14 February 2017

Kotroversi Kematian Adolf Hitler


Adolf Hitler adalah salah satu sosok yang paling diburu oleh para pecinta teori konspirasi, terutama pihak yang berkepentingan. Teori konspirasi tentang kematian Hitler mungkin dianggap paling banyak menyita perhatian, beberapa teori mengklaim bahwa Hitler berhasil melarikan diri dari Berlin dan menghabiskan masa tuanya di beberapa negara.

Adolf Hitler tewas dengan cara bunuh diri bersama istrinya, Eva Braun, pada 30 April 1945 dipersembunyiannya di Fuhrerbunker di Berlin. Tindakan bunuh diri Hitler dipicu oleh situasi terjepit di mana militer Jerman dalam kondisi diambang kehancuran total dari serbuan koalisi kekuatan Barat.

Hitler memilih bunuh diri bersama istrinya di dalam bunker saat Perang Dunia II karena tidak mau nasibnya seperti sekutunya, Benito Mussolini, yang dieksekusi oleh partisan Italia. Tubuh Massolini dan gundiknya, Clara Petacci, digantung, mayat mereka dipotong-potong, dan dibuang di selokan.

Kabar kematian Hitler diketahui publik pertama kali datang dari Jerman dalam siaran radio. Pada 1 Mei, stasiun radio Reichssender Hamburg mengumumkan siaran penting bahwa Adolf Hitler telah tewas. Pengumuman itu disiarkan setelah proses pemakaman yang dilakukan oleh Wagner dan Bruckner, Grand Admiral Karl Donitz (ditunjuk sebagai pengganti Hitler dalam wasiatnya).

Namun pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, meminta konfirmasi tentang kematian Hitler dan menuntut mayat Hitler untuk ditemukan. Pada 2 Mei, Soviet berhasil merebut kedutaan di Berlin, memasuki Fuhrerbunker dan menemukan Jenderal Kreb dan Jenderal Wilhelm Burgdorf bunuh diri dengan tembakan di kepala.

Catatan sejarah membuktikan fakta bahwa Hitler bunuh diri di kompleks Fuhrerbunker bersama istrinya, Eva Braun, pada 30 April 1945. Namun teori konspirasi berpendapat bahwa kematian Hitler keliru, ia berhasil melarikan diri dari kota Berlin. Teori ini sengaja dihembuskan oleh pemerintah Soviet sebagai bagian dari kebijakan negara yang disponsori.

Teori konspirasi pertama diumumkan oleh Marshall Georgy Zhukov pada konferensi pers pada 9 Juni 1945 atas perintah dari pemimpin Soviet, Joseph Stalin. Bahkan pernyataan presiden AS Harry S. Tuman tentang kematian Hitler ditolak mentah-mentah oleh Stalin.

Kontroversi dimulai ketika Stalin mencoba menolak klaim bahwa Hitler telah tewas bunuh diri di Fuhrerbunker, Berlin. Teori pelarian Hitler kemudian berhembus kencang untuk meyakinkan bahwa Hitler masih hidup, klaim ini menjadi ambigu hingga menjadi penyebab utama munculnya berbagai teori konspirasi selama bertahun-tahun.

Fuhrerbunker yang hancur, di mana Adolf Hitler menghabiskan sisa waktunya sebelum bunuh diri

Fakta-fakta tentang kematian Hitler yang diumukan oleh kekuatan Barat ditolak Soviet, dua kekuatan inilah yang menjadi kontroversi dan kepercayaan masyarakat menjadi terpecah hingga kontroversi kian subur. Bahkan dokumen FBI dideklasifikasi mengandung sejumlah dugaan penampakan Hitler bersama teori-teori konspirasi ia melarikan diri dari Jerman. Namun tuduhan itu tidak dapat diverifikasi dan terbukti palsu.

Sehari sebelum Hitler tewas, tepatnya pada 29 April, Hitler menulis wasiat politik terakhir tentang niatan bunuh diri - dokumen tentang keasliannya tidak diragukan. Dalam wasiatnya mengatakan bahwa Hitler menginginkan tetap berada di Berlin bersama pasukannya, ia juga tidak mau ditangkap oleh musuh dan dijadikan tontonan untuk hiburan dari histeris mereka. Keputusannya melakukan bunuh diri di Berlin atas kehendaknya sendiri sebagai bagian dari perjuangan dan harga diri.


Teori konspirasi pelarian Hitler dari Berlin dimulai ketika sebuah rumor menyatakan bahwa Hitler melarikan diri ke Argentina. Lalu teori lainnya semakin liar mengklaim Hitler berhasil melarikan diri dan menghabiskan sisa umurnya, seperti di Brazil dan Indonesia.

