23 February 2017

[Mitos Vs Fakta] Misteri Segitiga Bermuda



Cerita misterius tentang keangkeran wilayah Segitiga Bermuda (segitiga lingkaran setan) telah lama berhembus hingga menjadi legenda urban. Wilayah Segitiga Bermuda yang terletak di  Samudra Atlantik ini banyak dipercaya sebagai tempat yang paling berbahaya di dunia karena banyaknya kapal laut dan pesawat terbang menghilang secara misterius.

Segitiga Bermuda dikaitkan dengan kehidupan makhluk asing seperti alien, UFO, dan yang paling spektakuler Dajjal bertanggungjawab atas semua kejadian misterius hilangnya kapal dan pesawat yang melintasi Segitiga Bermuda. Para ilmuwan telah lama mencoba memecahkan masalah ini sejak hilangnya pesawat skuadron yang menghilang di Segitiga Bermuda secara misterius pada tahun 1945.

Bahkan cerita terbaru menyatakan bahwa berdasarkan pencitraan sonar wilayah Bermuda mengungkap tentang 'piramida kristal' kuno yang berdiri 2.000 meter (6.560 kaki) di bawah permukaan air laut di Segitiga Bermuda. Piramida kristal ini diklaim sebagai penyebab kejadian aneh selama ini, kekuatan mistis piramida kristal membuat kapal ataupun pesawat yang melintasinya akan menghilang tanpa jejak. Banyak situs berita menghubungkan piramida kristal dengan fenomena misterius Segitiga Bermuda, namun tidak ada penjelasan pasti tentang di mana informasi ini berasal dan tidak ada bukti valid sebagai pendukungnya.

Cerita tentang keangkeran dan kemisteriusan Segitiga Bermuda yang mendapatkan reputasi buruk karena banyaknya kapal dan pesawat yang hilang secara misterius hanyalah mitos semu. Banyak orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, seperti pusaran air besar, gelembung metana raksasa, dan yang paling fenomenal gerbang ke dimensi lain. Fenomena Segitiga Bermuda sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan rasional.

Wilayah Segitiga Bermuda tidak angker dan berbahaya seperti yang selama ini dihembuskan oleh informasi anonim yang tidak lain hanyalah dongeng irasional. Faktanya secara resmi setiap kejadian misterius hilangnya kapal dan pesawat selama ini tidak pernah terjadi di Segitiga Bermuda, nama Segitiga Bermuda tidak pernah tercatat dan diakui sebagai nama geografis untuk tempat atau wilayah oleh Dewan Amerika Serikat.

Segitiga Bermuda (laut Florida, Puerto Rico dan Bermuda)

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) telah memberikan konfirmasi bahwa fenomena misterius Segitiga Bermuda tidak pernah ada. Namun mereka menyatakan bahwa hal itu memang terjadi dan bisa dijelaskan dengan pertimbangan lingkungan berdasarkan ilmu pengetahuan, seperti badai tropis Atlantik yang melewati Segitiga Bermuda. Sebagai contoh, NOAA mengatakan bahwa wilayah ini diselimuti Gulf Stream, yang dapat menyebabkan perubahan cepat pada kondisi cuaca. Laut Karibia juga memiliki banyak pulau-pulau kecil yang dikelilingi perairan dangkal yang menyebabkan kapal mengalami kesulitan navigasi.

Nama Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Istilah "Segitiga Bermuda" pertama kali digunakan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Vincent H. Gaddis untuk majalah Argosy pada tahun 1964. Gaddis mengklaim bahwa beberapa kapal dan pesawat telah menghilang tanpa penjelasan di daerah itu. Artikel itu diperluas dan termasuk dalam bukunya, Invisible Horizons: True Mysteries of the Sea (1965), di mana ia menggambarkan tentang sembilan insiden misterius dan memberikan rincian secara luas.

Kisah tentang Segitiga Bermuda kian berkembang dan menjadi sebuah cerita menarik. Pada bulan Desember 1967,  banyak surat kabar mengabarkan cerita tentang insiden aneh terjadi di Segitiga Bermuda, setelah rilis berita National Geographic Society membawa perhatian ke buku Gaddis ini. Pada tahun 1968, Segitiga Bermuda ditampilkan dalam cerita sampul di majalah Argosy, dalam sebuah buku berjudul Limbo of the Lost (1969) yang ditulis oleh John Wallace Spencer, dan film dokumenter 'Devil's Triangle' pada tahun 1971.

Kompas

Reputasi buruk Segitiga Bermuda dimulai dengan kisah perjalanan Christopher Columbus. Pada tanggal 8 Oktober 1492, Columbus melihat kompas dan menyadari bahwa kompasnya terjadi pembacaan aneh. Pada awalnya ia tidak memberitahukan krunya agar tidak menjadi panik. Dengan tidak memberitahu krunya merupakan keputusan yang tepat mengingat tiga hari kemudian ketika Columbus melihat cahaya aneh, awak kapal mengancam meminta kembali ke Spanyol.


Masalah kompas adalah salah satu frasa yang dikutip dalam banyak insiden di Segitiga Bermuda, bahkan kompas diklaim akan mati jika memasuki Segitiga Bermuda. Sementara beberapa orang telah berteori bahwa anomali magnetik lokal yang tidak biasa mungkin ada di wilayah ini, anomali tersebut belum ditemukan. Kompas memiliki variasi magnetik alam dalam hubungannya dengan kutub magnet, kompas sebagai alat navigator telah dikenal selama berabad-abad. Namun masih banyak orang yang tidak mengerti dan berpikir ada sesuatu yang misterius jika terjadi perubahan kompas di suatu wilayah, seperti di Segitiga Bermuda.

Pada tahun 1970, US Coast Guard menjelaskan tentang mengapa kompas di wilayah ini nampak tidak akurat. Pertama, "Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua tempat di bumi yang kompas magnetik tidak menunjuk ke arah utara sejati, biasanya mengarah ke utara magnetik. Perbedaan antara keduanya dikenal sebagai variasi kompas. Jumlah perubahan bervariasi sebanyak 20 derajat sebagai salah satu circumnavigates bumi. Jika variasi kompas ini atau kesalahan tidak dikompensasi, navigator bisa menemukan dirinya jauh dari jalur dan akan mengalami kesulitan besar.

Gulf Stream

Segitiga Bermuda diselimuti Gulf Stream (arus teluk) yang merupakan arus laut panas dengan permukaan besar, terutama didorong oleh sirkulasi termohalin yang berasal dari Teluk Meksiko dan kemudian mengalir melalui Selat Florida menuju Atlantik Utara. Pada dasarnya itu adalah sungai yang berada dalam lautan, dan seperti sungai pada umunya dapat membawa/menarik benda-benda yang mengambang dipermukaan. Arus teluk memiliki kecepatan permukaan hingga sekitar 2,5 meter per detik (5,6 mil / jam). Sebuah kapal sedang akan dapat dengan mudah tertarik dari posisinya hingga dilaporkan hilang oleh arus.

Badai Kuat

Siklon tropis yang merupakan badai sangat kuat salah satu penyebab banyak kapal tenggelam di wilayah ini. Pada 14 Mei 1986, kapal Pride of Baltimore tenggelam disebabkan oleh badai kuat dari downbrust udara dingin. Awak kapal yang tenggelam mencatat angin tiba-tiba bergeser dan meningkatakan kecepatan dari 32 km / h (20 mph) menjadi 97-145 km / h (60-90 mph).

Seorang spesialis satelit National Hurricane Center, James Lushine, menyatakan "selama kondisi cuaca sangat tidak stabil hingga downburst udara dingin dari ketinggian dapat menekan permukaan seperti bom, meledak dan menciptakan badai angin dan air raksasa."

Laporan Anonim

Kisah dongeng Segitiga Bermuda yang telah mengekang imajinasi manusia selama ini berdasarkan laporan beberapa kapal dan pesawat yang hilang secara misterius di wilayah ini. Keberadaan Segitiga Bermuda sebagai tempat misterius di mana banyak kapal dan pesawat sering menghilang tanpa sebab jauh dari fakta sebenarnya. Setelah diteliti pada 1975 dalam buku The Bermuda Triangle Mystery yang ditulis oleh Lawrence Kusche, ia melihat dari banyaknya catatan laporan hilangnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda dan menemukan bahwa semua laporan banyak yang tidak jelas, tidak akurat, dan berlebihan.

Segitiga Bermuda bukan wilayah lautan paling berbahaya

Pada tahun 2013, World Wide Fund for Nature (WWF) merilis studi terperinci dari daerah pengiriman jalur laut paling berbahaya di lautan dunia. Segitiga Bermuda bahkan tidak masuk wilayah menakutkan seperti rumor yang selama ini beredar.

Segitiga Bermuda tidak masuk dalam daftar wilayah lautan paling berbahaya, begitu pula dengan lautan Caribbean (laut Karibia) di mana Jack Sparrow merasakan ganasnya lautan Karibia bersama para bajak laut dalam film Pirates of the Caribbean. Sebaliknya, dalam laporan WWF menyebutkan bahwa Laut Cina Selatan dan Hindia, Mediterania timur dan Laut Hitam , dan Laut Utara dan Kepulauan Inggris ditemukan menjadi hotspot terbesar untuk bencana di lautan, bukan dari pembajakan perompak, tapi karena tingginya frekuensi kecelakaan pelayaran yang disebabkan oleh alam dan human error yang sangat membahayakan baik bagi manusia dan kehidupan laut.

Kesimpulan: Cerita keangkeran Segitiga Bermuda hanyalah mitos legenda urban. Apa yang terjadi di sana dapat dijelaskan secara rasional berdasarkan ilmu pengetahuan, tidak ada makhluk asing, Dajjal, ataupun kehidupan dimensi lain di Segitiga Bermuda. Laporan tentang hilangnya kapal dan pesawat secara misterius di wilayah Segitiga Bermuda tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya. Kapal dan pesawat yang mengalami kecelakaan di sekitar wilayah ini secara alami disebabkan oleh keganasan alam atau human error, tidak ada unsur mistis. Bahkan Segitiga Bermuda tidak masuk dalam daftar wilayah lautan paling ganas di dunia.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon