10 February 2017

Laporan Palsu Media Inggris Pelaku Serangan Supermarket di Spanyol Berteriak "Allahu Akbar"


Pada pertengahan Januari 2017, beberapa situs berita Inggris menerbitkan laporan berita tentang seorang pria bersenjata yang mengenakan rompi bom bunuh diri, dalam aksinya pria tersebut berteriak "Allahu Akbar", di sebuah supermarket Spanyol.

Berikut artikel berita dari dailymail.co.uk, express.co.uk.


A gunman has opened fire in a Spanish supermarket shouting 'Allahu Akbar'.

The attacker, who was reportedly carrying gasoline and gunpowder, walked into the Mercadona shop, in the As Lagoas region of the northwestern region Ourense, before opening firing shots into the air.

Several shoppers were inside the supermarket when the man entered and fired several shots into the air, causing emergency services to swoop on the building.

According to police sources, the young man has psychological problems and is lives next-door to the shop.

The incident, which happened at around 2pm, did not result in any injuries but left many extremely shaken.

One employee confirmed that he had shouted the Arabic phrase for 'God is great' before he began shooting.


DISINFORMASI

ANALISIS

Laporan dari media Inggris yang mengatakan bahwa pelaku penyerangan supermarket di Spanyol berteriak "Allahu Akbar" adalah tidak benar. Media Spanyol, The Spain Report, dalam laporannya memberikan rincian tentang insiden yang jauh berbeda dibandingkan apa yang dilaporkan pertama kali oleh media Inggris.

Spanish police and the supermarket chain Mercadona both confirmed to The Spain Report on Thursday morning that the shots fired at a store in Ourense (Galicia) were not part of a terrorist attack, refuting claims reported yesterday in British tabloid newspapers The Sun and the Daily Mail.

"He had no terrorist link at all", said a police spokeswoman: "it was not a robbery either. At one point in the video footage, he can be seen eating a banana and smoking a cigarette".

The police have not made the video footage public or provided journalists with a copy.

The attacker was a Spanish national who was a regular customer of the local supermarket, and had "decreased mental faculties", the police spokeswoman added.

A spokeswoman for Mercadona confirmed the Ourense supermarket attacker did not shout "Allahu Akbar" and was not wearing a suicide vest.

"It was not his intention to rob the store", she said. The man was a regular client, originally from the Basque country. No one was injured and the company has no reports of any money missing from the day's takings.

Uniformed and plan clothes police officers arrested the man in the supermarket.

Polisi Spanyol dan Jaringan Supermarket Mercadona, mengkonfirmasi kepada Spain Report bahwa ada seorang pria melepaskan tembakan di sebuah Supermarket di kota Ourense, tetapi itu semua bukan bagian dari serangan teroris dan membantah klaim yang dilaporkan oleh media Inggris (The Sun dan Daily Mail).

Masih menurut versi kejadian yg diberitakan media Spanyol ini, tembakan menyebabkan kerusakan pada lorong tempat minuman, tapi tidak ada korban yang terluka. Seorang polisi yang tidak bertugas kebetulan berada di tempat kejadian berusaha menenangkan pria untuk turun sebelum bantuan datang.

Dan menurut media kentemporer berbahasa Spanyol, Noticias Terra melaporkan bahwa pelaku mengalami masalah mental , tidak ada bukti dia berteriak "Allahu Akbar". Salah satu saksi mata pada awalnya sekilas mendengar pelaku penembakan berteriak "Allahu Akbar", namun saksi tersebut tidak dapat memastikannya dan akhirnya membantah. Tersangka telah diamankan pihak kepolisian setempat atas tuduhan perampokan, penyerangan di muka umum, pengrusakan dan kepemilikin senjata ilegal.

Polisi mengatakan kepada media lokal La Region bahwa saksi telah keliru dan polisi menambahkan bahwa telah terjadi kesalah pahaman, polisi menegaskan tidak ada teriakan Allahu Akbar dalam peristiwa tersebut. Pelaku diketahui bernama Carlos Stefano GI (35 tahun), warga setempat yang merupakan pelanggan tetep supermarket Mercadona.

The Olive Press, situs berita Spanyol lain, menulis: Carlos Perez yang saat itu sedang berjalan melewati Mercadona mengatakan bahwa meskipun ada laporan dari warga Spanyol dan media Inggris, hal itu tidak membuktikan bahwa pria itu telah berteriak 'Alahu Akbar'.

Carlos Perez, 38, was walking past the Mercadona in Ourense when the gunman, who it emerges was not carrying gunpowder or petrol in a suicide vest, started opening fire.

The shotgun allegedly used in the attack The shotgun allegedly used in the attack Despite reports from Spanish and UK press, he is not believed to have shouted ‘Alahu Akbar’, the Arabic phrase for God is Great.


The Local, sebuah situs berita berbahasa Inggris, dalam sebuah pemberitanya dengan judul : "Man detained in supermarket shootout was ‘not jihadist", melaporkan bahwa pria berusia 35 tahun yang ditahan oleh polisi dikatakan memiliki masalah mental. Pelaku juga tidak tergabung dengan organisasi Islam ataupun gerakan jihad.

A man who caused panic after firing a shotgun within a supermarket in Spain’s northwestern region of Galicia was not connected to any Islamic organisation, police said.

The 35-year-old, who was detained by police after the incident at a Mercadona supermarket in As Lagoas, near Ourense, on Wednesday lunchtime, was said to be suffering from a mental illness.

Initial media reports stated that he may have been heard shouting “Allahu Akbar” - God is great - before opening fire in the shop, but police told local newspaper La Region that a witness had been mistaken and added that they had discounted any suggestions of jihadist links.

Miqdaad Versi, dari pengamat media untuk kelompok Muslim telah meminta mencabut dan mengkoreksi sejumlah judul surat kabar nasional Inggris, saat itu Miqdaad mengadukan permasalahannya kepada sebuah organisasi yg membidangi masalah jurnalistik yakni Independent Press Standards Organisation (IPSO) tentang laporan ketidakakuratan beberapa media inggris.

Dan setelah protes itu akhirnya The Sun mengubah headline judul berita, seperti yang dibagikan Miqdaad dalam akun twitternya.


Di kicauan Twitter yang lain Miqdaad menunjukkan bagaimana isi berita yg dilansir Ekspres dan Mail online yang belum dikoreksi dan Miqdaad mengatakan semua itu berita palsu.


Kesimpulan: Berdasarkan sumber-sumber yang dikumpulkan dari media Spanyol serta hasil wawancara media lokal Spanyol kepada pihak kepolisian, dapat disimpulkan bahwa berita dari Dailymail , Express dan The Sun (sebelum mengedit judul) yang mengabarkan bahwa Seorang pria menyerang supermarket dengan membawa senjata api dan memakai rompi bom bunuh diri serta berteriak "Allahu Akbar" dipastikan adalah tidak benar, pelaku penyerangan adalah seorang warga Spanyol yang mengalami masalah kejiwaan.

Media Inggris Daily Mail telah berulang kali membuat kesalahan dalam laporannya, debunkers telah lama menghapus Daily Mail sebagai sumber analisis. Baru-baru ini editor Wikipedia mengeluarkan kebijakan yang sangat berani dengan melarang Daily Mail masuk dalam sumber di Wikipedia karena tidak dapat diandalkan. Langkah Wikipedia menghapus Daily Mail sebagai rujukan berita dianggap luar biasa, bahkan para editor juga telah meminta relawan untuk meninjau sekitar 12.000 link ke Daily Mail yang ada di Wikipedia untuk menggantinya dengan sumber-sumber alternatif lain.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

Kontributor: Samson Satriatama


Emoticon Emoticon