04 February 2017

Obat Palsu Paracetamol Mengandung Virus Machupo: Hoax


Beberapa hari ini beredar pesan yang memperingatkan tentang obat paracetamol P/500 mengandung virus "machupo", virus ini paling berbahaya di dunia. Pesan yang beredar menyatakan bahwa paracetamol palsu telah diinfeksi virus machupo, seseorang yang terjangkit virus ini akan membuat badan lemah, demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi.

Virus ini selanjutnya akan lebih bereaksi menjadi demam berdarah hingga penumpukan darah pada mata dan pendarahan pada hidung, telinga, dan mulut juga akan menyebabkan kematian yang cepat. Berikut  pesan yang beredar di Facebook.

Peringatan Darurat..

Berhati-hatilah jangan membeli parasetamol yang ditulis p / 500.  obat ini adalah jenis parasetamol baru, warnamya sangat putih dan cerah, dokter membuktikan bahwa obat ini mengandung virus machupo, virus ini salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Virus ini sangat berbahaya menyebabkan kematian dengan tingkat tinggi. Harap bagikan pesan ini untuk semua orang dan keluarga Anda.








Pesan yang beredar baru-baru ini tentang paracetamol mengandung virus machupo, sebenarnya berasal dari pesan lama yang beredar pada 24 Oktober 2015.



HOAX

ANALISIS

Rumor tentang obat palsu paracetamol P/500 yang mengandung virus machupo baru-baru ini membuat resah publik Malaysia. Untuk di Indonesia rumor ini belum menyebar secara aktif, namun tidak mustahil rumor ini akan menjadi viral di Indonesia seperti halnya di Malaysia.

Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) menyatakan bahwa virus machupo bukan bawaan dari obat paracetamol seperti kabar yang beredar di media sosial. Pakar Obat-obatan Keluarga KKM, Dr Suhazeli Abdullah, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa virus machupo bukan berasal dari paracetamol.

"Virus machupo memang nyata tetapi bukan bawaan dari obat tablet paracetamol karena virus ini menyerang dan menyebar melalui kencing atau kotoran tikus yang telah terjangkiti (menyebar melalui udara-aerosal)," kata Suhazeli.

Pesan peringatan virus machupo dalam paracetamol pertama kali beredar di Angola pada Oktober 2015, melalui posting halaman Facebook Actualidade Fora de Porta, post tersebut telah dibagikan lebih dari 10 ribu kali.. Seperti pesan hoax pada umumnya, pesan memperingatkan suatu bahaya meminta untuk secepatnya harus disebarkan melalui media sosial. Namun semua pesan yang menyatakan bahwa obat paracetamol P/500 berwarna putih mengkilap mengandung virus machupo adalah tidak benar. Tidak ada laporan resmi dari otoritas kesehatan yang kredibel menyatakan tentang kontaminasi virus ini pada paracetamol.

Jika pesan itu benar-benar berbahaya bagi kesehatan manusia, pastinya outlet berita seluruh dunia ramai memberitakannya dengan menyertakan peringatan bagi konsumen dari otoritas kesehatan resmi. Yang paling utama adalah jika terjadi kasus obat-obatan yang bermasalah, pihak pemerintah dan badan kesehatan pastinya melarang peredaran obat tersebut dan akan menarik peredarannya.

Yang perlu diketahui, virus machupo menyebar melalui transmisi aerosol pada partikel debu dari kotoran dan urine tikus yang telah terinfeksi. Virus machupo dapat bertahan hidup hingga dua minggu dalam darah, namun virus ini tidak akan mampu bertahan hidup di lingkungan yang kering. Jadi sangat mustahil secara ilmiah virus ini dapat bertahan hidup dalam proses pembuatan obat paracetamol dengan penyimpanan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan di toko-toko obat dan dalam kotak obat di rumah Anda.

Kesimpulan: Pesan peringatan seperti ini salah satu varian informasi palsu yang sangat menyesatkan masyarakat. Pesan peringatan seperti ini banyak beredar dengan cara yang sama, menakut-nakuti dan mengeksploitasi penerimanya agar segera menyebarkannya di media sosial (spam).

Pesan peringatan tentang virus machupo dalam paracetamol P/500 memang belum terdengar nyaring di Indonesia, namun kemungkinan pesan itu akan disebarkan oleh netizen yang dengan mudahnya mempercayai tanpa mencoba tabayyun. Kami berpesan agar Anda tetap waspada pada pesan peringatan apapun yang Anda terima, jangan mudah percaya dan harus selalu tabayyun dalam menerima setiap informasi yang beredar.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon