26 January 2017

Semut Masuk ke Otak Manusia Melalui Telinga: Hoax


Sebuah cerita yang telah lama beredar mengatakan bahwa telah banyak orang yang meningggal setelah semut yang masuk ke dalam telinga hingga masuk ke dalam otak dan memakan jaringan otak manusia.

Berikut contoh pesan yang beredar:

"Silakan baca ini dan beritahu teman-teman dan keluarga Anda! Anda mungkin dapat menyelamatkan nyawa orang lain!

Seorang anak kecil meninggal setelah ahli bedah menemukan semut dalam otaknya! Rupanya anak itu tertidur dengan beberapa permen masih dalam mulutnya atau beberapa makanan manis berada didekatnya. Akibat dari permen dan makanan manis, semut akan berkumpul hingga masuk ke dalam telinga dan entah bagaimana caranya semut itu masuk ke dalam otak.

Ketika anak itu terbangun, dia tidak menyadari bahwa semut sudah masuk ke dalam jaringan otaknya. Setelah itu dia selalu merasakan gatal pada bagian wajahnya. Ibunya membawa dia ke dokter, namun dokter kebingungan untuk memastikan penyebabnya. Lalu dokter memutuskan menggunakan X-Ray, lalu suasana menjadi hening setelah mereka mengetahui apa yang terjadi. Sesuatu yang mengerikan terlihat sekelompok semut hidup di dalam tengkorak kepala anak itu, karena semut masih hidup, dokter tidak dapat melakukan operasi karena semut terus menerus bergerak di dalam jaringan otak anak itu. Akhirnya anak itu meninggal dan dokter tidak dapat berbuat banyak.

Jadi berhati-hati untuk tidak meninggalkan makanan di tempat tidur yang dapat mengundang semut. Yang terpenting jangan biarkan anak Anda memakan permen sebelum tidur hingga akan menyebabkan semut akan datang dan menghancurkan jaringan otak."


HOAX



ANALISIS

Klaim yang menyatakan bahwa semut dapat masuk ke dalam otak manusia melalui telinga telah lama dipercaya hingga dianggap sebuah kebenaran. Tidak mungkin semut dapat memasuki organ otak manusia, prroses yang panjang dan sulit harus dilewati semut untuk dapat masuk ke dalam otak manusia. Semut atau serangga lain tidak akan dapat melewati jalur untuk masuk ke dalam otak manusia dalam keadaan hidup melalui telinga.

Sistem aural dan otak itu sendiri memilki sejumlah mekanisme pertahanan dan sifat fisik yang tidak dapat memungkinkan mereka melakukan invasi ke dalam otak manusia. Jikapun seandainya mereka bisa masuk, mereka tidak akan mampu untuk bertahan hidup di dalam otak manusia.


Kelenjar di telinga bagian luar menghasilkan kotoran telinga, bersama dengan rambut kecil, membantu untuk memberikan perlindungan terhadap serangga dan benda asing lainnya. Pintu masuk ke telinga bagian tengah juga dilindungi oleh gendang telinga, yang terdiri dari tiga lapisan tipis jaringan hidup.

Bahkan jika semut bisa membuat jalan mereka melalui telinga luar dan tengah, perjalanan mereka kemudian akan sangat terhambat oleh tiga ruang penuh cairan yang membentuk koklea, di telinga bagian dalam. Dengan demikian, walaupun semut dapat masuk ke ambang otak, mereka sebelumnya harus berjuang keras untuk melalui telinga bagian luar, merayap melalui gendang telinga dan kemudian entah bagaimana caranya dapat memasuki koklea dan benar-benar dapat berenang melalui cairan yang ada dalam ruang dalam.

Selain itu, ada hal yang sangat tidak mungkin bahwa semut benar-benar dapat hidup dengan baik setelah melalui semua proses perjalan melalui telinga bagian dalam, dan kemudian melalui saraf pendengaran ke otak, mereka kemudian akan berhadapan dengan sistem perlindungan yang ada dalam otak.

Pada titik tertentu, semut harus membuat jalan mereka melalui dura mater, membran tangguh yang pertama dari tiga membran (meninges) yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Dan lebih lanjut otak dilindungi oleh cairan yang disebut cairan serebrospinal.

Anatomi telinga mausia

Singkatnya, tidak ada cara untuk semut dapat bertahan hidup di dalam otak manusia. Jadi benar-benar tidak masuk akal jika semut dapat membuat jalan mereka langsung ke dalam otak manusia dalam keadaan hidup, hal ini tidak bisa dan tidak mungkin terjadi secara ilmiah.

Pada umumnya masyarakat akan mudah percaya jika sebuah pesan menyajikan cerita yang mengerikan hingga mengakibatkan kematian. Namun semua itu hanya omong kosong tanpa bukti valid dan tidak mungkin terjadi secara ilmu pengetahuan.

Mengingat bahwa semut adalah salah satu jenis yang paling umum dari serangga, jika invasi itu dapat terjadi, maka akan ada banyak kasus seperti itu telah dilaporkan di seluruh dunia, namun faktanya tidak ada laporan seperti itu. Potensi bahaya yang teridentifikasi oleh medis, maka secara luas akan dilaporkan dalam literatur medis dan media, namun tidak ditemukan satu pun dokumentasi kredibel dari kasus orang yang meninggal akibat semut masuk ke dalam jaringan otak.

Sangatlah penting bahwa setiap orang untuk mendapatkan informasi kesehatan yang faktual dan dapat diandalkan, sehingga pesan informasi palsu seperti itu tidak dapat diterima dan bertujuan menyesatkan. Jika Anda mendapatkan informasi palsu, maka Anda jangan pernah meneruskannya, dan yang terpenting Anda harus memberikan informasi yang benar agar tidak ada yang tersesat akibat informasi palsu.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

Homestead (THE BUG IN THE EAR)
Patrick McCaffrey, Ph.D (The Meninges)
Truth or Fiction (Don’t Eat Sweets At Bedtime Because Ants May Invade Your Brain-Fiction!)


Emoticon Emoticon