28 February 2017

Apa Sebenarnya UFO dan Apakah Itu Nyata?



Dalam budaya modern, istilah UFO atau obyek terbang tidak dikenal  mengacu pada pesawat ruang angkasa diduga dikendalikan oleh alien. Penampakan UFO telah banyak dilaporkan sepanjang sejarah di berbagai belahan dunia, memunculkan pertanyaan tentang kehidupan di planet lain dan apakah makhluk luar angkasa telah mengunjungi Bumi.

Penampakan UFO terkenal pertamakali  terjadi pada tahun 1947, ketika pengusaha Kenneth Arnold melakukan penerbangan dengan pesawat kecil mengaku melihat formasi sembilan objek terbang dengan kecepatan tinggi di dekat Gunung Rainier di Washington. Arnold memperkirakan kecepatan benda terbang berbentuk bulan sabit dengan kecepatan sekitar 1.200 mph (1.931 km/jam) dan mereka bergerak "seperti piring melompat-lompat di atas air." Sejak itulah istilah "piring terbang" mulai populer untuk menggambarkan objek terbang asing yang tidak dikenal.

Penampakan fenomena benda asing di langit kian meningkat, dan pada tahun 1948 Angkatan Udara AS mulai melakukan investigasi laporan ini dengan membentuk Project Sign. Pendapat awal mereka yang terlibat dengan proyek ini adalah bahwa UFO yang paling mungkin adalah pesawat Soviet canggih, meskipun beberapa peneliti menyarankan bahwa mereka mungkin pesawat ruang angkasa dari dunia lain, yang disebut hipotesis luar angkasa (ETH). Hanya dalam setahun, Project Sign digantikan oleh Project Grudge. Pada tahun 1952 digantikan menjadi Project Blue Book hingga mencetuskan nama Unidentified Flying Object (UFO), yang berkantor pusat di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio. Dari tahun 1952-1969, Project Blue Book telah berhasil menyusun lebih dari 12.000 penampakan dan peristiwa, yang masing-masing diklasifikasikan sebagai (1) "diidentifikasi" dengan astronomi, atmosfer, atau fenomena buatan yang dikenal (yang disebabkan oleh manusia), dan (2) "tak dikenal" sebagai kategori terakhir, sekitar 6% dari total keseluruhan, termasuk kasus-kasus dengan informasi yang cukup untuk mengidentifikasi fenomena yang dikenal.

Sebuah komite kedua didirikan pada tahun 1966 atas permintaan Angkatan Udara untuk meninjau materi yang paling menarik yang dikumpulkan oleh Project Blue Book. Dua tahun kemudian komite ini membuat studi rinci dari 59 penampakan UFO, merilis hasil sebagai Scientific Study of Unidentified Flying Objects-juga dikenal sebagai Laporan Condon, diambil dari nama Edward U. Condon, fisikawan yang memimpin penyelidikan. The Condon Report ditinjau oleh sebuah komite khusus dari National Academy of Sciences. Sebanyak 37 ilmuwan menulis bab atau bagian dari bab untuk laporan, yang meliputi penyelidikan dari 59 penampakan UFO secara rinci. Seperti Robertson Panel, panitia menyimpulkan bahwa tidak ada bukti apa pun selain fenomena biasa dalam laporan dan bahwa UFO tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Hal ini seiring dengan penurunan aktivitas penampakan, menyebabkan pembubaran Project Blue Book pada tahun 1969.

Istilah Unidentified Flying Object (UFO) diciptakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pada tahun 1953 untuk mengidentifikasi semua laporan penampakan. Selama tahun 1940-an hingga 1950-an istilah ini lebih populer disebut "piring terbang" atau "cakram terbang". Nama "piring terbang" mulai populer ketika The Time pada tahun 1947 merilis laporan dari Kenneth Arnold. Versi lain menyebutkan bahwa istilah "piring terbang mulai dipopulerkan oleh The Chicago Sun pada 26 Juni 1947 dalam laporan beritanya.

Laporan Chicago Sun pada 26 Juni 1947

Akronim "UFO" diciptakan oleh Kapten Edward J. Ruppelt , yang memimpin Project Blue Book. Dia menulis, "Jelas 'piring terbang' adalah istilah menyesatkan bila diterapkan pada objek dari setiap bentuk yang dibayangkan dan kinerjanya. Untuk alasan ini militer lebih suka yang lebih umum, benda terbang tak dikenal (UFO)." Perkembangan isu tentang UFO banyak melahirkan teori konsiprasi hingga membuat rancu banyak laporan penampakan UFO di seluruh penjuru dunia, pada umunya laporan mereka hoax.

Sejak tahun 1947-1990, CIA ikut berperan dalam penyelidikan UFO dari seluruh penjuru dunia. Banyak pihak beranggapan bahwa CIA telah menyembunyikan hasil penyelidikannya tentang UFO sejak penampakan UFO modern pada sekitar tahun 1940-an mulai menjadi perbincangan yang sangat menarik.

Pada akhir tahun 1993, CIA ditekan oleh pakar UFO untuk mempublikasikan seluruh hasil penyelidikannya. Semua hasil penyelidikan CIA akhirnya dirilis sebagai jawaban atas tuduhan bahwa CIA terlibat atas semua kontroversi tentang UFO sejak 1940-an.

Pada dasarnya CIA memfokuskan diri dalam memecahkan misteri UFO dan program-programnya yang berdampak pada kemunculan UFO dianggap sebuah upaya untuk menyembunyikan keterlibatan CIA dalam seluruh kisah tentang misteri UFO. CIA telah mengklarifikasi bahwa mereka dibayar hanya untuk penyelidikan yang tidak menyeluruh dan hanya terbatas pada hal fenomena UFO saja.

