29 January 2017

Sindrom Mata Ungu Alexandria Genesis: Hoax


Internet banyak menyajikan informasi beragam yang unik dan menarik, salah satunya informasi tentang sindrom "Alexandria Genesis". Alexandria Genesis atau sindrom mata ungu dianggap sebagai mutasi genetik yang menyebabkan warna mata berubah dari biru atau abu-abu menjadi ungu.

Berikut artikel yang beredar di internet tentang alexandria genesis:

Alexandria Genesis atau sindrom mata ungu dianggap sebagai mutasi genetik yang menyebabkan warna mata berubah dari biru atau abu-abu menjadi ungu sekitar enam bulan berikutnya setelah bayi lahir. Selama masa pubertas warna ini akan lebih tebal atau ungu-biru ungu dan warna ini bersifat permanen, namun tidak akan mempengaruhi kemampuan indera penglihatan mereka. Mereka yang mengalami sindrom ini tidak akan mengalami tumbuh bulu sekitar kemaluan, wajah, tubuh atau rambut pada anal (tidak termasuk rambut yang di kepala mereka, telinga, alis, bulu mata dan hidung). Beberapa sumber juga mengatakan bahwa perempuan dengan sindrom ini subur (tidak mandul) tetapi tidak mengalami masa menstruasi.

Sumber lain mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk kulit putih berkilau, yang kebal terhadap panas sinar matahari atau tanning. Wanita yang memiliki sindrom ini memiliki rambut berwarna hitam atau biru pada umumnya. Orang-orang mengklaim bahwa orang-orang dengan sindrom ini dapat hidup sampai 130-150 tahun dengan penuaan berhenti sekitar umur 50 tahun, mereka tidak dapat menambah berat badan dan memiliki kondisi fisik yang sempurna tidak peduli berapa banyak mereka makan, tubuh mereka jarang mencerna makanan dan kebal terhadap sebagian besar penyakit sehingga mereka menjadi jarang sakit. Sindrom ini lebih sering dialami pada ras Caucasian (penduduk Eropa), tetapi anak-anak hasil perkawinan antar ras ada kemungkinan mengalami sindrom ini jika mereka mewarisi dari beberapa gen.


HOAX

ANALISIS

Alexandria Genesis atau mata ungu dianggap mutasi genetik yang menyebabkan mata berubah dari biru atau abu-abu menjadi warna ungu setelah enam bulan berikutnya. Selama masa pubertas, warna akan semakin tebal menjadi warna ungu-biru ungu atau tetap sama, tapi tidak akan mempengaruhi kemampuan penglihatan.

Cerita tentang sindrom mata ungu cukup populer selama bertahun-tahun, digambarkan sebagai mutasi genetik yang langka dengan karakteristik yang sangat menarik dengan perubahan mata menjadi Purple. Klaim tentang Alexandria Genesis sangat spektakuler hingga menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang terus berkembang pesat.

Dalam klaimnya Alexandria Genesis mampu menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang dapat membuat seseorang mampu berumur panjang hingga 130-150 tahun. Bahkan cerita lainya menyatakan bahwa sindrom ini konon berasal dari masa kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Yang menjadi pertanyaan besar adalah darimana mutasi genetik ini berasal, apakah dari bumi atau dari planet lain? Sungguh sangat tidak masuk akal.

Jika Anda melakukan pencarian di Google tentang Alexandria Genesis, Anda tidak akan dapat menemukan sumber kredibel, bahkan ruang diskusi yang membahas sindrom ini tidak akan mendapatkan jawaban "fakta".


Fakta Sebenarnya

Mutasi unik Alexandria Genesis sebenarnya berasal dari acara Daria Fan Fiction, yang ditulis oleh Cameron Miquelon pada tahun 1998. Daria adalah sebuah serial animasi yang ditayangkan oleh televisi Amerika yang disiarkan tahun 1997-2002. Acara ini mengusung tema satire yang merupakan sindiran dari kehidupan sosial di Amerika, dikemas dengan situasi komedi (sitkom) drama remaja.

Gambar: Wikipedia

Cameron menciptakan posthmun / mutasi genetik alien fiksi dalam ceritanya sebagai daya tarik agar cerita menjadi lebih menarik, untuk menambahkan sedikit sejarah karakter dari acara Daria. Berikut adalah 'manusia super' karakteristik "Alexandria Genesis" dari cerita fiksi tersebut:

Clear, silver-like purple eyes (after 1st birthday; deepen in color until onset of puberty) No facial or body hair growth beyond what was already there at birth Dark brown or black hair Shimmering white skin that resist tanning and burning Lack of menstruation cycle (in women) Highly evolved immune system (has been known to resist every disease known to man so far) Appear 5-20 years younger (after the age of 21, the aging process slows down greatly; it stops completely between the ages of 40-50) Long life span (ranges from 130-170 years) Perfect vision Never overweight (their metabolism prevents the gaining of too much fat [a.k.a., partial lipodystophy]) Well-developed and proportioned bodies Found mainly in women of Euro-American descent Women are the primary carriers of the mutation Children born from mothers with the mutation are also carriers Mutation remains active generation after generation Mutation grows stronger generation after generation


Kesimpulan: Mutasi genetik pada manusia tidak akan menimbulkan fitur drastis dan tidak realistis seperti sindrom mata ungu. Setelah mutasi fiksi Alexandria Genesis menjadi tipuan yang sangat populer, Cameron Miquelon mengklrafikasi kekeliruan itu dan menjelaskan tentang kebenarannya.

Singkatnya Miquelon berkata: "Alexandria Genesis tidak nyata, dan tidak akan pernah menjadi nyata; itu adalah cerita yang agak konyol untuk menghibur orang lain."

Alasan mengapa kondisi ini dipercaya hingga menjadi populer selama bertahun-tahun adalah bahwa situs web "Daria Fan Fiction" asli tidak lagi tersedia. Klaim Alexandria Genesis sungguh lucu dan aneh, bagaimana cerita yang tidak mendasar seperti ini bisa terus menerus beredar di internet.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!



Emoticon Emoticon