15 February 2017

Hoax dan Fakta Seputar Haid


Benarkah minum air es dapat menyebabkan darah
haid membeku? (Foto Sekoci/Andi Wawa)


Banyak mitos yang beredar di masyarakat, terutama kaum perempuan, mengenai hal-hal yang pantang dilakukan kala haid. Beberapa pantangan yang masih dipatuhi hingga kini diantaranya: tidak boleh terbentur, tidak boleh keramas, tidak boleh minum air es, minum air kelapa dan minum air soda, tidak boleh berenang, tidak boleh berhubungan suami istri dan beberapa pantangan lainnya. Apakah semua itu benar?

Mari kita simak bahasannya satu persatu berikut ini.

▪ Saat sedang haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut karena bisa menyebabkan muntah darah, rahim bisa terluka: Hoax

Muntah darah menunjukkan adanya perdarahan pada saluran cerna, terutama saluran cerna bagian atas. Saluran reproduksi dan saluran cerna manusia tidak berhubungan, sehingga tidak mungkin trauma pada saluran reproduksi menyebabkan muntah darah.

Lebih lanjut, rahim perempuan yang tidak hamil terletak di bawah tulang kemaluan dan terlindung jaringan lemak yang tebal. Trauma yang sampai menyebabkan perdarahan dari saluran reproduksi perempuan secara umum akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius pada saluran cerna dan kandung kemih, sehingga cedera yang terjadi akan jauh lebih serius dibandingkan dengan klaim.

▪ Berenang pada waktu haid tidak dianjurkan karena dikhawatirkan pembuluh darah yang terbuka dan terkena air yang tidak steril dari kolam renang akan beresiko menyebabkan infeksi: Hoax

Centers for Desease Control and Preventation (CDC) menyatakan berenang tidak meningkatkan risiko vaginosis, sehingga hal tersebut belum terbukti. Infeksi jamur diduga terkait dengan penggunaan klorin, meskipun demikian belum cukup bukti untuk membantah atau menyetujui pernyataan ini.


▪ Jangan minum air soda, minum air kelapa,  makan mentimun saat haid karna dapat menyebabkan kanker: Hoax

Getah mentimun diklaim dapat menyebabkan
kanker rahim. Ternyata hal itu hoax. 
(Foto Sekoci/Ivone Suryani)

Ketika haid, darah keluar karena meluruhnya dinding dalam rahim. Ketika haid selesai, perdarahan berhenti, karena telah selesainya proses peluruhan dinding dalam rahim tersebut. Seluruh darah dalam rahim secara otomatis akan bersih saat haid selesai. Proses ini berjalan dengan begitu alami, jika pun ada yang mempengaruhinya, cenderung faktor hormonal dan stress emosional yang berpengaruh. Itupun hanya berpengaruh pada lamanya haid dan banyaknya volume darah haid yang keluar. Bukan pada tertinggalnya darah di dalam rahim.

Faktor resiko dan etiologi (studi tentang penyebab) munculnya kanker adalah multifaktorial yang merupakan kombinasi dari faktor-faktor berikut:

  • Genetik (riwayat keluarga)
  • Hubungan seksual di usia dini
  • Pasangan seksual dalam jumlah banyak
  • Merokok
  • Pil kontrasepsi jangka panjang
  • Sosio-ekonomi rendah
  • Terapi imunosupresan
  • Defisiensi mikronutrien
  • Infeksi oleh jenis tertentu HPV sangat berhubungan dengan kanker serviks. 


Di AS, 70% kanker serviks disebabkan oleh HPV 16 dan HPV 18. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual, dan memiliki prevalensi puncak pada perempuan usia 20-30 tahun, meskipun sebagian besar perempuan sembuh secara sempurna dalam 12-18 bulan. Pada perempuan dengan infeksi persisten, infeksi HPV menjadi etiologi utama kanker serviks.

Kesimpulan, penyebab kanker adalah multifaktorial, bukan karena makanan saja atau karena virus saja.  Untuk saat ini, vaksin HPV sebagai pencegahan sudah tersedia.

▪ Minum air es dapat menyebabkan membekunya darah haid: Hoax

Posisi lambung (X) dan rahim (Y).
(Sumber Foto: Blogdokter)


Dalam blognyadr. I Made Cock Wirawan, menjelaskan dengan bahasa sederhana yang gampang dipahami tentang hal ini.

Menurutnya, bila X adalah lambung dan Y adalah posisi rahim, jarak kedua organ ini antara 15-20 cm. Lalu, bagaimana bisa air es yang masuk ke lambung bisa membekukan darah haid yang posisinya pada rahim?

Dokter yang sangat populer di Twitter dengan akun @blogdokter ini pun menjelaskan bila air es masuk ke dalam lambung maka lambung akan berusaha menghangatkannya sehingga sejatinya air es yang telah masuk lambung tidak lagi bersuhu dingin.

Jadi kesimpulannya, minum es tidak mungkin dapat membekukan darah haid yang ada di dalam rahim, apalagi menyebabkan kanker. Es hanyalah air yang dibekukan, dengan catatan air tersebut tidak mengandung bahan karsinogenik.

▪ Bercinta saat haid tidak akan hamil: Fakta.

Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, seorang seksolog Indonesia, dalam video tentang mitos atau fakta haid, menjelaskan bahwa haid adalah peristiwa meluruhnya selaput lendir rahim dari dinding rahim yang berupa darah haid karena tidak terjadinya pembuahan.  Haid yang normal terjadi pada hari ke 21-35.

▪ Hubungan seks pada saat haid dapat menimbulkan penyakit: Fakta

Dalam video itu juga dr. Boyke menjelaskan kalau darah haid sering disebut 'darah kotor' karena seringkali bercampur dengan kuman-kuman yang berasal dari vagina.  Apabila melakukan hubungan seks, ada kemungkinan darah akan berbalik kembali (refluks)  ke dalam saluran telur dan masuk ke dalam rongga perut (abdomen) sehingga menimbulkan perlengketan, biasa dikenal dengan sebutan endometriosis (tumbuhnya selaput lendir rahim di luar tempatnya).
Hal yang paling dikhawatirkan  adalah terbukanya pembuluh-pembuluh darah yang dapat menyebabkan terbentuknya emboli-emboli udara. Pernah terdapat satu kasus terbentuknya emboli yang menyumbat pembuluh darah di jantung sehingga menyebabkan kematian.


Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!


Penulis:  Benedictus Widodo, Ivone Suryani


Baca juga:
• Persilangan Sapi dan Babi: Hoax
• Telur Palsu Masuk Indonesia: Hoax





Emoticon Emoticon