Adolf Hitler di Argentina

Dalam buku Grey Wolf: The Escape Of Adolf Hitler yang ditulis oleh penulis Inggris Simon Dunstan dan Gerrard Williams, mereka berargumen bahwa Hitler dan Braun tidak bunuh diri, namun mereka melarikan diri ke Argentina. Premis buku ini adalah bahwa harta seni negara dan cadangan emas NAZI telah dijarah setelah Berlin diduduki oleh pihak musuh.


Kedua penulis mengajukan skenario pelarian Hitler ke Argentina, setelah Nazi kalah dalam pertempuran di Berlin. NAZI yang didukung oleh Presiden Argentina Juan Peron bekerjasama dalam pelarian Hitler, Peron dan istrinya telah menerima uang dari NAZI untuk membantu Hitler.

Hitler pertama kali tiba di Argentina bermukim di Hacienda San Ramon, kemudian pindah ke wilayah terpencil yang hampir sulit diakses di Inalco. Sekitar tahun 1954, Eva Braun meninggalkan Hitler dan pindah ke Neuquen bersama putrinya Ursula, Hitler kemudian meninggal pada Februari 1962.

Pada tahun 2014, film dokumenter Grey Wolf dirilis yang disutradarai dan ditulis oleh Gerrard Williams yang diproduksi oleh Magnus Peterson. Film ini adalah bagian dari tuduhan Dunstan dan Williams bahwa Hitler tidak tewas di Berlin, melainkan melarikan diri ke Argentina.


Teori Dunstan & Williams ditolak banyak sejarawan terkemuka, termasuk penulis, akademisi, sejarawan dan jurnalis Guy Walters, yang menyatakan bahwa teori itu sebagai 'sampah". Walters mengatakan: "Itu sama sekali tidak ada subtansinya dan sangat menarik sebagai fantasi terdelusi dari teori konspirasi."

Adolf Hitler di Brazil

Dalam teori lainnya menyebutkan bahwa Hitler melarikan diri ke Brazil melalui Argentina dengan menggunakan nama samaran Adolf Leifzig. Beredar juga foto-foto yang diklaim sebagai Hitler di Brazil bersama kekasihnya bernama Cutinga. Dokumen-dokumen lainnya mencatat kehidupan Hitler di Brazil, bahkan FBI diklaim secara aktif menyelidiki temuan itu.


Sosok pria dalam foto terlihat sangat mirip dengan Hitler, namun FBI tidak pernah menggubrisnya dan tidak menyelidiki karena meyakini berdasarkan investigasi bahwa Hitler telah tewas di Berlin saat Perang Dunia II.

Foto itu kondisinya sangat buruk karena sudah tua dan wajah pria dalam foto tidak jelas, bahkan wajah pria dalam foto dicocokkan dengan wajah Hitler menggunakan olah digital  untuk menguatkan teori itu.

Teori konspirasi keberadaan Hitler di Brazil tidak lain hanya teori kosong dengan mencocokan gambar pria dalam foto tua yang wajahnya tidak jelas. Teori itu tidak dapat diverifikasi dan dianggap misteri karena tidak ada fakta-fakta pendukung dari sejarawan ataupun para ahli.

Hitler di Indonesia

Klaim keberadaan Hitler di Indonesia berawal dari cerita  di sebuah artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulis bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar. Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut.

Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo bahwa dokter tua asal Jerman yang dia temui dan diajak bicara adalah Adolf Hitler di masa tuanya. Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo adalah bahwa dokter tersebut tidak bisa berjalan normal, ia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan, dan tangan kirinya selalu bergetar. Bukti lainnya bahwa dokter tua asal Jerman juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, berdasarkan buku biografi Fuhrer.

Ciri-ciri yang disampaikan dr Sosrohusodo bahwa dokter tua asal Jerman mirip dengan Hitler, apakah dengan kemiripannya berarti Dr Poch adalah Adolf Hitler? Kesimpulan itu merupakan fallacy. Jika Anda teliti melihat wajah Dr Poch pastinya dapat dengan mudah menilai bahwa kemiripan wajahnya dengan wajah Hitler lalu diklaim bahwa mereka orang yang sama adalah absurd.

Berdasarkan analisis Enigma, tidak ada kecocokan antara Dr Poch dan Hitler, tidak ada Adolf Hitler pernah hidup di Indonesia.





Semua teori tentang pelarian Adolf Hitler dari Berlin merupakan bagian dari catatan sejarah yang tidak banyak diketahui, yang paling utama adalah terpecahnya dua kekuatan Barat dan Timur yang saling berseteru hingga sekarang. Walaupun klaim dari kekuatan Barat bahwa Hitler tewas dengan cara bunuh diri pada 30 April 1945 ditolak oleh Soviet, namun klaim dari Barat cukup mendasar dengan didukung oleh bukti-bukti empiris.

Sedangkan teori yang mengklaim bahwa Hitler tidak tewas di Berlin melainkan ia melarikan diri, semuanya hanya teori konspirasi terorganisir, bahkan klaim keberadaan Hitler di Brazil dan Indonesia tidak terbukti dan merupakan fallacy.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon