07 February 2017

7 Hoax Sastra


Derivasi dari tipuan kata, konsep hoax sastra menggambarkan sebuah tipuan kontraksi kemungkinan yang spektakuler dari rumus tipuan. Hoax sastra sejatinya sebuah perbuatan dengan menekankan batas-batas semu antara metafora, fakta dan fiksi, ketidaksengajaan dan niat, penulis, narator, dan kesempatan, dalam kata-kata maupun hal lainnya.

Hoax sastra dijalankan melalui wilayah abu-abu dari seni satir melalui pembacanya, penipuan langsung, atau objek tulisan yang disalahgunakan dengan cara terselubung. Hoax sastra pada umumnya ditulis dengan bentuk novel atau cerita sejarah yang negatif hingga membuat banyak orang tertipu. Tipuan sastra memparodikan frasa cerita hingga menjadi mitos yang banyak dipercaya masyarakat.

Hoax dianggap seperti kutukan dalam batas pencapaian mitos doktrinasi atas kepercayaan, semua kebohongan terus menerus berkembang dan menginfeksi fakta-fakta yang terjadi. Berikut beberapa contoh hoax sastra yang pernah tercatat dalam sejarah.

1. Unknown - The Travels of Sir John Mandeville (1371)


Potret John Mandeville dibuat pada 1459 (Wikipedia)

Buku The Travels of Sir John Mandeville menceritakan tentang perjalanan seorang ksatria Inggris yang meninggalkan Inggris sekitar tahun 1322 dan melakukan perjalanan ke Mesir, Ethiopia, India, Persia, dan Turki. Cerita tentang perjalanan Mandeville disajikan dengan sangat fantastis dan dipercaya sebagai kisah nyata.

Dalam buku menceritakan sebuah pulau yang penghuninya memiliki tubuh manusia dengan kepala anjing, sumber makanan mereka dengan cara mencium aroma buah apel. Penghuni pulau juga ada manusia dengan mulutnya yang sangat kecil, mereka harus menyedot semua makanan melalui buluh, dan ada ras manusia raksasa bermata satu yang hanya memakan ikan mentah dan daging mentah.

Penulis Sir Thomas Browne menyatakan bahwa Sir John Mandeville adalah "pembohong terbesar sepanjang masa." Buku Mandeville pertama kali muncul antara tahun 1357 dan 1371, buku ini salah satu buku paling populer dari akhir abad pertengahan. Tapi penilaian Browne tentang karakter Mandeville ternyata salah karena Sir John Mandeville adalah karakter fiksi yang tidak pernah ada.

Pengarang The Travels of Sir John Mandeville tidak pernah diketahui secara pasti, sejarawan tidak dapat memastikan siapa pengarangnya, namun kemungkinan besar pengarang berasal dari Perancis atau Inggris. Nama  Mandeville kemungkinan diadaptasi dari sebuah cerita roman Perancis berjudul "Mandevie" yang juga menceritakan tentang seorang ksatria yang melakukan perjalanan imajiner.

2. Edgar Allan Poe - The Ballon-Hoax (1844)

Gambar: goodreads.com

Pada tahun 1844, Poe menulis artikel untuk The New York Sun yang merupakan cikal bakal dari sifat rekursif dan perkembangan dari definisi hoax yang kita kenal saat ini. Dalam artikelnya Poe menceritakan tentang penjelajahan mengelilingi Eropa melintasi Samudera Atlantik hanya dalam tiga hari dengan menggunakan balon udara oleh Monck Mason.

ASTOUNDING NEWS!
BY EXPRESS VIA NORFOLK:
THE ATLANTIC CROSSED
IN THREE DAYS!
SIGNAL TRIUMPH OF
MR. MONCK MASON'S
FLYING MACHINE!!!
Arrival at Sullivan's Island,
near Charlestown, S. C., of
Mr. Mason, Mr. Robert Hol-
land, Mr. Henson, Mr. Har-
rison Ainsworth, and four
others, in the
STEERING BALLOON
"VICTORIA,"
AFTER A PASSAGE OF
SEVENTY-FIVE HOURS
FROM LAND TO LAND.
FULL PARTICULARS
OF THE VOYAGE!!!

Artikel surat kabar yang menceritakan perjalan balon udara melintasi Atlantik ditulis Poe pada awalnya disajikan sebagai kisah nyata. Namun, Poe akhirnya mengakui bahwa cerita itu hanyalah tipuan. Kemungkinan cerita Poe terinspirasi dari tipuan Hoax Great Moon yang diterbitkan di koran yang sama sembilan tahun sebelumnya (1835), mengklaim bahwa astronom John Herschel telah melihat makhluk humanoids bersayap di bulan dengan menggunakan teleskop baru yang canggih.

Kehidupan makhluk bersayap di bulan dalam cerita Hoax Great Moon

Cerita yang dikenal sebagai The Ballon-Hoax pertamakali diterbitkan oleh The Sun surat kabar New York. Poe merasa bahwa cerita Hoax Great Moon telah menjiplak ide dasar dari cerita "The Unparalleled Adventure of One Hans Pfaall" yang merupakan cerita tipuan yang ditulis oleh Poe di koran The Sun, namun tipuan itu tidak berhasil menjadi terkenal hingga The Sun tidak memberikan kompensasi sama sekali.

3. Witter Bynner dan Arthur Davidson Ficke - koleksi puisi Spectra: A Book of Poetic Experiments (1916)


Gambar: snapdeal.com

Penulis Amerika Witter Bynner, menulis dengan nama samaran Emanuel Morgan, dan Arthur Davidson Ficke, menulis dengan menggunakan nama samaran Anne Knish. Buku ini ditulis sebagai bentuk sindiran (satir) yang ditujukan pada gerakan puisi imagism. Bynner dan Ficke merupakan penyair yang berkiblat pada idiom klasik, mendirikan kelompok Spectrist fiktif sebagai parodi dari gerakan 'avant garde' yang populer pada 1990-an - mereka memperjuangkan sajak bebas.

From "Opus 6" by Emanuel Morgan:

If I were only dafter
I might be making hymns
To the liquor of your laughter
And the lacquer of your limbs.

Anne Knish's Opus 118:

If bathing were a virtue, not a lust
I would be dirtiest.
To some, housecleaning is a holy rite.
For myself, houses would be empty
But for the golden motes dancing in sunbeams.
Tax-assessors frequently overlook valuables.
Today they noted my jade.
But my memory of you escaped them.

Spectra dimaksudkan hanya semata-mata sebagai lelucon. Awalnya, bahkan penerbit telah tertipu oleh buku yang diterbitkan, tapi akhirnya ia membiarkan lelucon itu sebelum dicetak dan diedarkan. Para penulis mengasumsikan kekonyolan dari sebuah karya yang akan bersinar, tapi itu ternyata benar-benar dianggap sebagai gerakan puisi yang sah. Pada tahun 1918, Brynner mengakui dalam pidato publik bahwa ia adalah penulis buku tersebut dan menjelaskan bahwa itu adalah tipuan.

Bynner dan Ficke mendapatkan pencapaiannya sebagai seorang penyair dari semua karyanya, puisi Spectra mungkin yang paling banyak diingat dari semua hasil karya mereka. Kedua penulis mengakui Spectra adalah tipuan setelah menjadi bumerang sampai batas tertentu, karena mereka dihantui oleh tuntutan kerja yang lebih serius. Meskipun demikian, Ficke menyatakan bahwa ia belajar banyak tentang komposisi saat menulis sebagai Knish, ia juga mengakui bahwa tokoh Knish benar-benar telah mempengaruhi karyanya dikemudian hari.

4. Clifford Irving - Autobiography of Howard Hughes (1971)

Gambar: Bettman/Corbis/AP

Pada tahun 1970 novelis Clifford Irving dan rekannya Richard Suskind merencanakan untuk menulis 'otobiografi' dari Howard Hughes, yang telah mundur dari kehidupan publik sejak akhir tahun 1950-an. Kehidupan Hughes yang sangat tertutup telah membuat spekulasi dari rasa ingin tahu tentang perjalanan hidup Hughes.

Penerbit bermaksud menyajikan sebuah kisah tentang bagaimana Hughes menghabiskan hari-harinya, karena sosok Hughes yang cukup populer dan tertutup membuat buku itu menjadi best seller. Buku biografi Hughes akhirnya banyak dipercaya karena Hughes maupun Suskind tidak pernah berbicara tentang buku tersebut.

Seiring berjalannya waktu akhirnya Hughes muncul ke publik memecah kesunyian media, ia secara terbuka menolak tentang buku biografinya yang ditulis oleh Irving. Atas penipuannya Irving akhirnya mendekam di penjara walau dalam waktu yang cukup singkat, setelah keluar dari penjara ia menulis tentang kisah asli bagaimana ia hampir berhasil mendapatkan uang besar dari penerbitan buku biografi Howard Hughes.

Kisah cerita Irving akhirnya menginspirasi sutradara Lassse Hallstrom dalam film The Hoax yang dirilis pada 2006, film tersebut dibintangi oleh aktor Richard Gere. Film The Hoax masuk daftar peringkat teratas di Hollywood, judul film tersebut akhirnya menjadi populer untuk menyebut sebuah kebohongan dengan menggunakan kata "hoax".

5. Chuck Ross - Naskah Casablanca (1982)


Film "Casablanca" tahun 1942

Casablanca adalah salah satu film paling terkenal dalam sejarah film, memenangkan Academy Award untuk Best Picture pada tahun 1943, dan terpilih sebagai salah satu dari tiga film Amerika yang pernah dibuat oleh American Film Institute. Orang-orang yang bergelut dalam industri film wajib mengetahui film ini, tapi pada tahun 1982 penulis lepas Chuck Ross bertanya pada dirinya sendiri: "Apakah agen film Hollywood kontemporer benar-benar dapat mengenali Casablanca jika disampaikan kepada mereka sebagai sebuah naskah?"

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan itu, Ross merancang sebuah percobaan dengan mengetik ulang naskah Casablanca, mengubah judulnya menjadi "Everybody Comes to Rick's", mengubah nama sahabat Rick dari Sam menjadi Dooley, dan menyerahkah naskah kepada 217 lembaga film dengan nama penulis yang tidak terkenal.

Dari 217 lembaga film yang dikirim naskah Casablanca oleh Ross, sembilan puluh naskah kembali karena belum dibaca. Mereka melakukannya karena berbagai alasan - kebijakan mereka tidak membaca naskah yang tidak diinginkan, mereka tidak mengambil klien baru, atau mereka tidak lagi dalam bisnis agen film.

Hasil lainnya, tujuh lembaga tidak pernah menjawab. Delapan belas naskah ternyata tersesat di pos. Tiga puluh tiga lembaga benar-benar membaca dan mempelajari naskah. Misalnya, Alan Green of the Gage Group menulis surat balasan kepada Ross, "Sayangnya aku telah melihat gambaran ini sebelumnya. tepatnya 147 kali aku pernah melihatnya."

Delapan lembaga melihat kesamaan naskah dengan Casablanca , tetapi tidak menyadari itu naskah Casablanca. Namun, tiga puluh delapan lembaga mengaku telah membacanya, tapi ditolak. Dengan kata lain, dari 217 lembaga film yang benar-benar membaca naskah (atau mengaku mengetahui), mayoritas tidak menngetahui naskah tersebut sebagai Casablanca , juga tidak berpikir bahwa naskah cukup bagus untuk layak mewakili Casablanca.

Naskah Casablanca yang ditulis ulang Ross adalah untuk kedua kalinya ia melakukan tipuan, sebelumnya ia juga pernah melakukan tipuan yang sama. Pada tahun 1979 ia telah menyerahkan teks novel Jerzy Kosinski pemenang di National Book Award kepada empat belas penerbit, semuanya ditolak.

6. Norma Khouri - Forbidden Love (2003)

Buku "Forbidden Love" (Gambar: ABC Australia)

Norma Khouri adalah nama pena dari penulis Norma bagain Toliopoulos yang lahir di Yordania pada tahun 1970. Forbidden Love (disebut juga cinta yang hilang di Amerika) adalah buku yang ditulis oleh Norma Khouri yang diterbitkan pada 2003. Norma Khouri mengaku bahwa buku ini menceritakan tentang kisah nyata sahabatnya Dalia di Yordania. Dalam cerita menggambarkan tentang kisah cinta Dalia dengan pria Katolik (tentara Amerika) bernama Michael.


Kisah cinta Dalia dan Michael dirahasiakan karena konflik agama, ayah Dalia seorang muslim sangat menentang cinta beda agama. Ayahnya akhirnya mengetahui, dengan amarahnya menusuk Dalia hingga meninggal, alasan pembunuhan demi kehormatan . Setahun setelah publikasi buku, ditemukan fakta bahwa Khouri telah membuat cerita fiksi, klaimnya yang mengatakan bahwa itu kisah nyata ternyata tipuan.

Norma Khouri

Terbongkarnya tipuan Khouri bermula dari beberapa pembaca yang merasa banyak kejanggalan dari isi cerita. Buku tersebut berisi banyak kesalahan faktual, dalam cerita mengklaim bahwa Yordania berbatasan dengan Kuwait , terdapat penggambaran Fantastis dari Amman, dan membuat pernyataan palsu tentang hukum Yordania. Dalam cerita juga menimbulkan kecurigaan karena Khouri berbicara sempurna menggunakan bahasa Inggris Amerika, padahal ia mengaku tidak pernah tinggal di Amerika Serikat. Selain itu, ia berjanji untuk menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan buku kepada Asosiasi Nasional Wanita Yordania, tetapi ternyata ia hanya menyumbangkan $ 100.

Setahun setelah buku dirilis, tepatnya pada bulan Juli 2004, Editor Sydney Morning Herald, Malcolm Knox menulis tentang artikel cerita Khouri sebagai penipuan. Knox menulis bahwa berdasarkan penyelidikan selama 18 bulan, Khouri telah mengarang cerita dan menjualnya dengan cara tidak jujur sebagai sebuah memoar.

Faktanya Khouri tidak tinggal di Yordania sejak tahun 1973, tetapi telah tinggal di Chicago untuk sebagian besar hidupnya dan menikah hingga memiliki dua anak. Keluarga Khouri sejak tahun 2000 tidak pernah mengetahui kabarnya, ketika ia tiba-tiba meninggalkan Chicago untuk menulis buku. Khouri bersikeras bahwa dia telah mengatakan yang sebenarnya, bahkan ia tetap membantah tuduhan ketika dihadapkan dengan catatan publik yang terbukti tanpa keraguan bahwa ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Amerika Serikat. Knox juga menggali bukti lain yang mengarah kepada sebuah fakta bahwa Khouri telah meninggalkan Chicago ketika ia mengalami masalah hukum dengan beberapa transaksi real-estate.

7. JT LeRoy (2005)

Tokoh fiksi JT LeRoy (Gambar: Getty Images)

Pada tahun 1999 seorang remaja bernama JT (Jeremy "Terminator) LeRoy menarik perhatian komunitas sastra. Ia menulis cerita singkat tentang kehidupannya The Heart Is Deceitful Above All Things, dalam berhubungan dengan anggota komunitas ia berkomunikasi melalui telepon, email dan fax.

JT LeRoy merupakan karakter yang mengundang simpatik - seorang transgender, homoseksual, pecandu narkoba, remaja pemalu yang hidup di jalanan, dipaksa masuk ke dalam kehidupan gelap-berhenti dari dunia prostitusi oleh ibunya. Menulis tampaknya menawarkan sarana yang lebih baik bagi dia untuk melarikan diri dari kehidupan kelamnya dan bahwa hidup sebagai penulis lebih menyenangkan dan menguntungkan.

Pada tahun 1999 ia menerbitkan novel pertamanya "Sarah", yang merupakan awal dari kesuksesannya. Akhirnya JT menjadi populer, namun tidak pernah ada orang yang benar-benar melihat sosok JT secara jelas, dan pertemuan-pertemuan selalu dilakukan sangat singkat, JT beralasan apa yang dilakukannya karena rasa malu yang ekstrim. Sekitar tahun 2001 ia mulai membuat penampilan lebih umum, meskipun ia selalu mengenakan wig, topi, dan kacamata hitam untuk menyembunyikan identitasnya.

Novel "Sarah" ditandatangani oleh JT LeRoy (Gambar: Wikipedia)

Pada bulan Oktober 2005, jurnalis Stephen Beachy menerbitkan sebuah artikel di New York Magazine yang mengajukan pertanyaan sederhana: "Apakah JT LeRoy orang yang nyata?"

Pertanyaan Beachy sangat mendasar karena selama bertahun-tahun identitas asli JT tidak jelas, banyak orang telah berteori bahwa novelis Dennis Cooper atau bahkan direktur Gus Van Sant mungkin penulis sebenarnya dari karya JT. Beachy berargumen bahwa JT sebenarnya nama samaran seorang wanita dari San Francisco berusia 39 tahun bernama Laura Albert.

Artikel Beachy menginspirasi penulis lain untuk memeriksa identitas JT LeRoy, dan rincian lainnya muncul sebagai pembuktian dari identitas JT. Pada tanggal 9 Januari 2006, Warren St. John menerbitkan sebuah artikel di New York Times mengungkapkan bahwa persona publik JT dimainkan oleh Savannah Knoop, setengahnya dimainkan oleh adik mantan suami Laura Albert, Geoffrey Knoop.

Secara bertahap pelaku tipuan akhirnya mulai mengaku. Pada bulan Februari 2006, Geoffrey Knoop mengakui bahwa tokoh JT LeRoy yang tampil di publik dimainkan oleh dirinya bersama Savannah Knoop. Ia juga meminta maaf kepada publik yang merasa terluka atas tipuan yang ia mainkan.

"The jig is up... I do want to apologize to people who were hurt. It got to a level I didn't expect." Later that year, Laura Albert herself confessed. When asked if she felt any remorse for what she had done, she responded, "I bleed, but it's a different kind of shame... If knowing that I'm 15 years older than (LeRoy) devalues the work, then I'm sorry they feel that way."

Peran JT LeRoy yang tampil di publik dengan menggunakan wig, topi dan kacamata hitam dimainkan oleh Savannah Knoop dan Geoffrey Knoop, namun semua karya tulisan JT LeRoy terungkap hasil karya Laura Albert. Dugaan Stephen Beachy ternyata terbukti bahwa semua karya JT ditulis oleh novelis Laura Albert.



Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon