasan merkuri dalam kosmetik.  Karena tingginya permintaan kosmetik untuk pemutih kulit, maka suplai kosmetik jenis ini banyak ditemukan dipasaran. Sayangnya, tidak semua kosmetik memiliki izin edar dari BPMOM RI. Kosmetik yang beredar secara ilegal ini memiliki takaran zat kimia yang tidak jelas. Dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat dalam Kosmetika, dijelaskan bahwa persyaratan cemaran logam berat dalam kosmetika untuk merkuri (Hg), tidak boleh lebih dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1 bpj).

Lalu, apa sajakah ciri kosmetik pemutih yang mengandung merkuri?

  1. Kosmetik yang berbentuk krim, apabila mengandung merkuri aromanya cenderung berbau keras seperti logam walaupun sudah diberi wewangian. 
  2. Warna krim sebenarnya tidak selalu sama, tergantung merk dan produsen, ada yang putih untuk krim pagi dan kuning untuk krim malam, atau sebaliknya. Namun ciri-ciri paling jelas, warna krim yang mengandung merkuri mengkilap. Ciri ini adalah efek yang menunjukkan sifat merkuri yang mengkilapkan.
  3. Setelah pemakaian singkat, berkisar 1-4 minggu, kulit akan menjadi lebih putih. Waktu ini jauh lebih cepat daripada saat memakai krim lainnya.
  4. Merkuri menyebabkan rasa gatal di awal pemakaian, namun gatal ini bisa berlanjut menjadi lebih parah pada mereka yang kulitnya sensitif.
  5. Kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari langsung.
  6. Muncul kemerahan pada kulit yang efeknya dapat dirasakan secara langsung, biasanya mirip dengan pedih saat peeling.

Dengan mengenali ciri fisik krim yang mengandung merkuri akan mempermudah kita untuk mengenalinya dan berhati-hati. Hal penting lainnya yang harus dicermati adalah apakah kosmetik tersebut memiliki izin edar dari BPOM RI atau tidak.

Kemudian beredar isu mengenai cara mengecek kosmetik yang kita beli mengandung merkuri atau tidak, yaitu dengan cara menggosoknya dengan perhiasan emas. Cara ini beredar di media sosial dan aplikasi percakapan (Whatsapp, BBM, Line dan lainnya). Metode yang digunakan adalah dengan mengoleskan kosmetik pada punggung telapak tangan, kemudian gosok dengan perhiasan emas yang kita miliki. Apabila warna kosmetik berubah menjadi hitam atau abu-abu, maka kosmetik itu mengandung merkuri. Produk kecantikan yang bisa diuji misalnya lipstik, bedak atau krim perawatan wajah.



Apakah cara tersebut benar?

Team Sekoci membeli beberapa bedak dan krim wajah dari beberapa tempat secara acak, kemudian melakukan percobaan ini. Kami mengoleskan produk-produk kecantikan yang dibeli kemudian menggosoknya dengan emas. Hasilnya, semua produk yang digosok berubah warna menjadi abu-abu atau sedikit lebih gelap dari warna sebelumnya. Apakah semuanya mengandung merkuri?


Percobaan pada bedak. 
Setelah digosok dengan emas, bedak berubah warna menjadi kehitaman.  
(Foto Sekoci/Ivone Suryani)



Percobaan pada krim pemutih. 
Setelah digosok dengan emas, warna krim menjadi 
sedikit lebih tua dari warna sebelumnya. 
(Foto Sekoci/Ivone Suryani)


Dari situs BPOM RI diperoleh informasi bahwa untuk mengetahui adanya cemaran logam berat dalam kosmetika tidak dapat dilakukan dengan cara digosok menggunakan perhiasan emas.
Untuk mengetahui cemaran logam berat dalam kosmetika hanya dapat dilakukan melalui pengujian di laboratorium, antara lain menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Inductively Coupled Plasma (ICP).

Dibutuhkan alat mercury analyzer dan serangkaian pemeriksaan laboratorium seperti pada foto dibawah ini.  Tidak semudah menggosokan emas di punggung telapak tangan, bukan?

Tahapan Analisa Merkuri
(Sumber Foto: UWM)






Apakah yang menyebabkan kosmetik sampel tersebut berubah warna ketika digosok dengan emas?

Hal tersebut terjadi karena reaksi antara emas dan titanium dioxide atau zinc oxide yang terkandung pada tabir surya (sunscreen). Kosmetik yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide memiliki kecenderungan menghitam jika digosok dengan emas.
Partikel emas dapat diserap oleh titanium dioxide atau zinc oxide. Kekuatan penyerapannya tergantung pada pH dan kondisi lainnya. Reaksi antara emas dan tabir surya ini dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang. Gejalanya bisa berupa rasa gatal dan timbul ruam di permukaan kulit yang terpapar tabir surya dan emas. Jadi, cara ini dapat memberikan resiko bagi yang mencobanya.

Jadilah konsumen cerdas dan lakukan cek ricek setiap kali mendapat pesan berantai. Belilah produk kosmetika yang telah mendapat izin edar dari BPOM RI atau dari dokter spesialis kecantikan yang telah memiliki izin praktek.

Kesimpulan, tes merkuri pada kosmetik tidak dapat dilakukan dengan cara menggosoknya dengan emas.

Salam Icokes!
Sekoci tidak hanya memberantas hoax tapi juga mengedukasi.


Baca juga:








Emoticon Emoticon