CIA telah mendeklasifikasi (dokumen rahasia menjadi tidak rahasia lagi) ratusan dokumen pada tahun 1978 tentang obyek terbang tidak dikenal (UFO). Terutama dokumen dari akhir 1940-an dan 1950-an. Untuk membantu menavigasi sejumlah besar data yang terdapat dalam koleksi FOIA UFO CIA, mereka telah memutuskan untuk mempelajari beberapa dokumen secara skeptis dan mempercayai akan menemukan fakta menarik. CIA telah merilis 5 dokumen yang masuk dalam kategori X-Files. Kelima dokumen itu diharapkan dapat membantu para pakar UFO dalam menjelaskan secara ilmiah tentang penampakan UFO.


Top 5 CIA Documents Mulder Would Love To Get His Hands On:

  1. Flying Saucers Reported Over East Germany, 1952 (PDF 325 KB)
  2. Minutes of Branch Chief’s Meeting on UFOs, 11 August 1952 (PDF 162 KB)
  3. Flying Saucers Reported Over Spain and North Africa, 1952 (PDF 266 KB)
  4. Survey of Flying Saucer Reports, 1 August 1952 (PDF 175 KB)
  5. Flying Saucers Reported Over Belgian Congo Uranium Mines, 1952 (PDF 262 KB)


Top 5 CIA Documents Scully Would Love To Get Her Hands On:

  1. Scientific Advisory Panel on Unidentified Flying Objects, 14-17 January 1953 (PDF 907 KB)
  2. Office Memorandum on Flying Saucers, 15 March 1949 (PDF 110 KB)
  3. Memorandum to the CIA Director on Flying Saucers, 2 October 1952 (PDF 443 KB)
  4. Meeting of the OSI Advisory Group on UFOs, 21 January 1953 (PDF 194 KB)
  5. Memorandum for the Record on Flying Saucers, 3 December 1952 (PDF 179 KB)

Studi tentang UFO telah menerima sedikit dukungan dalam literatur ilmiah mainstream. Studi resmi berakhir di AS pada Desember 1969, menyusul pernyataan oleh ilmuwan pemerintah Edward Condon bahwa studi lebih lanjut tentang UFO tidak bisa dibenarkan atas dasar kemajuan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, tinjauan ilmiah oleh subkomite UFO dari American Institute of Aeronautics and Astronautics (AIAA) tidak setuju dengan kesimpulan Condon, mereka mencatat bahwa setidaknya ada 30 persen dari kasus yang diteliti tetap harus dijelaskan dan bahwa manfaat ilmiah mungkin diperoleh dengan studi lanjutan .

Para kritikus berpendapat bahwa semua bukti UFO adalah anekdot dan dapat dijelaskan sebagai fenomena alam biasa. Tidak pernah ada penyelidikan resmi yang dilakukan pemerintah AS secara terbuka menyimpulkan bahwa UFO disangkal sebagai nyata, benda-benda fisik, berasal dari luar bumi, atau berasal dari pertahanan nasional. Beberapa laporan mengakui kemungkinan realitas fisik UFO, tapi bukan berasal dari luar bumi, tapi tidak menolak klaim seluruhnya.

Sebuah kelompok skeptis ilmiah telah bertahun-tahun menawarkan analisis kritis UFO mengklaim sebagai Komite Skeptical Inquiry (CSI). Salah satu contoh adalah respon terhadap kepercayaan lokal bahwa "makhluk luar bumi" di UFO bertanggung jawab atas lingkaran (corp circle) pada ladang pertanian yang muncul di Indonesia, dimana pemerintah dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan fenomena tersebut sebagai "buatan manusia". Thomas Djamaluddin, profesor riset astronomi dan astrofisika di LAPAN menyatakan bahwa pesawat UFO tidak ada dan ilmuwan telah menempatkan UFO dalam kategori. Pseudosains alias sains palsu.

"Sejak SMA tahun '80 an saya membaca artikel soal UFO, dan itu jadi alasan saya belajar astronomi. Dan ternyata secara astronomi, UFO itu tidak ada."

UFO terkadang dijadikan teori konspirasi di mana pemerintah AS dituduh dengan sengaja "menutupi" keberadaan alien dengan menghapus bukti fisik kehadiran mereka, atau bahkan pihak AS telah berkolaborasi dengan makhluk luar angkasa. Ada banyak versi dari cerita ini; beberapa yang eksklusif, sementara yang lain tumpang tindih dengan berbagai teori konspirasi lainnya.

Hoax penampakan UFO sangat banyak beredar sejak pertama kali populer, bahkan seorang peneliti Area 51 mengklaim mempunyai bukti keberadaan alien dan UFO. Contoh hoax penampakan UFO pernah terlihat di pangkalan militer Ohio dan di atas CERN, Jenewa, Swiss.

Sejatinya fenomena penampakan UFO hingga saat ini belum bisa dijelaskan secara ilmiah, yang pasti itu tidak berhubungan dengan kehidupan dimensi lain ataupun kehidupan di luar bumi. Kontroversi seputar UFO nampaknya akan tetap berdengung jika para ilmuwan tidak menemukan kesepakatan apa sebenarnya UFO. Setiap kontroversi pastinya harus berdasarkan pengujian dan penjelasan ilmiah tanpa argumen liar dari teori konspirasi, keputusan ada di akal sehat Anda dalam menyikapi fenomena UFO ataupun alien yang tidak hentinya menghasut secara irasional.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon